Mata Ikan Menyerang, Perlukah Operasi?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Mata Ikan Menyerang, Perlukah Operasi?

Halodoc, Jakarta -  Banyak orang terkadang menyamakan mata ikan dengan kutilan atau kapalan. Padahal, ketiga masalah kesehatan tersebut memiliki gejala dan penyebab yang berbeda. Dalam dunia medis, mata ikan juga disebut dengan nama clavus

Clavus ini merupakan kondisi penebalan kulit akibat tekanan dan gesekan yang terjadi berulang kali. Dibandingkan dengan kapalan, mata ikan biasanya berbentuk bulat dan berukuran lebih kecil. Mata ikan juga memiliki bagian tengah yang lebih keras yang dikelilingi kulit yang meradang. 

Yang mesti dikhawatirkan, penebalan kulit yang berubah menjadi mata ikan bisa menimbulkan rasa nyeri. Lalu, bagian tubuh mana sih yang paling sering terserang mata ikan? Nah, dalam kebanyakan kasus, keluhan yang satu ini umumnya ditemukan di bagian kaki. 

Menyoal jenis kelamin, rasanya kaum hawa mesti harap-harap cemas. Sebab, mata ikan lebih sering menyerang wanita ketimbang pria. Alasannya, wanita lebih sering menggunakan sepatu yang tertutup dengan ukuran yang tidak nyaman. 

Pertanyaannya, bagaimana cara mengatasi keluhan ini? Benarkah kasus mata ikan selalu berakhir dengan operasi? 

Baca juga: Mata Ikan, Enggak Terlihat tapi Ganggu Kaki Melangkah

Kenali Gejala-Gejalanya

Ketika seseorang terserang penyakit ini, maka kulitnya akan mengalami kelainan seperti pengerasan, penebalan, dan penonjolan pada kulit. Di samping itu, kulit juga dapat menjadi bersisik, kering, atau berminyak, dan timbul rasa nyeri bila ditekan. Lalu, apa bedanya dengan kapalan? Bedanya akan timbul peradangan dan rasa nyeri pada mata ikan. 

Hindari Penyebab dan Faktor Risikonya

Tekanan dan gesekan di area kulit yang sama berulang kali, merupakan penyebab utama dari mata ikan. Lalu, hal apa saja yang bisa menimbulkan kondisi tersebut? Nah, berikut penjelasannya.

  • Tak menggunakan kaus kaki. Tak memakai atau memakai kaus kaki yang tak tepat, bisa menyebab gesekan antara kaki dan alas kaki.

  • Sering bermain musik dan tangan. Sering menggunakan alat perkakas atau instrumen musik dengan tangan, juga bisa menimbulkan penebalan pada kulit.

  • Perokok. Perokok dan yang memakai pemantik api, bisa saja memiliki mata ikan pada kulit jempol tangannya. Penyebabnya gesekan berulang ketika menyalakan pemantik. 

  • Penggunaan sepatu yang tak nyaman. Sepatu yang terlampau sempit dan berhak tinggi, bisa menekan beberapa bagian kaki. Sedangkan sepatu yang terlalu longgar bisa menyebabkan bagian kaki bergesekan berulang kali dengan bagian dalam sepatu.

Baca juga: Sering Dianggap Sama, Apa Beda Kapalan dan Mata Ikan?

Mata Ikan Harus Dioperasi, Benarkah? 

Singkat kata, pengobatan mata ikan enggak harus di atasi dengan operasi kok. Tindakan operasi ini biasanya akan direkomendasikan dokter untuk memotong atau menghancurkan benjolan dengan menggunakan jarum listrik.

Prosedur ini bisa menyakitkan, lho. Oleh sebab itu, dokter akan memberikan anestesi terlebih dahulu untuk membuat mati rasa di bagian tubuh tersebut. Tindakan operasi ini akan ditempuh bila perawatan atau pengobatan lain yang telah dicoba gagal. 

Nah, untuk pengobatan awal, bisa kok dengan menggunakan obat yang bersifat keratolitik. Obat ini digunakan untuk menipiskan kulit yang menebal. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!