6 Makanan dan Minuman yang Tingkatkan Risiko Kanker Otak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
6 Makanan dan Minuman yang Tingkatkan Risiko Kanker Otak

Halodoc, Jakarta - Sama seperti jenis kanker yang lain, penyebab kanker otak belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Namun, ada beberapa hal yang diduga dapat meningkatkan risikonya. Mulai dari genetik, penuaan, paparan radiasi, hingga kebiasaan makan dan minum yang kurang sehat. Nah, berikut ini beberapa jenis makanan penyebab kanker otak yang perlu kamu ketahui:

1. Makanan Berjamur

Makanan penyebab kanker otak yang pertama adalah makanan berjamur. Tepatnya yang mengandung aflatoksin, yaitu sejenis metabolit dari beberapa jenis jamur (salah satunya adalah Aspergillus flavus). Jamur jenis ini umumnya menjadi parasit pada kacang, pohon kacang, dan biji-bijian. 

Baca juga: Agung Hercules Kena Kanker Glioblastoma, Ini Penjelasannya

Aflatoksin kerap dikonsumsi oleh manusia secara tidak sadar, lewat hewan-hewan yang memakan biji-bijian yang mengandung jamur tersebut. Pun ketika seorang ibu menyusui yang mengonsumsi kacang yang mengandung aflatoksin, ASI yang dikeluarkannya bisa masuk ke tubuh bayi yang disusuinya. 

Nah, jika busui membutuhkan informasi lebih lanjut seputar jenis-jenis makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi dan yang perlu dihindari selama menyusui, busui bisa berdiskusi dengan dokter di aplikasi Halodoc. Sekarang, diskusi dengan dokter juga bisa dilakukan di aplikasi Halodoc, lewat fitur Chat atau Voice/Video Call.

2. Daging dan Telur yang Terkontaminasi Limbah

Mengonsumsi daging dan telur yang terkontaminasi senyawa dioksin dapat meningkatkan risiko terkena kanker otak. Senyawa tersebut bisa didapat dari makanan yang terkontaminasi oleh berbagai jenis limbah, seperti limbah medis, limbah kota, peleburan logam, dan manufaktur kimia. 

Baca juga: Hati-Hati, Pembengkakan Otak Bisa Terjadi karena 6 Hal Ini

Masalahnya, senyawa dioksin dapat mudah larut dalam lemak, sehingga bisa ditemukan pada makanan tinggi lemak, seperti daging dan produk peternakan lainnya seperti telur. Selain kanker otak, dioksin juga dapat meningkatkan risiko berbagai kanker lainnya, seperti kanker hati, kanker tiroid, kanker saluran cerna atas, kanker kulit, kanker paru, kanker otak dan limfoma non-Hodgkin’s

3. Makanan yang Dibakar atau Diasap

Makanan yang dibakar atau diasap memiliki kandungan hidrokarbon aromatik polisiklik, yang memiliki efek karsinogenik atau memicu kanker. Selain pada makanan yang dibakar atau diasap, hidrokarbon aromatik polisiklik dapat ditemukan juga pada asap rokok, asap kebakaran, dan asap lainnya. 

Dalam jumlah kecil, senyawa ini juga ditemukan pada minyak, kopi, dan sosis. Selain meningkatkan risiko kanker otak, hidrokarbon aromatik polisiklik juga dapat menjadi pemicu kanker lambung, paru, hati, rahim, kandung kemih, dan kulit. 

4. Makanan Asin

Makanan asin atau yang memiliki kandungan garam sangat tinggi, seperti ikan asin atau sayuran yang diasinkan, dapat meningkatkan risiko terkena kanker otak tipe glioma dan meningioma. Sebab, makanan asin ini mengandung senyawa n-nitrosodimethylamine dan komponen N-nitroso

Baca juga: Pentingnya Keseimbangan Otak Kiri dan Kanan

5. Makanan yang Tercemar Udara

Makanan yang tercemar polusi udara dapat meningkatkan risiko kanker otak. Polusi udara yang dimaksud dapat berupa asap rokok, asap kebakaran, atau asap pada industri produksi. Oleh karena itu, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan yang dijual di dekat tempat yang banyak terpapar polusi udara.

6. Alkohol

Kamu memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol? Jika iya, sebaiknya mulai hentikan kebiasaan ini, deh. Sebab, terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko kanker otak dan beberapa jenis kanker lainnya, seperti kanker mulut, kanker laring, kanker faring, kanker esofagus, kanker payudara, dan kanker hati. Risiko kanker akan meningkat jika jumlah alkohol yang dikonsumsi semakin banyak, apalagi disertai konsumsi tembakau.

Referensi:
Better Health Channel. Diakses pada 2019. Cancer and food
Healthline. Diakses pada 2019. Cancer and Diet 101: How What You Eat Can Influence Cancer