• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kanker Otak

Kanker Otak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
kanker otak manusia

Pengertian Kanker Otak

Kanker otak adalah pertumbuhan sel-sel abnormal yang bersifat ganas pada otak. Kanker otak cenderung tumbuh dengan cepat, dapat menyebar ke bagian tubuh lain, serta dapat timbul kembali, meskipun sudah diangkat. Kanker otak dapat berupa kanker otak primer yang berasal dari sel otak sendiri, maupun kanker otak sekunder yang berasal dari penyebaran kanker di bagian tubuh lain (metastasis).


Gejala Kanker Otak

Gejala kanker otak cenderung bervariasi, tergantung dari ukuran, letak sel kanker, dan tingkat keparahan serta perkembangan tumor. Gejala bisa terjadi karena tumor yang semakin membesar akan menekan bagian lain dari otak sehingga mengganggu fungsinya atau memenuhi ruang di dalam rongga kepala. Beberapa gejala kanker otak, antara lain:

  • Nyeri kepala berulang yang semakin sering dan bertambah parah.
  • Gangguan bicara.
  • Gangguan ingatan atau perubahan pada kepribadian.
  • Kelelahan yang menetap.
  • Kelemahan yang progresif atau kelumpuhan pada satu sisi dari tubuh.
  • Mual dan muntah.
  • Pandangan kabur.
  • Sering mengantuk.
  • Kejang.


Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Otak

Sebagian besar kanker otak disebabkan oleh kanker yang dimulai dari bagian tubuh lain dan menyebar ke otak melalui pembuluh darah (metastasis). Kanker yang dapat menyebar ke otak meliputi kanker paru, kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker kulit tipe melanoma. 

Sementara itu, kanker otak ganas yang berawal dari sel-sel otak dapat disebabkan oleh tumor otak jinak yang berkembang menjadi ganas. Penyebab dari perkembangan tumor ini belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Beberapa faktor risiko yang dapat memicu kanker otak, antara lain:

  • Berusia 50 tahun ke atas, meskipun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada segala usia.
  • Kondisi genetik tertentu.
  • Riwayat keluarga dengan tumor otak.
  • Riwayat paparan radioterapi pada bagian kepala.
  • Mengidap masalah kesehatan yang mengakibatkan penurunan imunitas tubuh.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Kebiasaan buruk merokok.
  • Tinggal di lingkungan dengan paparan polusi maupun pencemaran yang tinggi.

Baca juga: Hati-Hati, Pembengkakan Otak Bisa Terjadi karena 6 Hal Ini

 

Diagnosis Kanker Otak

Dokter akan mendiagnosis kanker otak dengan melakukan wawancara medis lengkap, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang meliputi:

  • Computerized Tomography (CT) scan, untuk menciptakan gambaran atau pencitraan otak dengan menggunakan sinar X.
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI), untuk menciptakan gambaran rinci otak dengan menggunakan medan magnet berkekuatan tinggi dan gelombang radio.
  • Elektroensefalogram (EEG), untuk merekam aktivitas listrik otak dan melihat adanya abnormalitas otak dengan menggunakan elektroda pada kulit kepala.
  • Biopsi dengan pengambilan sampel jaringan yang dicurigai sebagai tumor, untuk memeriksa jenis tumor dan menentukan penanganan yang paling sesuai.

 

Pencegahan Kanker Otak

Hingga saat ini belum diketahui metode pencegahan yang efektif untuk menghindari timbulnya kanker otak. Meski begitu, kamu tetap bisa melakukan pencegahan dengan pola makan dan kebiasaan hidup sehat. 

Baca juga: Pentingnya Keseimbangan Otak Kiri dan Kanan


Pengobatan Kanker Otak

Beberapa upaya yang akan dilakukan dokter untuk menangani kanker otak, antara lain:

  • Prosedur pembedahan, untuk mengangkat tumor sebanyak mungkin dan meredakan gejala kanker otak, dengan metode kraniotomi, neuroendoskopi, atau transsphenoidal surgery.
  • Kemoterapi dengan menggunakan obat-obatan antikanker, untuk membunuh sel-sel kanker, yang dapat dilakukan setelah operasi untuk mencegah tumor muncul kembali, serta memperpanjang usia harapan hidup pengidap.
  • Radioterapi dengan menggunakan sinar berenergi tinggi yang diarahkan pada lokasi tumor, untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali. Radioterapi dilakukan untuk menghilangkan tumor yang tidak dapat diangkat dengan cara operasi, serta menurunkan risiko tumor timbul kembali.
  • Fisioterapi yang dapat dilakukan setelah menjalani prosedur pembedahan, kemoterapi, atau radioterapi, untuk mengembalikan fungsi tubuh yang terganggu akibat kanker otak. Fungsi tubuh yang umumnya terganggu, antara lain kemampuan bergerak, bicara, penglihatan, atau proses berpikir.

Baca juga: Lemak Menjadi Sumber Energi Sel Kanker Otak, Benarkah?


Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami beberapa gejala kanker otak yang telah disebutkan di atas yang dirasakan terus-menerus atau semakin memburuk sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari, segera periksakan diri ke dokter spesialis neurologi untuk penanganan lebih lanjut. Download dan gunakan aplikasi Halodoc untuk memudahkan kamu membuat janji dengan dokter atau rumah sakit terdekat saat ingin melakukan pemeriksaan. 


Referensi:
Cancer Research UK. Diakses pada 2021. Brain Tumour.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Brain Tumour. 
WebMD. Diakses pada 2021. Brain Cancer.


Diperbarui pada 1 April 2021.