Mengidap Kanker Hati, Inilah 7 Metode Pengobatan yang Bisa Dilakukan

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Mengidap Kanker Hati, Inilah 7 Metode Pengobatan yang Bisa Dilakukan

Halodoc, Jakarta - Kanker hati adalah salah satu masalah yang cukup sering terjadi pada sel hati. Kanker ini bermula dari tumor yang tumbuh di hati dan bukan disebabkan oleh penyebaran dari organ lain dalam tubuh. Hati sendiri adalah organ tubuh yang memegang peranan penting untuk membersihkan darah dari racun dan berbagai zat berbahaya. Jika fungsinya terganggu, maka racun di dalam tubuh keluar. Berdasarkan penyebabnya, kanker hati terbagi menjadi dua jenis, antara lain:

  • Kanker hati primer. Penyakit ini muncul dan tumbuh pertama kali di organ hati. Umumnya kanker hati jenis ini terjadi akibat komplikasi dari penyakit hati seperti hepatitis ataupun sirosis. Kondisi ini bisa terjadi pada mereka yang mengalami kelainan hati akibat cacat lahir, penyalahgunaan alkohol, atau infeksi kronis dengan penyakit seperti hepatitis B dan C, dan hemochromatosis (penyakit keturunan yang terkait dengan terlalu banyak zat besi dalam hati).

  • Kanker hati sekunder. Tidak semua kanker hati muncul karena penyakit dari hati itu sendiri. Penyakit ini bisa muncul dari organ lain dalam tubuh seperti usus, paru-paru, atau payudara dan menyebar ke hati disebut kanker metastasis.

Baca Juga: Ayo Cari Tahu Fakta Menarik Seputar Hati yang Bekerja 24 Jam Nonstop

Apa Saja Gejala dari Kanker Hati?

Hampir kebanyakan kasus kanker hati tidak menunjukkan gejala di awal. Itu sebabnya, gejala kanker hati mungkin pada setiap orang bisa berbeda. Sementara itu, ini gejala yang wajib dicurigai antara lain: 

  • Penurunan berat badan secara drastis.

  • Mual dan muntah.

  • Nyeri di bagian perut.

  • Perut yang membesar tanpa sebab.

  • Gangguan makan.

  • Tampak lemas dan lesu (tidak bertenaga).

  • Jaundice/penyakit kuning.

  • Tinja berwarna pucat.

Baca Juga: Jangan Disepelekan, Ini 9 Gejala Kanker Hati

Langkah Pengobatan Kanker Hati

Kanker hati dapat diatasi dengan berbagai cara dan biasanya disesuaikan dengan penyebabnya. Nah, beberapa pilihan pengobatan yang bisa dilakukan antara lain: 

  • Operasi. Tindakan ini dirasa cukup optimal, tetapi kebanyakan pasien tidak dapat menjalaninya jika sirois telah menyebar. Operasi bisa dilakukan untuk  tumor yang ukurannya kurang dari 5cm. 

  • Ablasi. Tindakan ini menghancurkan sel kanker secara langsung. Pengobatan ini akan menginjeksi etanol, atau suhu yang beku (siroterapi) untuk menghancurkan sel kanker. Pengobatan ini cocok bagi pasien yang tidak bisa melakukan operasi atau transplantasi.

  • Kemoterapi. Pasien yang tidak bisa dioperasi dapat diobati dengan metode lain termasuk dengan kemoterapi. Obat disuntik ke arteri, supaya darah bisa memompa ethanol langsung ke tumor dan menghancurkannya. Meski efektif, namun terdapat efek samping dari pengobatan jenis ini. 

  • Transplantasi hati. Prosedur ini dilakukan dengan mengganti organ hati pasien dengan hati yang sehat. Pengobatan ini cocok dilakukan untuk pasien yang tumornya telah membesar. 

  • Terapi radiasi. Dengan menggunakan sinar tinggi energi, maka sel kanker bisa dibunuh. 

  • Terapi target. Pengobatan ini melibatkan pemberiaan obat-obatan yang secara khusus menargetkan sel kanker. Obat-obatan tertentu bisa menghancurkan sel kanker di mana mereka menjadi rentan.

  • Embolisasi dan kemoembolisasi. Pilihan pengobatan ini bisa dijalankan oleh mereka yang tidak bisa melakukan operasi atau transplantasi. Ini adalah teknik untuk menyumbat arteri hati menggunakan spon kecil atau partikel lain. Prosedur ini dilakukan dengan cara memotong suplai darah pada sel kanker. Embolisasi bisa sementara atau permanen. Pembuluh darah pada bagian tersebut bisa mensuplai darah pada hati sementara arteri pada kanker dihalangi. Sementara itu pada kemoembolisasi, kemoterapi diinjeksi ke dalam arteri hati sebelum partikel disuntikkan. Penyumbatan kemudian menjaga kemoterapi pada hati untuk beberapa jangka waktu lama.

Baca Juga:  Sirosis atau Hepatitis? Kenali Bedanya!

Pastikan untuk selalu melakukan pemeriksaan kesehatan agar terhindar dari berbagai penyakit seperti kanker hati. Hal itu penting untuk mengetahui risiko penyakit sesegera mungkin. Kini, kamu bisa merasakan sensasi seperti memiliki asisten kesehatan pribadi dengan aplikasi Halodoc. Lebih mudah menghubungi dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play!