Leptospirosis Bisa Berakibat Fatal, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Leptospirosis Bisa Berakibat Fatal, Ini Alasannya

Halodoc, Jakarta – Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira interrogans. Bakteri ini disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi, seperti tikus, sapi, atau babi. Keberadaan bakteri perlu diwaspadai, terutama saat musim hujan dan banjir. Seberapa bahaya infeksi leptospirosis? Ketahui faktanya di sini.

Baca Juga: 8 Penyakit yang Umum Muncul Setelah Bencana Banjir

Jangan Anggap Sepele Penyakit Leptospirosis

Infeksi leptospirosis tidak boleh dianggap sepele, karena berpotensi menimbulkan komplikasi yang bisa berujung pada kematian. Misalnya, gangguan paru, gangguan ginjal, atau perdarahan dalam tubuh. Maka itu, kamu perlu mewaspadai tanda dan gejala leptospirosis, seperti mual, muntah, sakit kepala, nyeri otot, sakit perut, diare, kulit area mata menguning, demam, ruam kemerahan, dan konjungtivitis.

Gejala tersebut muncul mendadak dua minggu setelah terinfeksi. Namun pada kasus tertentu, gejala baru muncul setelah satu bulan. Pengidap leptospirosis pulih dalam waktu satu minggu setelah sistem imun mengalahkan infeksi bakteri.

Pada sebagian pengidap, infeksi memasuki tahap kedua yang dikenal sebagai penyakit Weil. Pada kondisi inilah gejala cenderung parah, meliputi nyeri dada dan pembengkakan tubuh (terutama kaki dan tangan).

Selama tahap kedua berlangsung, bakteri bisa menyerang organ tubuh lain sehingga memperparah kondisi yang dialami. Kondisi ini ditandai dengan adanya gangguan pada organ tubuh, seperti paru-paru, ginjal, otak, dan jantung. Segera periksakan diri ke dokter jika terjadi gejala tersebut. Tanpa harus antre, sekarang kamu bisa membuat janji dengan dokter secara online di rumah sakit pilihan di sini

Baca Juga: Yang Terjadi pada Tubuh Jika Terkena Leptospirosis

Pentingnya Mencegah Infeksi Leptospirosis

Mengingat bahaya yang ditimbulkan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah infeksi leptospirosis, di antaranya:

  • Hindari air yang sudah terkontaminasi. Kamu perlu memastikan kebersihan air sebelum mengonsumsinya. Salah satu caranya dengan memasak air hingga matang sebelum diminum.

  • Jauhi binatang yang rentan terinfeksi bakteri Leptospira, terutama tikus liar.

  • Saat membersihkan rumah atau lingkungan sekitar, gunakan pakaian yang melindungi tubuh dari kontak langsung dengan hewan pembawa bakteri Leptospira. Jika memiliki luka, pastikan sudah ditutup dengan plester atau perban tahan air agar tidak terkontaminasi bakteri yang berada di dalam air.

  • Segera mandi setelah berolahraga dalam air. Bila perlu, pastikan air yang digunakan untuk berolahraga dalam keadaan bersih.

  • Biasakan diri untuk cuci tangan pakai sabun setelah melakukan kontak dengan hewan, terutama sebelum makan.

  • Pastikan hewan ternak sudah diberikan vaksinasi agar terhindar dari leptospirosis.

  • Bersihkan sarang tikus dan genangan air yang ada di sekitar rumah. Di antaranya dengan rutin membersihkan kotoran tikus, menggunakan pembasmi atau jebakan tikus, dan pastikan kamu tidak membiarkan sampah menumpuk di dalam rumah.

  • Pakai sarung tangan dan sepatu boot saat berada di kebun, sawah, atau tempat lain yang banyak dihuni tikus dan hewan penyebab leptospirosis lainnya.

Baca Juga: Ini Bahaya Leptospirosis Jika Terkena Manusia

Jadi, jangan sepelekan infeksi leptospirosis yang rentan terjadi saat musim hujan. Kalau kamu punya keluhan mirip gejala leptospirosis, jangan ragu berbicara dengan dokter ahli.