05 June 2018

Lebih Sehat Mana untuk Berbuka: Makanan dibakar, Goreng atau Rebus?

Lebih Sehat Mana untuk Berbuka: Makanan dibakar, Goreng atau Rebus?

Halodoc, Jakarta – Proses memasak ternyata sangat berpengaruh terhadap kandungan nutrisi makanan. Pengolahan yang tepat akan tetap menyimpan nutrisi pada makanan secara utuh. Proses memasak yang menciptakan panas dapat merusak atau menghilangkan nutrisi pada makanan, sehingga ketika kamu mengonsumsinya yang tersisa hanyalah kalori saja. Bahkan terkadang, tidak ada manfaatnya selain rasa kenyang.

Dalam menjalankan ibadah puasa, sangat penting untuk mengetahui kandungan nutrisi pada makanan supaya makanan yang dikonsumsi memberikan energi selama seharian penuh. Makanan sehat untuk berbuka juga tak lepas dari pemilihan cara pengolahannya, apakah dibakar, goreng atau rebus. (Baca juga: 7 Buah Terbaik untuk Jantung Sehat)

Sejatinya menurut United States Department of Agriculture (USDA), cara memasak yang paling dianjurkan dan tetap menyimpan kandungan nutrisi pada makanan adalah dengan cara dikukus atau direbus. Kalau mengukus mengurangi 15 persen dari kandungan gizi pada makanan, sedangkan direbus mengurangi sekitar 25 persen. Ini masih lebih baik ketimbang makanan yang dibakar atau digoreng.

Makanan yang dibakar dan digoreng lebih berisiko terhadap kesehatan. Proses pembakaran dapat merusak protein pada makanan, belum lagi bahan untuk membakar makanan seperti arang yang dapat memicu kanker. Sama halnya dengan makanan yang digoreng, perlu memperhatikan jenis minyak yang digunakan, sudah berapa kali digunakan untuk digoreng, memiliki titik didih yang tinggi, berwarna bening, dan tidak cepat menghitam, sehingga meminimalisir risiko kanker.

Melihat dan menimbang ada banyak risiko untuk jenis makanan yang dibakar dan digoreng, memang yang paling baik selain dikukus adalah direbus. Namun, makanan sehat untuk berbuka yang direbus juga bukan tak memiliki risiko kehilangan nutrisi. Penggunaan air dan panas saat proses merebus juga bisa menghilangkan nutrisi, vitamin, dan zat-zat yang dibutuhkan tubuh lainnya. (Baca juga: 6 Hal Kecil yang Bisa Tingkatkan Fokus)

Karenanya, ada beberapa tips yang bisa kamu aplikasikan saat merebus makanan untuk dimakan saat berbuka. Misalnya mencuci makanan tersebut terlebih dahulu, baru memotongnya dengan ukuran besar, sehingga protein dan kandungan penting lainnya tidak terpotong dan tercacah yang membuat kandungan penting semakin berkurang karena panasnya suhu merebus.

Takaran air juga harus pas, jangan terlalu banyak juga. Air yang terlampau banyak saat merebus juga dapat menghilangkan kandungan gizinya. Merebus dengan suhu kecil juga bisa membantu menjaga kandungan penting dalam makanan tersebut tetap tinggal pada makanan. Bila memungkinkan, mengonsumsi air rebusan juga bisa membuatmu tidak kehilangan nutrisi pada makanan tersebut.

Merebus terlalu lama juga bisa menghilangkan nutrisi makanan, beberapa tips yang bisa kamu lakukan supaya proses merebus bisa singkat adalah dengan menambahkan rempah-rempah seperti daun jeruk, jahe, atau daun salam. Pasalnya, rempah-rempah yang disebutkan tadi mengandung senyawa yang memiliki kecenderungan cepat menguap, sehingga dapat mempercepat proses perebusan makanan. Menambahkan 1-2 sendok teh cuka dapat mempercepat proses perebusan. Pasalnya, cuka dapat menurunkan tingkat keasaman air, sehingga mempercepat proses pematangan makanan. (Baca juga: Semakin Populer, Ini Manfaat Konsumsi Buah Naga)

Pemilihan makanan sehat untuk berbuka sangat penting. Seharian perut kosong, sehingga tubuh butuh makanan yang memang bergizi dan memiliki manfaat andalan untuk mengisi kekurangan yang dialami selama sehari penuh.

Ingin tahu lebih banyak mengenai tips menu sehat dan pengolahan makanan yang tepat untuk berbuka atau pun sahur, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.