Mengidap Trombositopenia, Ini yang Terjadi pada Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Mengidap Trombositopenia, Ini yang Terjadi pada Tubuh

Halodoc, Jakarta - Trombositopenia adalah suatu kondisi seseorang memiliki jumlah trombosit darah yang rendah. Trombosit adalah sel darah tidak berwarna yang membantu pembekuan darah. Trombosit menghentikan pendarahan dengan menggumpal dan membentuk sumbat pada luka pembuluh darah.

Trombositopenia sering terjadi akibat kelainan yang terpisah, seperti leukemia atau masalah sistem kekebalan tubuh. Hal tersebut juga dapat merupakan efek samping dari mengonsumsi obat tertentu. Gangguan ini memengaruhi anak-anak dan orang dewasa.

Jumlah trombosit normal pada orang dewasa berkisar antara 150.000 hingga 450.000 trombosit per mikroliter darah. Jumlah trombosit pada seseorang dapat mencapai kurang dari 150.000 trombosit per mikroliter atau di bawah normal. Jika jumlah trombosit darah kamu turun di bawah normal, berarti kamu mengidap trombositopenia.

Namun, risiko untuk pendarahan serius tidak terjadi sampai jumlahnya menjadi sangat rendah, yaitu kurang dari 10.000 atau 20.000 trombosit per mikroliter. Pendarahan ringan kadang-kadang terjadi ketika jumlah kurang dari 50.000 trombosit per mikroliter.

Trombositopenia yang terjadi mungkin ringan dan menyebabkan beberapa tanda atau gejala. Dalam kasus yang jarang terjadi, jumlah trombosit mungkin sangat rendah, sehingga terjadi perdarahan dalam yang berbahaya. Salah satu cara untuk mengatasi gangguan tersebut adalah dengan perawatan.

Baca Juga : Begini Cara Diagnosis Trombositopenia

Penyebab Trombositopenia

Orang normal memiliki 150.000 hingga 450.000 trombosit per mikroliter darah yang bersirkulasi. Karena setiap trombosit hanya hidup sekitar 10 hari, tubuh akan terus memperbarui pasokan trombosit dengan memproduksi trombosit baru di sumsum tulang. Luka akan sulit sembuh jika tubuh kekurangan trombosit.

Trombositopenia dapat diturunkan atau mungkin disebabkan oleh sejumlah obat atau kondisi. Berikut beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang mengidap trombositopenia:

1. Trombosit yang Terperangkap

Limfa adalah organ kecil seukuran kepalan tangan yang terletak tepat di bawah tulang rusuk di sisi kiri perut seseorang. Biasanya, limfa berfungsi untuk melawan infeksi dan menyaring bahan yang tidak diinginkan dari darah. Limfa yang membesar yang dapat disebabkan oleh sejumlah gangguan yang mungkin, karena mengandung terlalu banyak trombosit yang bisa menyebabkan penurunan jumlah trombosit yang beredar.

2. Penurunan Produksi Trombosit

Trombosit diproduksi di sumsum tulang pada tubuh. Jika produksinya rendah, kamu mungkin mengalami trombositopenia. Faktor-faktor yang dapat menurunkan produksi trombosit meliputi:

  • Leukemia

  • Beberapa jenis anemia

  • Infeksi virus, seperti hepatitis C atau HIV

  • Obat kemoterapi

  • Konsumsi alkohol berat

Baca Juga : Perlunya Ubah Gaya Hidup untuk Cegah Trombositopenia

3. Peningkatan Pemecahan Trombosit

Beberapa kondisi dapat menyebabkan tubuh kamu menggunakan atau menghancurkan trombosit lebih cepat daripada yang diproduksi. Hal ini menyebabkan kekurangan trombosit dalam aliran darah pada tubuh yang dapat terjadi pada kondisi, seperti:

  • Kehamilan

Trombositopenia yang disebabkan oleh kehamilan biasanya ringan dan membaik segera setelah melahirkan.

  • Trombositopenia Imun

Pada jenis ini disebabkan oleh penyakit autoimun, seperti lupus dan rheumatoid arthritis. Sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan trombosit. Jika penyebab pasti dari kondisi ini tidak diketahui atau disebut purpura thrombocytopenic idiopatik. Jenis ini lebih sering menyerang anak-anak.

  • Bakteri dalam Darah

Infeksi bakteri parah yang melibatkan darah dapat menyebabkan penghancuran trombosit.

  • Purpura Trombositopenik Trombotik

Hal ini adalah kondisi langka yang terjadi ketika gumpalan darah kecil tiba-tiba terbentuk di seluruh tubuh, sehingga menghabiskan banyak trombosit.

  • Sindrom Uremik Hemolitik

Gangguan langka ini menyebabkan penurunan tajam dalam trombosit, penghancuran sel darah merah, dan gangguan fungsi ginjal. Kadang-kadang dapat terjadi dalam kaitannya dengan infeksi bakteri Escherichia coli (E. coli), seperti yang dapat diperoleh dari makan daging mentah atau kurang matang.

  • Obat-Obatan

Obat-obatan tertentu dapat mengurangi jumlah trombosit dalam darah seseorang. Kadang-kadang suatu obat membingungkan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkannya menghancurkan trombosit. Contohnya, heparin, kina, antibiotik yang mengandung sulfa dan antikonvulsan.

Baca Juga : Kenali Trombositopenia, Penyebab Rendahnya Trombosit pada Ibu Hamil

Hal-hal di atas merupakan yang terjadi pada tubuh ketika seseorang mengidap trombositopenia. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!