• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Obat Nicardipine untuk Mengatasi Hipertensi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Obat Nicardipine untuk Mengatasi Hipertensi

Mengenal Obat Nicardipine untuk Mengatasi Hipertensi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 11 Agustus 2022

“Nicardipine adalah obat penurun tekanan darah yang digunakan pada pengidap hipertensi. Obat ini bekerja dengan mengendalikan aliran kalsium ke dalam sel jantung dan pembuluh darah.”

Mengenal Obat Nicardipine untuk Mengatasi HipertensiMengenal Obat Nicardipine untuk Mengatasi Hipertensi

Halodoc, Jakarta – Nicardipin termasuk ke dalam golongan obat antagonis kalsium. Obat ini bekerja dengan mengendalikan atau menghambat masuknya aliran kalsium ke dalam sel jantung dan pembuluh darah.

Kondisi tersebut membuat pembuluh darah jadi lebih rileks sehingga aliran darah bisa berjalan lebih lancar. Dengan begitu, pasokan darah menuju organ jantung semakin meningkat sehingga beban kerja jantung akan berkurang.

Nicardipine efektif untuk menurunkan tekanan darah pada pengidap hipertensi (tekanan darah tinggi). Tekanan darah yang terkendali dapat meminimalisir komplikasi, seperti gagal jantung, serangan jantung, gagal ginjal dan stroke.

Dosis Penggunaan Obat

Obat diberikan melalui infus sebanyak 3 hingga 5 miligram per jam sebagai dosis awal. Dosis bisa ditingkatkan menjadi 15 miligram per jam. Jika tekanan darah mulai stabil, dosis dikurangi menjadi 2 hingga 4 miligram per jam.

Cara Tepat Menggunakan Obat

Nicardipine tersedia dalam bentuk cairan yang diberikan melalui infus ke dalam otot atau pembuluh darah. Selama proses berlangsung, tim medis akan memantau detak jantung dan tekanan darah pengidap guna mengetahui reaksi tubuh.

Meski pemberian dikhususkan untuk pengidap hipertensi, tapi obat tidak dapat menyembuhkan penyakit. Nicardipine hanya membantu mengendalikan gejala yang dialami oleh pengidap.

Guna memaksimalkan kinerja obat dalam tubuh, pengidap disarankan untuk mengubah pola hidup jadi lebih sehat dengan cara:

  • Mengonsumsi makanan rendah garam.
  • Menghindari konsumsi alkohol dan merokok.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Rutin berolahraga 30 menit setiap hari.

Interaksi Obat Nicardipine

Nicardipine menimbulkan reaksi jika dikonsumsi dengan beberapa jenis obat lain. Golongan obat yang dimaksud, antara lain:

  • Propranolol, carvedilol atau atenolol. Konsumsi bersamaan dengan ketiga jenis obat tersebut meningkatkan risiko gagal jantung.
  • Carbamazepine atau rifampicin. Konsumsi bersamaan dengan dua jenis obat tersebut menurunkan kadar nicardipine dalam darah.
  • Cimetidine. Konsumsi bersamaan dengan obat tersebut meningkatkan kadar nicardipine dalam darah.
  • Ciclosporin, tacrolimus, sirolimus, atau digoxin. Konsumsi bersamaan dengan nicardipine meningkatkan kadar empat jenis obat tersebut dalam darah.

Hindari Pemberian Obat pada Kelompok Ini

Ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan sebelum memberikan obat. Ini bertujuan agar dextrose bisa diserap tubuh dan bekerja dengan baik.

Adapun kelompok yang tidak bisa menggunakan obat, termasuk:

1. Alergi

Obat tidak boleh diberikan pada seseorang yang alergi terhadap kandungan nicardipine. Peraturan berlaku pada pengidap jenis alergi lain, seperti zat pewarna, makanan, pengawet atau bulu hewan.

2. Lansia

Sejauh ini belum ada studi yang dilakukan terkait dengan efek samping penggunaan dextrose pada lansia. Perlu kehati-hatian khusus karena penggunaan obat pada lansia bisa berdampak pada masalah irama jantung.

3. Ibu Menyusui

Tidak ada penelitian yang memadai terkait dengan penggunaan dextrose pada ibu menyusui. Obat baru boleh diberikan jika manfaatnya lebih besar ketimbang risiko efek samping yang bisa saja terjadi.

Efek Samping Penggunaan Obat

Tidak semua pengguna mengalami efek samping setelah pemakaian. Namun, beberapa kondisi yang perlu diwaspadai, meliputi:

  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Sakit perut akibat asam lambung berlebihan.
  • Sensasi rasa hangat yang muncul di area leher, dada dan wajah.
  • Mual.
  • Mulut kering.
  • Kram otot.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Pembengkakan pada kaki atau tungkai.
  • Tekanan darah rendah (hipotensi).

Reaksi alergi serius juga bisa terjadi. Adapun beberapa gejala yang dialami pengidap, termasuk:

  • Kesulitan bernapas dan menelan.
  • Pembengkakan di area wajah, bibir, lidah atau mata.
  • Peningkatan atau penurunan detak jantung.
  • Penghilatan kabur.
  • Rasa sesak di dada.
  • Nyeri di area dada.
  • Kehilangan kesadaran atau pingsan.

Disarankan untuk segera buat janji rumah sakit jika mengalami beberapa efek samping yang telah disebutkan. Penanganan secepatnya dapat mencegah efek samping jadi semakin parah.

Jika kamu membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup, dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Medline Plus. Diakses pada 2022. Nicardipine.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Nicardipine (Oral Route).