Kanker Otak

Pengertian Kanker Otak

Kanker otak adalah pertumbuhan sel-sel abnormal yang bersifat ganas pada otak. Kanker otak cenderung tumbuh dengan cepat, dapat menyebar ke bagian tubuh lain, serta dapat timbul kembali meskipun sudah diangkat. Kanker otak dapat berupa kanker otak primer yang berasal dari sel otak sendiri, maupun kanker otak sekunder yang berasal dari penyebaran kanker di bagian tubuh lain (metastasis).

 

Gejala Kanker Otak

Beberapa gejala kanker otak, antara lain:

  • Nyeri kepala berulang yang semakin sering dan bertambah parah.
  • Gangguan bicara.
  • Gangguan ingatan atau perubahan pada kepribadian.
  • Kelelahan yang menetap.
  • Kelemahan yang progresif atau kelumpuhan pada satu sisi dari tubuh.
  • Mual dan muntah.
  • Pandangan kabur.
  • Sering mengantuk.
  • Kejang.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Otak

Sebagian besar kanker otak disebabkan oleh kanker yang dimulai dari bagian tubuh lain dan menyebar ke otak melalui pembuluh darah (metastasis). Kanker yang dapat menyebar ke otak meliputi kanker paru, kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker kulit tipe melanoma. Sedangkan kanker otak ganas yang berawal dari sel-sel otak dapat disebabkan oleh tumor otak jinak yang kemudian berkembang menjadi ganas. Penyebab dari perkembangan tumor ini belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Beberapa faktor risiko yang dapat memicu kanker otak, antara lain:

  • Berusia 50 tahun ke atas, meskipun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada segala usia.
  • Kondisi genetik tertentu.
  • Riwayat keluarga dengan tumor otak.
  • Riwayat paparan radioterapi pada bagian kepala.

 

Diagnosis Kanker Otak

Dokter akan mendiagnosis kanker otak dengan melakukan wawancara medis lengkap, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang meliputi:

  • Computerized Tomography (CT) scan, untuk menciptakan gambaran atau pencitraan otak dengan menggunakan sinar X.
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI), untuk menciptakan gambaran rinci otak dengan menggunakan medan magnet berkekuatan tinggi dan gelombang radio.
  • Elektroensefalogram (EEG), untuk merekam aktivitas listrik otak dan melihat adanya abnormalitas otak dengan menggunakan elektroda pada kulit kepala.
  • Biopsi dengan pengambilan sampel jaringan yang dicurigai sebagai tumor, untuk memeriksa jenis tumor dan menentukan penanganan yang paling sesuai.

 

Pencegahan Kanker Otak

Hingga saat ini belum diketahui metode pencegahan yang efektif untuk menghindari timbulnya kanker otak.

 

Pengobatan Kanker Otak

Beberapa upaya yang akan dilakukan dokter untuk menangani kanker otak, antara lain:

  • Prosedur pembedahan, untuk mengangkat tumor sebanyak mungkin dan meredakan gejala kanker otak, dengan metode kraniotomi, neuroendoskopi, atau transsphenoidal surgery.
  • Kemoterapi dengan menggunakan obat-obatan antikanker, untuk membunuh sel-sel kanker, yang dapat dilakukan setelah operasi untuk mencegah tumor timbul kembali, serta memperpanjang usia harapan hidup pengidap.
  • Radioterapi dengan menggunakan sinar berenergi tinggi yang diarahkan pada lokasi tumor, untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali. Radioterapi dilakukan untuk menghilangkan tumor yang tidak dapat diangkat dengan cara operasi, serta menurunkan risiko tumor timbul kembali.
  • Fisioterapi yang dapat dilakukan setelah menjalani prosedur pembedahan, kemoterapi, atau radioterapi, untuk mengembalikan fungsi tubuh yang terganggu akibat kanker otak. Fungsi tubuh yang umumnya terganggu, antara lain kemampuan bergerak, bicara, penglihatan, atau proses berpikir.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami beberapa gejala kanker otak yang telah disebutkan di atas, yang dirasakan terus-menerus atau semakin memberat, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari pengidap, segera periksakan diri ke dokter spesialis neurologi untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit sesuai domisilimu di sini.