• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Malas Bergerak, Hati-Hati Terserang 7 Penyakit Ini
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Malas Bergerak, Hati-Hati Terserang 7 Penyakit Ini

Malas Bergerak, Hati-Hati Terserang 7 Penyakit Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 10 November 2021
Malas Bergerak, Hati-Hati Terserang 7 Penyakit Ini

Penyakit akibat malas bergerak bukan mitos belaka. Nyatanya, kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko gangguan penyakit, bahkan bisa berakibat fatal. Ada beberapa jenis penyakit yang bisa menyerang, seperti gangguan pencernaan, kardiovaskular, obesitas, hingga masalah pada kulit. 

Halodoc, Jakarta – Ada banyak penyakit akibat malas bergerak yang harus diwaspadai. Beberapa di antaranya bahkan bisa berakibat fatal atau berujung pada penyakit jangka panjang. Kabar buruknya, orang dengan gaya hidup sedentari disebut lebih rentan mengalami penyakit akibat malas gerak. Orang dengan gaya hidup ini lebih senang berdiam diri dan bisa tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali. 

Kebiasaan bermalas-malasan bisa berdampak pada hampir seluruh bagian tubuh, termasuk otot, tulang, dan persendian. Berbagai indera tubuh juga akan ikut bermalas-malasan dan berakhir pada risiko penurunan fungsi. Kalau sudah begitu, risiko munculnya penyakit akan menjadi lebih besar. Lantas, apa saja penyakit yang bisa muncul akibat kebiasaan ini? 

Beragam Penyakit Akibat Malas Bergerak 

Malas bergerak adalah kebiasaan yang sebaiknya dihentikan. Sebab, hal ini bisa meningkatkan risiko terserang beragam jenis penyakit, seperti: 

  1. Susah BAB 

Susah Buang Air Besar (BAB) alias konstipasi bisa menjadi salah satu jenis penyakit akibat malas bergerak. Sebab, saat tubuh pasif atau tidak banyak bergerak, organ di dalamnya juga menjadi tidak aktif. Termasuk usus dan organ pencernaan lain. Nah, hal ini menyebabkan usus tidak bekerja secara maksimal dan berujung pada munculnya konstipasi. 

  1. Nyeri lutut

Lama tidak bergerak ternyata bisa memengaruhi kondisi persendian, salah satunya pada lutut. Kondisi ini bisa muncul akibat sendi sering mengunci saat tubuh tidak banyak bergerak. 

  1. Gangguan Pernapasan 

Sering merasa tiba-tiba sesak atau kehabisan napas? Bisa jadi itu adalah tanda tubuh kurang bergerak. Hal ini diduga terjadi karena otot yang bertugas untuk memompa udara ke paru-paru terdampak akibat malas bergerak. Saat tidak bergerak dan tidak dilatih, otot ini akan melemah dan memicu munculnya sensasi kehabisan napas.

  1. Obesitas 

Penyakit akibat malas bergerak selanjutnya adalah obesitas alias kelebihan berat badan. Hal ini bisa terjadi karena sedikitnya jumlah kalori yang dibakar karena tubuh jarang bergerak. Kondisi bisa menjadi semakin buruk jika malas bergerak dibarengi dengan kebiasaan makan berlebih. 

  1. Penyakit Kardiovaskular 

Pada kondisi yang parah, kebiasaan malas bergerak juga bisa berdampak pada kesehatan kardiovaskular. Hal ini disebut bisa meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, hingga serangan jantung.

  1. Mudah Stres 

Selain gangguan fisik, malas bergerak juga bisa memicu masalah psikologis. Kebiasaan ini disebut bisa membuat seseorang mudah stres dan rentan mengalami mood swing alias perubahan suasana hati yang terjadi dalam waktu cepat. 

  1. Kulit Kusam 

Punya kebiasaan malas bergerak dan inginnya rebahan saja? Hati-hati, kulit kusam mengintai. Selain penyakit fisik dan mental, kebiasaan yang satu ini ternyata juga bisa membuat kulit kusam dan kehilangan cahayanya. Hal ini diduga muncul karena ada gangguan metabolisme dan imun yang muncul akibat malas bergerak. 

Turunkan Risiko Penyakit dengan Konsumsi Vitamin

Agar terhindar dari berbagai risiko penyakit akibat malas bergerak, mulailah untuk rutin beraktivitas fisik dan berolahraga. Selain itu, terapkan gaya hidup sehat dan lengkapi dengan konsumsi suplemen vitamin tambahan. Cek Kebutuhan Obat Rutin, Vitamin, hingga Kebutuhan Ibu & Anak di aplikasi Halodoc. Dapatkan diskon Spesial Hari Kesehatan Nasional sampai dengan 60% + kupon s/d 11rb + Gratis Ongkir hanya di Halofest! 

Bagi pengguna baru, ada promo menarik lain yang bisa diklaim, yaitu: 

  • Gratis ongkir Instan hingga Rp18.000 dengan gunakan kode “HALOONGKIR”.
  • Khusus untuk pengguna baru yang belum pernah melakukan transaksi di Toko Kesehatan.
  • Berlaku dengan minimum pembelian Rp 100.000.
  • Periode promo 8–12 November 2021.

Promo Semua Pengguna di Toko Halodeals

Belanja di toko Halodeals Diskon s/d 60%:

  • Gratis ongkir Standard (tiba 1–4 hari) Rp 12.000 dengan minimum pembelian Rp 100.000 gunakan kode “HALODEALS”.
  • Hanya berlaku untuk pembelian melalui toko Halodeals.
  • Periode promo 8–12 November 2021.

Belanja semua produk lain di Toko Kesehatan:

  • Potongan langsung Rp 11.000.
  • Promo berlaku untuk minimum pembelian Rp 110.000.
  • Periode promo 8–12 November 2021.

Ambil semua promo di atas hanya dengan download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play! 

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi: 

WebMD. Diakses pada 2021. Surprising Signs You’re Not Moving Enough. 
Medline. Diakses pada 2021. Health Risks of an Inactive Lifestyle.