Ini Bahaya Leptospirosis Jika Terkena Manusia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Bahaya Leptospirosis Jika Terkena Manusia

Halodoc, Jakarta - Leptospirosis adalah penyakit bakteri yang menyerang manusia dan hewan yang terjadi karena infeksi bakteri jenis Leptospira. Kontaminasinya pada manusia menimbulkan beberapa gejala dan tanda, tetapi diagnosisnya sering disalahartikan penyakit lain. Namun, pada beberapa orang yang terinfeksi, gejalanya bisa tidak terdeteksi. 

Manusia terinfeksi melalui kontak langsung dengan urine hewan yang terinfeksi atau melalui lingkungan yang terkontaminasi urine hewan. Bakteri masuk lewat tubuh melalui luka atau lecet pada permukaan kulit atau melalui selaput lendir mulut, hidung, dan mata. Meski begitu, penularan dari orang ke orang jarang terjadi. 

Pada tahap awal, gejala yang muncul adalah demam tinggi, sakit kepala yang parah, nyeri otot, menggigil, mata memerah, sakit perut, sakit kuning, perdarahan pada kulit dan selaput lendir, muntah, diare, dan ruam di permukaan kulit. 

Baca juga: Yang Terjadi pada Tubuh Jika Terkena Leptospirosis

Bahaya Leptospirosis Jika Terinfeksi pada Manusia

Leptospirosis bisa dibawa oleh jenis hewan tertentu, termasuk tikus, anjing, hingga babi maupun sapi. Setelah masuk ke tubuh hewan, bakteri hidup dan berkembang dalam ginjal. Setelah infeksi terjadi pada tubuh manusia, gejala muncul dalam waktu 2 minggu hingga 1 bulan pada kondisi tertentu. 

Setelah gejala muncul, kamu akan sembuh dalam waktu 1 minggu karena kekebalan tubuh mampu melawan infeksi bakteri tersebut. Namun, jangan merasa senang, karena muncul fase atau tahap kedua dari penyakit leptospirosis, yang dikenal dengan penyakit Weil. Gejala yang paling mudah dikenali adalah nyeri pada dada dan pembengkakan pada kaki maupun tangan. 

Ketika fase kedua ini berlangsung dalam tubuh, perkembangan dan pertumbuhan bakteri bisa menginfeksi atau menyerang organ tubuh lainnya, menjadikan kondisi tubuh menjadi semakin parah. Hal ini ditandai dengan gejala sebagai berikut:

  • Masalah pada bagian paru, gejalanya batuk, napas menjadi lebih pendek, dan batuk berdarah. 

  • Masalah pada organ ginjal yang bisa berakhir dengan gagal ginjal.

  • Masalah pada bagian otak yang ditandai dengan gejala meningitis atau peradangan pada selaput otak.

  • Masalah pada jantung yang memicu terjadinya miokarditis atau peradangan ada jantung atau terjadinya gagal jantung. 

Baca juga: Enggak Jaga Kebersihan Lingkungan, Waspada Leptospirosis

Biasanya, penularan leptospirosis pada manusia terjadi ketika adanya musibah seperti banjir di daerah tersebut, dengan kondisi air yang telah terkontaminasi oleh bakteri dan bercampur dengan urine hewan. Meski tidak terjadi penularan dari manusia ke manusia lainnya, kemungkinan tersebut masih ada, melalui hubungan seksual atau air susu ibu.

Pencegahan Leptospirosis

Ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk mencegah infeksi atau penularan leptospirosis, di antaranya:

  • Jika diperlukan, pakailah disinfektan.

  • Hindari kontak langsung dengan hewan yang sangat mudah terinfeksi, terutama hewan-hewan yang diliarkan. 

  • Jauhi air yang berisiko terkontaminasi. Pastikan kebersihan dan kehigienisannya sebelum dikonsumsi. 

  • Pakai pakaian yang bisa melindungi tubuh dari bahaya paparan leptospirosis.

  • Jika muncul luka, bersihkan sampai bersih dan bebas bakteri. Gunakan alkohol jika memang diperlukan sebagai desinfektan.

Baca juga: Tikus di Musim Hujan Bisa Sebabkan Leptospirosis yang Berakibat Fatal

Leptospirosis tidak boleh kamu abaikan, terutama jika kamu memiliki hewan peliharaan dan sering berinteraksi dengan hewan, termasuk profesi peternak maupun petani, atau orang-orang yang bekerja di lingkungan bersama dengan hewan ternak. Tanyakan bagaimana cara penanganannya, gunakan aplikasi Halodoc yang bisa menghubungkan kamu langsung dengan dokter ahli. Aplikasi Halodoc bisa kamu download langsung di ponsel Android maupun iOS.