• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal SARS yang Juga Dipicu oleh Virus Corona

Mengenal SARS yang Juga Dipicu oleh Virus Corona

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Bukan hanya COVID-19 saja yang disebabkan oleh virus corona. Virus ini sebenarnya merupakan kelompok virus yang menyebabkan penyakit pada pernapasan. Selain COVID-19, virus corona juga bisa menjadi penyebab penyakit lain, seperti SARS atau Severe Acute Respiratory Syndrome, yang disebabkan oleh virus SARS-associated coronavirus (SARS-CoV).

SARS pertama kali ditemukan di Guangdong, China, pada 2002. Namun, penyakit ini baru teridentifikasi pada awal 2003. Kemudian, penyakit ini menyebar dengan cepat ke berbagai negara. Cara penularan SARS sangat mudah, yaitu ketika menghirup percikan droplets yang dikeluarkan pengidap, saat bersin atau batuk.

Baca juga: Cara Penularan SARS yang Harus Diketahui

Gejala yang Ditimbulkan SARS

Setelah terinfeksi virus SARS-CoV, gejala umumnya muncul 2-10 hari setelahnya. Namun, pada beberapa kasus, bisa juga baru muncul 14 hari setelahnya. Gejala yang ditimbulkan penyakit ini bisa bervariasi pada setiap orang. Umumnya, gejala yang muncul dapat berupa:

  • Demam.
  • Batuk.
  • Sesak napas.
  • Nafsu makan menurun.
  • Tubuh mudah lelah.
  • Menggigil.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot.
  • Diare.
  • Mual.
  • Muntah.

Meski mirip dengan flu, gejala SARS bisa memburuk dengan cepat. Pada kebanyakan kasus, SARS juga bisa berkembang menjadi pneumonia atau peradangan pada kantong udara dalam paru-paru. Jadi, jika kamu mengalami berbagai gejala seperti disebutkan tadi, segera download aplikasi Halodoc untuk membicarakannya pada dokter, ya!

Baca juga: Cara Pengobatan SARS yang Penting Untuk Diketahui

Ragam Cara Penularan SARS

SARS terjadi akibat infeksi virus bernama SARS-CoV. Virus ini diduga berasal dari kelelawar dan luwak, yang kemudian bermutasi menjadi virus baru yang bisa menular dari hewan ke manusia, dan antar manusia.

Secara umum, penularan virus penyebab SARS terjadi melalui beberapa cara berikut:

  • Menghirup percikan liur pengidap SARS yang batuk atau bersin.
  • Menyentuh mulut, mata, atau hidung dengan tangan yang terkontaminasi percikan liur pengidap SARS.
  • Berbagi alat makan dan minum dengan pengidap SARS.

Selain itu, seseorang juga dapat tertular SARS ketika menyentuh barang yang terkontaminasi oleh feses pengidap SARS. Penularan ini terjadi jika pengidap SARS tidak mencuci tangan dengan bersih setelah buang air besar. Risiko penularan SARS dapat meningkat pada orang yang berkontak dekat dengan pengidap, misalnya berada di daerah yang mengalami wabah, tinggal serumah dengan pengidap, atau merawat pengidap SARS.

Baca juga: Pernah Mewabah, Ini Fakta Mengenai SARS

Langkah Pencegahan SARS yang Bisa Dilakukan

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah atau setidaknya menurunkan risiko tertular SARS, yaitu:

  • Jangan pergi ke daerah endemik SARS. Jika memang terpaksa bepergian ke daerah tersebut, pastikan untuk selalu menjaga kesehatan, hindari pusat keramaian, menggunakan masker, dan ikuti protokol atau aturan yang diberlakukan di negara tersebut.
  • Rutin cuci tangan dengan menggunakan air mengalir dan sabun. Jika tidak ada, gunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol setidaknya 60 persen.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut sebelum mencuci tangan.

Jika kamu didiagnosis SARS, selain menjalani pengobatan, usahakan untuk mengisolasi diri, selalu menjaga kebersihan diri, memakai masker, rutin cuci tangan, dan jangan berbagi peralatan pribadi dengan orang lain. Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan penyakit pada orang lain. 

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Frequently Asked Questions About SARS.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Healthline. Diakses pada 2020. SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).