13 September 2018

Mengenal 2 Jenis Tantrum pada Anak

tantrum anak, menghadapi anak tantrum, anak tantrum

Halodoc, Jakarta – Mengatasi anak yang hobi marah-marah dan mengamuk memang bukan perkara mudah. Biasanya, kondisi ini dikenal dengan istilah tantrum. Tantrum sendiri adalah ledakan emosi yang dirasakan oleh anak-anak atau orang dewasa yang memiliki masalah dalam emosional. Biasanya tantrum ditandai dengan sikap keras kepala, menangis dengan kerah, marah-marah, dan sulit untuk menenangkan diri. Namun, tantrum pada anak merupakan hal yang umum terjadi. Hal ini bisa dijadikan sebagai pengukur dari kekuatan pengembangan karakter pada anak-anak.

Tantrum biasanya muncul pada anak yang memiliki usia 15 bulan ke atas. Hal ini terjadi karena ketidakmampuan anak untuk menjelaskan apa yang menjadi keinginannya dengan kata-kata. Karena itu, emosi mereka meledak dan menjadi tantrum. Tidak ada salahnya ibu mengetahui beberapa jenis tantrum pada anak, agar ibu bisa menangani tantrum pada anak dengan baik.

1. Tantrum Manipulatif

Biasanya, tantrum manipulatif akan muncul jika keinginan anak tidak dipenuhi. Dengan kata lain, tantrum manipulatif adalah salah satu tindakan yang dilakukan oleh anak-anak ketika keinginannya tidak terpenuhi dengan baik. Ini adalah tantrum yang dibuat-buat oleh anak-anak untuk membuat orang lain memenuhi keinginannya. Perlu diingat, tantrum manipulatif tidak terjadi pada semua anak. Kebanyakan tantrum manipulatif muncul akibat adanya penolakan.

Banyak hal yang bisa ibu lakukan untuk menghentikan anak dari kondisi tantrum. Tenangkan anak. Ibu bisa membawa anak ke tempat yang lebih tenang, pantau anak dan awasi, bebaskan dia untuk melakukan apa yang dia mau untuk bisa meluapkan emosinya. Pastikan ibu atau pasangan juga mampu menguasai emosi agar orangtua juga bisa terlihat tetap tenang dalam menghadapi anak yang tantrum. Jika anak sudah tenang, berikan penjelasan kepada anak bahwa perilaku seperti tadi tidak bisa diterima dengan kata-kata yang lebih mudah dimengerti oleh anak. Beri penjelasan yang baik bagaimana seharusnya anak bersikap untuk mendapatkan yang dia inginkan.

2. Tantrum Frustasi

Biasanya anak akan mengalami tantrum frustasi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kelelahan, kelaparan, atau gagal melakukan sesuatu. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan orangtua jika anak mengalami tantrum frustasi. Dekati anak dan buatlah anak menjadi tenang. Kemudian, bantu anak untuk menyelesaikan apa yang tidak bisa dia lakukan. Setelah anak tenang dan berhasil melakukan apa yang dia inginkan, berikan penjelasan kepada anak bahwa perilaku yang dilakukan tidak baik. Ajari anak untuk meminta pertolongan kepada orangtua atau orang lain yang anak kenal. Tidak ada salahnya sesekali memberikan pujian kepada anak jika dia berhasil melakukan sesuatu tanpa tantrum. Saat anak meminta pertolongan berikan pertolongan dengan lembut dan kasih sayang.

Tantrum pada anak memang terkadang merepotkan. Namun, disini peran orangtua sangat dibutuhkan untuk membantu perkembangan dan karakter anak. Ketika menenangkan anak, sebaiknya orangtua menghindari tindakan kekerasan pada anak agar anak merasa dihargai. Orangtua adalah panutan bagi anak, sebaiknya lakukan perilaku yang bisa dijadikan pelajaran untuk anak.

Apabila tantrum anak sudah tidak bisa dikontrol, ibu bisa bertanya kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Ibu bisa gunakan fitur Contact Doctor. Dengan menggunakan Voice/Video Call atau Chat, ibu bisa mendapatkan jawaban langsung dari dokter ahli di Halodoc. Yuk download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: