• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kanker Hati
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kanker Hati

Kanker Hati

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kanker Hati

Hati merupakan organ yang memiliki banyak sekali fungsi. Fungsi hati antara lain menetralisir racun di dalam tubuh, membentuk protein dan faktor pembekuan darah, serta memetabolisme beberapa hormon.

Saat seseorang mengalami kanker hati atau liver, maka kondisi ini tidak bisa disepelekan. Kanker hati adalah tumor ganas yang bermula dari organ hati. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel di dalam hati bermutasi dan membentuk tumor.

Beberapa jenis kanker dapat terbentuk di hati dan jenis kanker hati yang paling umum adalah karsinoma hepatoseluler, yang dimulai pada jenis utama sel hati (hepatosit). Jenis kanker hati lainnya, seperti kolangiokarsinoma intrahepatik dan hepatoblastoma, jauh lebih jarang terjadi. 

Penyebab Kanker Hati

Penyebab kanker hati adalah mutasi atau perubahan sel-sel pada organ hati, yang berakibat tidak terkendalinya pertumbuhan sel, sehingga membentuk tumor. Kendati demikian, penyebab dari mutasi sel tersebut belum diketahui secara pasti.

Faktor Risiko Kanker Hati

Beberapa faktor risiko kanker hati, antara lain:

  • Infeksi kronis hepatitis B atau hepatitis C.
  • Kondisi tertentu, seperti diabetes, lupus, atau obesitas.
  • Konsumsi alkohol berlebihan.
  • Menjalani operasi pengangkatan kandung empedu (kolesistektomi).
  • Merokok.
  • Paparan aflatoksin, suatu racun dari jamur yang mengontaminasi tumbuh-tumbuhan yang akan dijadikan makanan, serta tidak disimpan dengan baik.
  • Adanya paparan radiasi dari foto Rontgen atau CT scan.
  • Paparan zat kimia, seperti arsenik, vinil klorida, dan trichloroethylene.
  • Penyakit hati turunan, seperti hemokromatosis dan penyakit Wilson.
  • Penyakit perlemakan hati.
  • Sirosis atau terbentuknya jaringan parut di hati.
  • Sistem kekebalan tubuh lemah, misalnya karena menderita HIV/AIDS atau baru menjalani transplantasi organ tubuh.

Gejala Kanker Hati

Gejala umum dari kanker liver, antara lain:

  • Berat badan menurun tanpa penyebab yang jelas.
  • Demam berkepanjangan yang tidak jelas penyebabnya.
  • Gangguan kesadaran
  • Gatal di seluruh tubuh.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Mata dan kulit terlihat kuning (jaundice).
  • Mual dan muntah.
  • Pembesaran limpa.
  • Penumpukan cairan dalam perut (asites).
  • Perut terasa penuh meski hanya makan sedikit.
  • Rasa tidak nyaman atau nyeri pada perut kanan atas.
  • Tinja berwarna putih seperti kapur.
  • Tubuh mudah lelah dan lemas.
  • Tubuh mudah memar dan mengalami perdarahan.
  • Ukuran hati membesar.
  • Urine berwarna gelap.

Diagnosis Kanker Hati

Dokter akan mendiagnosis kanker hati dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti:

  • Pemeriksaan darah, terutama untuk menilai fungsi organ hati serta kadar Alpha Fetoprotein (AFP) dalam darah.
  • Pencitraan dengan USG, CT scan, atau MRI, untuk mengetahui bentuk hati, keberadaan tumor, lokasi kanker, serta penyebarannya.
  • Biopsi hati, dengan mengambil sedikit jaringan hati untuk diperiksa di laboratorium.
  • Laparoskopi, untuk memeriksa kondisi bagian dalam perut dengan menggunakan selang berkamera.

Pengobatan Kanker Hati

Perawatan untuk kanker hati primer akan tergantung pada tingkat (stadium) penyakit serta usia, kesehatan secara keseluruhan dan preferensi pribadi pengidapnya. Berikut adalah beberapa jenis pengobatan yang dapat dilakukan, antara lain: 

1. Pembedahan

Jika tumor masih berukuran kecil, pengobatan utama adalah dengan melakukan operasi pengangkatan tumor, yang dapat dilanjutkan dengan transplantasi hati.

2. Perawatan Lokal 

Perawatan lokal untuk kanker liver adalah perawatan yang diberikan langsung ke sel kanker atau area di sekitar sel kanker. Pilihan pengobatan lokal untuk kanker hati meliputi:

  • Pemanasan Sel Kanker. Ablasi frekuensi radio menggunakan arus listrik untuk memanaskan dan menghancurkan sel kanker. Menggunakan tes pencitraan sebagai panduan, seperti ultrasound, dokter memasukkan satu atau lebih jarum tipis ke dalam sayatan kecil di perut. 
  • Membekukan Sel Kanker. Cryoablation akan menggunakan suhu dingin yang ekstrim untuk menghancurkan sel kanker. Selama prosedur, dokter akan menempatkan instrumen (cryoprobe) yang mengandung nitrogen cair langsung ke tumor hati. 
  • Menyuntikan Alkohol. Selama injeksi alkohol, alkohol murni akan disuntikkan langsung ke tumor. Metode ini dapat dilakukan baik melalui kulit maupun selama operasi untuk membunuh sel tumor.
  • Menyuntikan Obat Kemoterapi. Kemoembolisasi adalah jenis pengobatan kemoterapi yang memasok obat anti kanker kuat langsung ke hati.
  • Menempatkan Manik-Manik Berisi Radiasi. Bola kecil yang mengandung radiasi dapat ditempatkan langsung di hati agar dapat mengirimkan radiasi langsung ke tumor.

3. Terapi Radiasi 

Pilihan pengobatan ini menggunakan energi bertenaga tinggi dari sumber, seperti sinar-X dan proton untuk menghancurkan sel kanker dan mengecilkan tumor. 

4. Terapi Obat yang Ditargetkan

Perawatan obat yang ditargetkan fokus pada kelainan spesifik yang ada di dalam sel kanker. Dengan memblokir kelainan ini, perawatan obat yang ditargetkan dapat menyebabkan sel kanker mati.

5. Imunoterapi

Sistem kekebalan tubuh yang melawan penyakit tidak akan menyerang kanker karena sel kanker menghasilkan protein yang membutakan sel sistem kekebalan. Pilihan pengobatan imunoterapi akan bekerja dengan mengganggu proses itu. 

6. Kemoterapi 

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang tumbuh dengan cepat, termasuk sel-sel kanker. 

Komplikasi Kanker Hati

Kanker hati dapat menyebabkan sejumlah komplikasi yang mungkin diakibatkan oleh tekanan tumor pada saluran empedu atau organ lain. Selain itu, hormon yang diproduksi oleh sel kanker, disfungsi hati yang mengakibatkan penumpukan racun dalam tubuh, atau mekanisme lainnya juga dapat memicunya. 

Berikut adalah beberapa komplikasi potensial dari kanker hati: 

  • Anemia atau jumlah sel darah merah yang rendah, merupakan komplikasi yang sangat umum dari kanker hati. 
  • Obstruksi saluran empedu, yaitu kondisi dimana terdapat penyumbatan pada saluran empedu. 
  • Hiperkalsemia, atau terlalu banyak kalsium dalam darah.
  • Hipertensi portal, yaitu peningkatan tekanan pada vena portal di atas 5 mmHg.
  • Ensefalopati hepatik, yaitu hilangnya fungsi otak ketika hati yang mengalami kerusakan tidak dapat mengeluarkan racun dari darah. 

Pencegahan Kanker Hati

Berdasarkan faktor risikonya, terdapat beberapa upaya yang dapat kamu lakukan untuk mencegah kanker hati, antara lain: 

  • Mengurangi atau membatasi minuman alkohol.
  • Menjaga berat badan tetap ideal. 
  • Mendapatkan vaksin hepatitis B. 
  • Menggunakan alat pelindung diri saat terpapar bahan kimia.
  • Menjauhi NAPZA, terutama dalam bentuk suntikan. 
  • Jika terserang hepatitis B atau C, segeralah menjalani pengobatan. 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa gejala kanker hati yang tak kunjung membaik, segeralah periksakan diri ke dokter. Hal ini bertujuan agar gejala yang dirasakan dapat benar-benar didiagnosis, sehingga penanganan dapat dilakukan sedari dini. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji rumah sakit dengan dokter spesialis penyakit dalam pilihanmu. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 

Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Liver cancer.
WebMD. Diakses pada 2022. Understanding Liver Cancer, the Basics. 
NHS. Diakses pada 2022. What is liver cancer?
Verywell Health. Diakses pada 2022. Symptoms of Liver Cancer. 
Diperbarui pada 13 Mei 2022.