Makanan Tidak Higienis Sebabkan Salmonellosis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Makanan Tidak Higienis Sebabkan Salmonellosis

Halodoc, Jakarta - Mau tahu betapa seriusnya gangguan kesehatan akibat keracunan makanan yang terjadi secara global? Menurut data dari WHO, tiap tahunnya sekitar 600 juta orang terdampak masalah ini. Hal yang membuat khawatir, makanan yang terkontaminasi bibit penyakit ini menyebabkan 420 ribu orang meninggal tiap tahunnya. Sebagian dari mereka berusia di bawah lima tahun.

Menurut para ahli di WHO, keracunan makanan ini disebabkan berbagai hal. Mulai dari bakteri, virus, parasit, racun, dan bahan kimia. Nah, dari 31 jenis bakteri yang sering menyebabkan keracunan makanan, Salmonella adalah salah satunya. Bakteri yang satu ini bisa menyebabkan salmonellosis yang berisiko mengancam nyawa. 

Baca juga: Begini Cara Bakteri Salmonella Sebabkan Tipes

Bersembunyi di Daging hingga Sayuran

Pada dasarnya,bakteri Salmonella hidup di usus hewan ternak. Seseorang bisa terinfeksi bakteri ini, sehingga mengidap Salmonellosis ketika mengonsumsi makanan yang terkontaminasi feses hewan yang mengandung bakteri tersebut. Makanan yang umumnya terkontaminasi bakteri Salmonella, contohnya daging, unggas, makanan laut mentah,  telur mentah, dan buah serta sayur-sayuran. 

Untuk daging dan unggas, bakteri ini bisa masuk ke ke dalam bahan makanan tersebut selama proses pemotongan. Sementara itu, makanan laut bisa terkontaminasi melalui air yang telah terkontaminasi bakteri Salmonella. Bagaimana dengan telur mentah?

Bakteri ini bisa masuk ke dalam telur ketika seekor ayam terinfeksi bakteri Salmonella. Saat ayam tersebut bertelur, ayam tersebut bisa menghasilkan telur yang mengandung Salmonella sebelum cangkangnya terbentuk. 

Sedangkan buah dan sayur-sayuran lain lagi. Kedua makanan ini bisa terkontaminasi bakteri Salmonella lewat air yang telah terkontaminasi. Misalnya, saat proses pencucian hingga pengolahan dengan air. 

Nah, makanan-makanan yang telah terkontaminasi di atas itulah yang bisa menyebabkan seseorang terserang penyakit Salmonellosis. 

Baca juga: Makan Daging Terkontaminasi Bakteri, Apa Bahayanya?

Sederet Keluhan Kesehatan Dalam 36 Jam

Meski konsumsi daging, unggas, buah, dan sayuran amat diperlukan tubuh, tetapi ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Contohnya, kecilnya daging. Di sini kita benar-benar harus memperhatikan tingkat kematangannya. Sebaiknya, hindarilah konsumsi daging mentah sebisa mungkin. Pasalnya, daging mentah ini bisa menimbulkan sederet masalah bagi kesehatan.

Bahaya mengonsumsi daging mentah juga bisa berujung pada penyakit salmonellosis. Meski umumnya bakteri Salmonella masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi telur setengah matang, tetapi daging ayam dan ikan juga disukai Salmonella karena kandungan airnya yang cukup tinggi. Kondisi ini memudahkan si bakteri untuk berkembang biak dan hidup di dalamnya. 

Awas jangan main-main dengan bakteri Salmonella. Bakteri ini bisa menyebabkan peradangan di saluran pencernaan usus besar dan kecil. Dampaknya akan bisa terjadi sekitar 7 hingga 36 jam setelah mengonsumsinya. Orang yang mengalami infeksi bakteri ini bisa mengalami gejala, seperti mual muntah, sakit kepala, demam tinggi, sakit perut, diare, dan adanya darah pada tinja. 

Nah, bila mengalami gejala-gejala di atas, cobalah temui atau tanyakan pada dokter untuk mendapatkan saran atau penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: Atasi Keracunan Makanan dengan Tips Ini 

Cegah Keracunan Makanan dan Salmonellosis 

Meski Salmonellosis bisa mengancam setiap saat, tetapi ada beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit ini. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Masak telur sampai benar-benar matang, baik putih maupun kuning telur. 

  • Atur suhu hingga 63°Celsius ketika memasak daging utuh, 71°Celsius untuk daging giling, dan 74°Celsius untuk memasak unggas. Pada temperatur di atas, sebagian besar bakteri dalam makanan tersebut bisa mati.

  • Cuti tangan setiap kali ingin makan.

  • Jangan biarkan makanan terbuka lebih dari dua jam.

  • Bila ingin menyimpan makanan, pisahkan antara makanan dingin dan panas.

  • Bedakan peralatan masak untuk makanan mentan dan makanan matang. 

  • Bersihkan peralatan masak setelah digunakan.

  • Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir segera setelah kontak dengan hewan-hewan, lingkungan, atau kontak dengan pengidap.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Government of South Australia - SA Health. Diakses pada 2019. Salmonella Infection - Including Symptoms, Treatment and Prevention 
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases & Conditions. Salmonella Infection.