Ini Pengobatan yang Bisa Dilakukan untuk Mengatasi Vaginosis Bakterialis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini Pengobatan yang Bisa Dilakukan untuk Mengatasi Vaginosis Bakterialis

Halodoc, Jakarta - Masalah pada Miss V sebenarnya enggak hanya menyoal keputihan saja. Sebab, organ yang satu ini juga bisa terserang keluhan lainnya, seperti vaginosis bakterialis. Kondisi ini disebabkan, karena terganggunya keseimbangan flora normal di dalam Miss V.

Sebenarnya, ada bakteri baik dalam tubuh yang berfungsi melindungi dari bakteri jahat yang bisa menyebabkan infeksi. Akan tetapi, jumlah bakteri baik di dalam Miss V ini bisa berkurang, bila seseorang mengidap vaginosis bakterialis.

Baca juga:Miss V Terasa Gatal dan Nyeri, Gejala Terkena Vaginosis Bakterialis

Yang perlu digarisbawahi, vaginosis bakterialis ini bisa menyerang wanita di segala usia, lho. Tapi, sebagian besar kasus kondisi ini lebih terjadi ketika wanita dalam masa reproduksi, yaitu 15–44 tahun.

Meski vaginosis bakterialis terbilang infeksi ringan, namun bila dibiarkan tanpa pengobatan bisa menyebabkan infeksi menular seksual. Bahkan, juga dapat memicu komplikasi selama masa kehamilan.

Lantas, bagaimana sih cara mengatasi masalah ini? Obat vaginosis bakterialis yang perlu diminum pengidapnya?

Awasi Penyebabnya

Penyebab utama dari masalah Miss V ini karena pertumbuhan berlebih bakteri tertentu. Alhasil, akan mengganggu keseimbangan alami bakteri di dalam Miss V. Di dalam Miss V sendiri ada bakteri baik dan jahat. Lactobacillus merupakan bakteri berperan membatasi pertumbuhan bakteri jahat. Caranya dengan menjaga pH normal atau tingkat keasaman Miss V. Bakteri ini amat mendominasi jumlah bakteri di dalam Miss V, kira-kira sekitar 95 persen.

Sedangkan bakteri anaerob, merupakan bakteri jahat. Pertumbuhan anaerob akan berlebih ketika jumlah bakteri baik menurun. Nah, hal inilah yang akan menyebabkan vaginosis bakterialis.

Baca juga:Keputihan Berbau Tak Sedap, Indikasi Vaginosis Bakterialis?

Sebenarnya, penyebab terganggunya keseimbangan pertumbuhan bakteri di dalam Miss V belum diketahui pasti. Akan tetapi, setidaknya ada sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko vaginosis bakterialis. Seperti penurunan bakteri Lactobacillus secara alami, merokok, dan sering berganti pasangan seksual serta tidak menggunakan kondom.

Obat Vaginosis Bakterialis

Kondisi infeksi pada Miss V, sebenarnya bisa sembuh dengan sendiri. Tapi, ada beberapa obat yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini. Nah, karena infeksinya disebabkan oleh bakteri, maka obat vaginosis bakterialis adalah dengan menggunakan antibiotik. Contohnya:

1. Metronidazole

Obat ini merupakan obat yang sangat efektif sebagai terapi vaginosis bakterialis serta tingkat rekurensi yang yang kurang dari 50 persen. Metronidazole tersedia dalam bentuk tablet atau dalam bentuk ovula sebagai kombinasi dengan antijamur. Efek samping yang dapat timbul, antara lain reaksi alergi ringan hingga berat.

Alergi ringan biasanya ditandai dengan gatal-gatal. Bengkak pada wajah, bibir, mata, ataupun tenggorokan, sehingga sulit bernapas dapat terjadi pada alergi yang lebih berat. Selain itu, metronidazole juga dapat menyebabkan sakit kepala, mual, kebas pada tangan dan kaki. Karena itu, pastikan berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

Baca juga:Membersihkan Miss V dengan Sabun, Jadi Pemicu Terkena Vaginosis Bakterialis?

2. Ampisilin atau Amoksisilin

Antibiotik ini dapat menjadi alternatif terapi bagi vaginosis bakterialis. Tapi, angka rekurensi vaginosis bakterialis lebih dari 50 persen. Selain itu, seringnya penggunaan antibiotik ini bisa menyebabkan munculnya kuman-kuman yang kebal pada obat ini.  

3. Klindamisin

Obat vaginosis bakterialis yang satu ini dapat menjadi pilihan apabila terdapat alergi atau efek samping pada metronidazole. Obat ini biasanya dikonsumsi dalam sediaan tablet dan perlu resep dokter.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan lainnya pada Miss V? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!