Mengapa Banyak Orang Suka Diramal?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Mengapa Banyak Orang Suka Diramal?

Halodoc, Jakarta – Memikirkan tentang masa depan memang tidak akan ada habisnya. Terkadang kita merasa takut atau senang saat memikirkan hal yang terjadi di masa mendatang. Untuk menjawab rasa penasaran, tidak sedikit orang yang ingin diramal untuk mengetahui kondisi kehidupannya di masa mendatang. Ramalan punya berbagai metode, seperti primbon, menghitung tanggal lahir, membaca telapak tangan atau membaca kartu tarot.

Meski ramalan yang diperoleh belum tentu tepat, tetapi banyak orang yang merasa ketagihan dan ingin terus menerus di ramal. Lantas, mengapa banyak orang suka diramal? Berikut penjelasannya.

Baca Juga: 10 Tanda Kalau Kondisi Psikologis Sedang Terganggu

Suka Diramal, Mungkinkah Efek Barnum?

Meski tidak semua orang percaya dengan ramalan, tetapi sebenarnya apa yang membuat sebagian orang sangat suka diramal? Setiap orang pasti menjawabnya berbeda-beda, tetapi sebagian besar menjawab untuk memuaskan rasa penasaran tentang hal-hal yang terjadi di masa depan, sehingga orang tersebut bisa mencegah maupun mempersiapkannya sejak dini. Jika ditinjau melalui dunia psikologi, terdapat istilah yang disebut efek Barnum. 

Efek Barnum muncul ketika seseorang percaya pada deskripsi tentang dirinya yang seolah dibuat khusus untuk dirinya sendiri. Padahal deskripsi tersebut sebenarnya umum, sehingga bisa berlaku untuk banyak orang. Contohnya, ada seseorang yang berkata “Kamu pasti sedang mendambakan sesuatu yang telah kamu nanti sejak lama. Betul?” Ketika kamu menyetujuinya, hal ini juga dapat dilakukan kepada semua orang.

Jika dipikirkan lebih dalam, semua orang pasti mendambakan atau mengharapkan hal yang telah dinantinya sejak lama. Jadi, sebenarnya kata-kata ini bisa dilontarkan pada orang lain yang hampir 100% mengiyakan. Namun, beberapa orang menganggap itu kata-kata yang tepat dan persis apa yang sedang Ia pikirkan saat ini. Efek Barnum bisa semakin kuat jika si peramal mengatakan hal-hal positif maupun negatif tentang dirinya. 

Baca Juga: Hubungan Asmara Juga Butuh Ilmu Psikologi

Lantas, Mengapa Banyak Orang Suka Diramal?

Hampir semua orang yang suka diramal takut dengan hal-hal yang tidak pasti. Mereka menganggap bahwa masa depan yang tidak pasti penuh dengan risiko dan ancaman. Semakin sedikit informasi tentang masa depan, maka mereka semakin merasa terancam dan tidak aman. Mereka takut tidak bisa melindungi diri dari hal-hal yang tidak bisa ditebak seperti kehilangan, kegagalan, duka, da nasib yang kurang beruntung.

Saat diramal, harapannya mereka bisa mengetahui situasi di masa depan, sehingga yang baik maupun buruk bisa dipersiapkan atau dicegah. Misalnya peramal mengatakan bahwa dalam 3 tahun ke depan, usaha yang kamu miliki mengalami kebangkrutan. Setelah mendengarnya, kamu pasti berusaha keras untuk membenahi usaha yang telah dirintis agar menjadi lebih baik. Dapat dikatakan, mengetahui ramalan adalah cara untuk mengendalikan hidup dan nasib. 

Intinya, keputusan untuk memercayai ramalan atau tidak tergantung pada diri masing-masing. Kalau kamu sangat suka diramal, kamu tetap harus bijak dalam mengambil keputusan besar. Jangan memercayai ramalan 100% yang belum tentu kebenarannya. 

Baca Juga: Sering Baca Ramalan Zodiak, Ini Alasan Psikologisnya

Kalau kamu punya pertanyaan lain seputar efek barnum atau kondisi lain yang berhubungan dengan psikologi, diskusikan saja bersama psikolog Halodoc. Lewat aplikasi, kamu bisa menghubungi psikolog kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi :
Psychology Today. Diakses pada 2019. Why Do We Keep Predicting The Future If We Are So Often WRONG?.
Britannica. Diakses pada 2019. Barnum effect.