• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Manja Berlebihan, Awas Sindrom Cinderella Complex
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Manja Berlebihan, Awas Sindrom Cinderella Complex

Manja Berlebihan, Awas Sindrom Cinderella Complex

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 08 September 2020
Manja Berlebihan, Awas Sindrom Cinderella Complex

Halodoc, Jakarta - Manja adalah sifat yang terkadang terjadi pada beberapa orang, terutama wanita. Banyak orang yang mewajarkan jika wanita memiliki sifat manja pada dirinya karena memang begitu adanya. Meski begitu, jika kamu memiliki pasangan dengan sifat manja yang sangat berlebihan tentu akan menyusahkan, bukan?

Tahukah kamu jika seseorang yang memiliki sifat manja berlebihan mungkin saja mengidap gangguan yang bernama sindrom cinderella complex. Masalah ini berhubungan dengan psikologis seseorang yang mungkin saja berhubungan dengan masalah ketergantungan dengan orang lain. Maka dari itu, kamu harus tahu lebih jauh terkait gangguan ini. Berikut ulasannya!

Baca juga: Manja dan Delusional, Waspada Sindrom Cinderella Complex

Apa yang Dimaksud dengan Sindrom Cinderella Complex?

Sindrom cinderella complex merupakan kelainan yang pertama kali ditemukan oleh Colette Dowling, yang menulis buku yang berhubungan dengan ketakutan perempuan terhadap kemandirian. Hal tersebut dapat timbul sebagai keinginan secara tidak sadar untuk mendapatkan perhatian oleh orang lain. Gangguan ini akan lebih terlihat sejalan dengan bertambahnya usia.

Gangguan ini dapat terjadi karena rasa kemandirian dan ketergantungan wanita pada seorang pria, baik itu secara finansial, emosional, fisik, maupun lainnya. Wanita yang mengalami masalah ini mungkin hanya menunggu seseorang untuk datang dan menyelamatkannya dari kenyataan yang sedang terjadi, serta memperbaiki semua masalah yang ada.

Rasa manja berlebihan tersebut mungkin saja sudah menjadi keinginan dalam alam bawah sadar untuk dirawat dan dilindungi oleh orang lain karena terlalu takut untuk menjadi mandiri. Penemu sindrom cinderella complex ini hanya mengidentifikasi satu faktor penyebab, yang kemungkinan dapat terjadi karena kombinasi dari banyak motivasi sehingga menimbulkan masalah yang kompleks seperti gangguan psikologis tersebut.

Baca juga: Alami Masalah Kesehatan Jiwa, Kenali Ciri-Ciri Ini

Cara Sindrom Cinderella Complex Terjadi

Sejauh ini, gagasan terkait gangguan psikologis ini dapat berhubungan dengan fantasi yang diaplikasikan ke kenyataan. Banyak orang yang percaya jika gangguan tersebut berasal dari perkembangan saat masa kanak-kanak. Saat masih kecil, kamu dicintai karena yang dilakukan bukan karena siapa kamu sebenarnya. Hal tersebut membuat kamu bergantung pada orang lain untuk melakukan sesuatu dan untuk memberi kekuatan.

Memang, lebih banyak kemungkinan orangtua akan berusaha menghibur anaknya yang perempuan ketika menangis dibandingkan dengan yang laki-laki. Rasa khawatir orangtua yang berlebihan pada anak wanitanya juga dapat berkontribusi akan hal tersebut. Masyarakat kerap menganggap anak perempuan jauh lebih rapuh dibandingkan anak laki-laki.

Padahal, masa remaja merupakan masa yang sangat penting untuk perkembangannya, baik perempuan maupun laki-laki. Selama waktu remaja, perlahan-lahan para gadis akan dibentuk menjadi ekspektasi yang ada di masyarakat terkait cara dirinya harus bertindak. Hal tersebut dapat membangun mental yang akhirnya menimbulkan sindrom cinderella complex.

Baca juga: Mengapa Gejala Skizofrenia Bisa Muncul saat Usia Remaja?

Penanganan dari Sindrom Cinderella Complex

Sulit untuk menangani seseorang yang mengalami masalah psikologis layaknya sindrom cinderella complex ini. Hal ini disebabkan pengidapnya kerap merasa dirinya baik-baik saja sehingga tidak membutuhkan bantuan medis. Maka dari itu, seseorang yang mengidap masalah ini harus benar-benar sadar jika ada yang salah pada dirinya dan segera mendapatkan penanganan agar kembali layaknya orang normal.

Seseorang dengan gangguan sindrom cinderella complex kerap mengalami perasaan manja yang berlebihan, bahkan mengganggu aktivitas harian. Hal tersebut dapat sangat mengganggu orang-orang terdekatnya, seperti halnya pasangannya. Jika ini terjadi, ada baiknya untuk berbincang dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan. Dengan begitu, diagnosis dan pengobatan yang tepat dapat dilakukan.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait sindrom cinderella complex, ada baiknya untuk langsung bertanya pada psikolog atau psikiater dari Halodoc. Caranya mudah sekali, cukup dengan download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari untuk mendapatkan kemudahan akses kesehatan!

Referensi:

Cognifit. Diakses pada 2020. Cinderella Complex: What is it and turn it into Independence.
Psychology Wiki. Diakses pada 2020. Cinderella complex.