Mengatasi Insomnia dengan Pil Tidur, Amankah?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Mengatasi Insomnia dengan Pil Tidur, Amankah?

Halodoc, Jakarta - Sehat itu tidak sebatas pada konsumsi makanan kaya nutrisi dan menjaga kebugaran dengan berolahraga. Kesehatan seseorang juga dinilai dari kualitas tidur malam yang kamu miliki. Ahli kesehatan merekomendasikan pada orang dewasa untuk tidur malam antara 6 hingga 8 jam setiap harinya.

Bukan tanpa alasan, tidur membantu tubuh dan otak berfungsi dengan baik. Tidur nyenyak dan berkualitas meningkatkan pembelajaran, memori, pengambilan, keputusan, bahkan kreativitas. Tidak hanya itu, tidur cukup juga dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, diabetes, stroke, dan obesitas yang rendah.

Namun, zaman yang semakin modern dan canggih membuat orang-orang kini tidak mendapatkan cukup waktu untuk beristirahat, terlebih pada malam hari. Insomnia ini yang kemudian membuat mereka tanpa sadar mengubah pola hidup menjadi tidak sehat. Padahal, pola hidup ini memicu terjadinya berbagai penyakit serius.

Beberapa orang lantas memutuskan untuk mengonsumsi obat tidur agar bisa terlelap pada malam hari. Namun, sebenarnya aman atau tidak mengonsumsi pil tidur untuk atasi insomnia?

Baca juga: Jangan Dibiarkan, Insomnia Bisa Sebabkan 7 Penyakit Ini

Mengatasi Insomnia dan Obat Tidur

Obat tidur dapat menjadi solusi terbaik untuk pengidap gangguan sulit tidur tapi hanya untuk sesekali waktu. Jika insomnia terjadi dalam jangka waktu yang lama dan berlangsung setiap malam, maka ini adalah pertanda tidak baik. Bisa jadi, kamu terlalu banyak konsumsi kafein atau berinteraksi terlalu lama dengan benda elektronik ketika akan beranjak tidur.

Sederhananya, obat tidur merupakan solusi sementara, alias tidak untuk konsumsi jangka panjang. Biasanya, pil tidur ini direkomendasikan untuk orang-orang yang baru melakukan perjalanan jarak sangat jauh, seperti melintasi benua, atau baru saja pulih dari suatu prosedur medis.

Risiko Konsumsi Obat Tidur Terlalu Banyak Untuk Mengatasi Insomnia

Kamu perlu tahu, semua pil tidur memiliki efek samping yang berbeda, bergantung pada jenis, dosis, dan daya tahannya pada tubuh. Efek samping yang umum terjadi seperti rasa kantuk berkepanjangan pada hari berikutnya, sakit kepala, nyeri otot, sembelit, mulut kering, hingga sulit berkonsentrasi.

Baca juga: Susah Tidur? Ini Cara Mengatasi Insomnia

Risiko lain dari konsumsi obat tidur berlebihan yaitu terjadinya ketergantungan. Hal lain yang perlu kamu ketahui adalah ada beberapa jenis obat tidur, terutama pil yang diresepkan oleh dokter dapat memicu ketergantungan. Mengandalkan obat tidur kala insomnia sesekali tidak masalah. Namun, jika dikonsumsi setiap hari, bukan tidak mungkin terjadi ketergantungan. Artinya, kamu membutuhkan obat tersebut setiap malam, terlepas apakah kamu bisa tidur atau tidak.

Lalu, jangan lupa pula bahwa beberapa obat bisa berinteraksi dengan jenis obat yang lain. Ini dapat memperburuk efek samping dan terkadang membahayakan, terutama interaksinya dengan obat penghilang rasa sakit yang diresepkan dokter atau obat penenang lainnya.

Coba cermati, apakah ada masalah yang sedang terjadi pada diri kamu, karena insomnia bisa terjadi karena stres atau terlalu banyak pikiran. Menggunakan obat tidur membuat masalah awal sulit tidur menjadi tidak bisa teridentifikasi, terlebih jika masalahnya ternyata tidak bisa diatasi dengan konsumsi obat tidur.

Baca juga: Alasan Kenapa Banyak Wanita Kena Insomnia

Jadi, jangan sepelekan dampak negatif obat tidur. Sebaiknya, gunakan alternatif yang lebih rendah risiko, seperti konsumsi teh chamomile atau teh hijau beberapa saat sebelum tidur. Kamu bisa mengetahui dampak negatif obat tidur lainnya atau cara mengatasi insomnia langsung dengan bertanya pada dokter ahlinya. Caranya mudah, download aplikasi Halodoc. Di aplikasi Halodoc, kamu bisa melakukan tanya jawab dengan dokter melalui layanan Tanya Dokter.