Mengenal Penyakit Celiac, Penyakit Autoimun yang Bereaksi Terhadap Gluten

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Mengenal Penyakit Celiac, Penyakit Autoimun yang Bereaksi Terhadap Gluten

Halodoc, Jakarta - Penyakit celiac adalah sebuah penyakit yang terjadi karena seseorang mengonsumsi gluten dan membuat tubuh mengalami kelainan autoimun. Pada pengidap penyakit celiac, sistem kekebalan tubuhnya akan bereaksi terhadap gluten. Penyakit ini dapat merusak lapisan usus halus dan membuat penyerapan nutrisi terhambat.

Gluten adalah sejenis protein yang terkandung dalam gandum, padi, dan sereal. Gluten mempunyai dampak baik untuk tubuh, tetapi beberapa orang tidak dapat mengonsumsi makanan yang mengandung protein tersebut karena mengidap penyakit celiac. Gluten berfungsi untuk membuat adonan makanan menjadi kenyal dan elastis.

Pengidap penyakit celiac akan mengalami diare, badan terasa lemas, hingga anemia setelah mengonsumsi makanan yang mengandung gluten. Hingga saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit celiac. Walau begitu, cara yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit ini adalah dengan menerapkan pola makan bebas gluten.

Jika penyakit celiac terjadi pada anak-anak, kemungkinan dapat membuat pertumbuhan melambat dan tulang menjadi lemah. Lalu, apabila tidak mendapatkan pengobatan, anak-anak mungkin saja akan masalah yang sangat serius. Apabila anak ibu mengalami gejala, seperti berat badan turun drastis, diare, atau selalu merasa lemas seharian tanpa berkegiatan, segeralah berdiskusi dengan dokter.

Penyebab Penyakit Celiac

Penyakit celiac dapat disebabkan oleh sistem imun, genetik, serta faktor lingkungan yang dapat memengaruhi berkembangnya penyakit ini. Walau begitu, beberapa kasus penyakit celiac juga muncul karena efek samping dari operasi, kehamilan, dan infeksi.

Pada pengidap celiac, antibodi akan menyebabkan usus halus meradang dan bengkak. Zat dari antibodi tersebut akan membuat permukaan usus rusak, sehingga proses penyerapan nutrisi dari makanan tidak maksimal. Lalu, pengidap celiac juga dapat mengalami perubahan sel pada usus halus.

Selain itu, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit celiac adalah:

  • Faktor keturunan. Seseorang yang memiliki anggota keluarga yang mengidap celiac, risiko terserang penyakit tersebut akan menjadi lebih tinggi.

  • Faktor lingkungan. Seseorang yang pernah mengidap infeksi pencernaan mempunyai risiko lebih tinggi mengidap penyakit celiac.

  • Penyakit tertentu. Penyakit tertentu dapat meningkatkan risiko mengidap penyakit celiac pada seseorang.

Gejala Penyakit Celiac

Gejala dari penyakit celiac yang muncul dapat dikategorikan ringan hingga berat dan juga sering muncul lalu menghilang. Pada kasus yang ringan, gejala yang timbul sering tidak terlihat, sehingga dapat menimbulkan komplikasi ketika sudah terdeteksi. Walau begitu, jika gejala yang ringan telah terlihat, umumnya pengobatan akan langsung dilakukan untuk menghindari komplikasi.

Gejala penyakit celiac yang umum adalah diare. Kondisi tersebut disebabkan oleh sistem pencernaan yang sulit menyerap nutrisi secara maksimal, sehingga membuat tinja yang dibuang masih mengandung lemak tinggi. Selain itu, tinja yang keluar dari tubuh pengidap celiac akan berminyak dan berbau tidak sedap.

Gejala penyakit celiac yang mungkin timbul selain diare antara lain:

  • Terasa kesemutan dan mati rasa di ujung jari tangan dan kaki.

  • Beberapa bagian tubuh mengalami pembengkakan.

  • Mengalami anemia.

  • Kepadatan tulang menurun.

  • Nyeri sendi.

  • Gangguan fungsi limpa.

Selain itu, pengobatan penyakit celiac yang dapat dilakukan adalah:

  • Vaksinasi. Vaksin ini berguna untuk melindungi pengidapnya dari infeksi.

  • Suplemen. Suplemen berguna untuk membuat pengidapnya mendapatkan nutrisi yang tidak dapat diserap tubuh.

  • Kortikosteroid. Obat ini diberikan untuk meredakan gejala yang timbul pada saat proses penyembuhan usus.

Jika kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut mengenai penyakit celiac, kamu dapat bertanya kepada dokter dari Halodoc. Komunikasi dapat dengan mudah dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Kamu juga bisa membeli obat di Halodoc. Tanpa perlu keluar rumah, pesananmu akan sampai tujuan dalam waktu satu jam. Ayo, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: