• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mau Donor Hati? Ini 10 Syarat yang Harus Dipenuhi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mau Donor Hati? Ini 10 Syarat yang Harus Dipenuhi

Mau Donor Hati? Ini 10 Syarat yang Harus Dipenuhi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 31 Oktober 2022

“Donor hati adalah prosedur transplantasi organ yang bertujuan untuk menolong pengidap kerusakan hati. Salah satu syarat yang harus dipenuhi yakni mengetahui efek samping setelahnya.”

Mau Donor Hati? Ini 10 Syarat yang Harus DipenuhiMau Donor Hati? Ini 10 Syarat yang Harus Dipenuhi

Halodoc, Jakarta – Donor hati adalah prosedur pengambilan sebagian organ hati untuk diberikan pada penerima donor. Prosesnya disebut dengan operasi transplantasi hati.

Organ yang didonorkan bisa berasal dari orang yang masih hidup atau sudah meninggal. Syaratnya, harus sehat secara fisik dan mental serta mengetahui kemungkinan efek samping pasca prosedur.

Ukuran hati pendonor tidak berkurang dan akan tumbuh kembali melalui regenerasi alami. Prosesnya disebut hepatosit, yakni kemampuan organ untuk menggandakan diri melalui sel utama.

Hati merupakan organ vital terbesar yang terletak pada rongga perut kanan atas. Fungsinya untuk membuang racun, mengatur kadar gula darah hingga menghasilkan cairan empedu.

Persyaratan untuk Donor Hati

Awal mulanya, donor hati hanya bisa didapatkan dari orang yang sudah meninggal, tapi masih memiliki detak jantung. Contohnya, korban kecelakaan atau pengidap cedera kepala yang mengalami mati otak.

Namun, sangat sulit untuk menemukan pendonor yang cocok dari kondisi tersebut. Ada banyak pertimbangan yang harus diupayakan, yakni mencari golongan darah yang cocok hingga kondisi kesehatan organ keseluruhan.

Karena kebutuhan organ cukup tinggi ditambah dengan masa tunggu yang lama, orang yang masih hidup kini diperbolehkan jadi pendonor. Biasanya berasal dari anggota keluarga atau pasangan.

Namun, mereka juga harus memenuhi beberapa syarat, di antaranya:

  1. Pendonor melakukannya tanpa paksaan dari pihak.
  2. Sudah mengetahui kemungkinan efek samping pasca prosedur.
  3. Berusia 19 sampai 55 tahun.
  4. Memiliki fungsi dan kesehatan organ hati yang baik.
  5. Dinyatakan sehat secara fisik dan mental.
  6. Tidak memiliki riwayat penyakit kronis, seperti kanker, diabetes, sakit jantung dan sakit ginjal.
  7. Tidak memiliki riwayat penyakit menular seksual, seperti HIV/AIDS.
  8. Pendonor memiliki ukuran dan bobot tubuh yang sama dengan penerima. Ini dilakukan guna memastikan jika ukuran organ hati tidak jauh berbeda.
  9. Memiliki golongan darah dan tipe jaringan yang sama.
  10. Bersih dari rokok dan alkohol dalam waktu yang sudah ditentukan.

Setelah semuanya cocok, prosedur donor hati bisa dilakukan. Prosesnya diawali dengan pengambilan organ hati dari penerima dan menggantinya dari pendonor. Operasi memakan waktu selama 6 hingga 12 jam.

Persiapan Sebelum Donor Hati 

Pertama-tama, dokter akan mengevaluasi kondisi kesehatan fisik dan mental calon pendonor dan penerima. Prosesnya melalui tes fungsi hati dan pemeriksaan lain, termasuk tes penyakit menular dan kronis.

Kecocokan antara penerima dan pendonor juga dilakukan berdasarkan ukuran organ, usia, golongan darah dan postur tubuh. Selama menunggu proses ini, pendonor diwajibkan untuk menjalani pola hidup sehat.

Dokter juga akan merekomendasikan pedoman diet sehat terkait dengan makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. Pendonor juga diwajibkan rutin berolahraga dan menjaga kesehatan mentalnya agar tetap stabil.

Kemungkinan Efek Samping Pasca Prosedur

Adapun risiko efek samping yang bisa saja dialami oleh pendonor, yakni:

  • Reaksi alergi terhadap cairan anestesi.
  • Mual dan muntah-muntah.
  • Infeksi pada luka sayat di area dada.
  • Perdarahan abnormal hingga memerlukan transfusi darah.
  • Risiko gangguan pembekuan darah.
  • Kerusakan pada organ atau jaringan di dekat hati.

Guna memastikan kesehatan organ hati sebelum memutuskan untuk jadi pendonor, kamu bisa membuat janji medis guna melakukan pemeriksaan. Dapatkan juga informasi lain seputar kesehatan dengan mendownload Halodoc sekarang juga.

Referensi:
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2022. Living Donor Liver Transplant.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2022. What to Expect as a Liver Donor.