• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kanker Darah

Kanker Darah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
kanker darah halodoc

Pengertian Kanker Darah 

Kanker darah adalah kondisi saat sel darah menjadi tidak normal. Saat terjadi, gangguan ini dapat memengaruhi produksi dan fungsi sel darah. Sebagian besar kasus dari penyakit ini berawal di sumsum tulang sebagai tempat produksi sel darah. Saat terjadi, proses perkembangan sel darah normal menjadi terganggu oleh pertumbuhan yang tidak terkendali dari sel darah abnormal.

Kanker darah sendiri terdiri dari tiga jenis, yaitu limfoma, multiple myeloma, dan leukemia. Berbeda dengan masalah kanker pada umumnya, kanker darah justru tidak membentuk tumor atau benjolan padat. Selain itu, gejala dari masalah kesehatan ini juga terbilang tidak spesifik dan sering kali disalahartikan sebagai gangguan medis lainnya.

Tipe Kanker Darah

Ada tiga jenis kanker darah yang dapat terjadi, yaitu:

1. Leukemia

Kanker ini ditemukan dalam darah dan sumsum tulang karena produksi sel darah putih abnormal yang cepat. Terlalu banyak jumlah sel darah putih yang abnormal membuat tubuh tidak dapat melawan infeksi. Hal ini juga dapat mengganggu sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah dan trombosit.

2. Limfoma

Kanker darah ini menyerang sistem limfatik, yang berguna untuk menghilangkan kelebihan cairan di dalam tubuh serta menghasilkan sel-sel imun. Limfosit abnormal dapat menjadi sel limfoma yang berkembang biak dan berkumpul di kelenjar getah bening dan jaringan lainnya. Pada akhirnya, sel-sel kanker ini dapat merusak sistem imunitas di tubuh.

3. Myeloma

Gangguan ini disebut juga dengan kanker sel plasma. Nah, sel plasma sendiri adalah sel darah putih yang menghasilkan antibodi penangkal penyakit dan infeksi pada tubuh. Sel-sel myeloma dapat mencegah produksi antibodi yang normal. Jika dibiarkan dapat membuat sistem kekebalan tubuh melemah dan rentan alami infeksi.

Penyebab Kanker Darah

Diketahui jika penyebab dari penyakit ini adalah perubahan (mutasi) dari DNA di dalam sel darah. Hal ini membuat sel-sel darah di dalam tubuh berperilaku abnormal. Pada hampir semua kasus, perubahan ini tidak dapat dikendalikan. Masalah ini terjadi selama seseorang hidup, jadi tidak termasuk kesalahan genetik yang bisa diturunkan pada anak.

Faktor Risiko Kanker Darah

Apa yang menjadi penyebab pastinya memang belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker darah, yaitu:

  • Pria.
  • Berusia lebih dari 55 tahun.
  • Adanya anggota keluarga yang mengidap kanker darah.
  • Memiliki gangguan sistem imunitas tubuh, seperti HIV/AIDS.
  • Sedang mengonsumsi obat imunosupresan.
  • Terinfeksi virus pylori atau Epstein-Barr.
  • Terpapar senyawa kimia, seperti pestisida.
  • Merokok.
  • Paparan radiasi.
  • Alami beberapa kondisi kesehatan dan perawatan.

Gejala Kanker Darah

Gejala yang timbul tergantung dari tipe yang menyerang. Namun, tidak mudah mendeteksi gejala dari gangguan ini karena bisa saja mirip dengan kondisi medis lainnya. Secara umum, gejala dari kanker darah, antara lain:

  • Tubuh demam dan menggigil.
  • Mual dan muntah.
  • Mengalami sembelit.
  • Sakit tenggorokan.
  • Sakit kepala.
  • Tubuh menjadi mudah lelah.
  • Suka berkeringat pada malam hari.
  • Mengalami penurunan berat badan secara drastis. 
  • Munculnya bintik berwarna merah pada kulit.
  • Sering terserang infeksi.
  • Terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening di area leher, ketiak, atau selangkangan.
  • Nyeri pada area persendian dan tulang, terutama di bagian tulang belakang atau tulang dada.
  • Sering mengalami memar dan perdarahan, misalnya mimisan.
  • Mengalami sesak napas.

Diagnosis Kanker Darah

Umumnya, diagnosis kondisi ini membutuhkan wawancara medis dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Pertama-tama, pertanyaan terkait gejala yang dirasakan serta riwayat kesehatan. Dokter akan mencari hubungan semua hal tersebut dengan kanker darah.

Dokter akan mencari tanda-tanda terjadinya kanker darah melalui pemeriksaan fisik, seperti kulit yang pucat disebabkan oleh anemia, pembesaran kelenjar getah bening, dan masih banyak lagi. Semakin dini semua gejala ini dipastikan, penanganan semakin efektif dilakukan.

Berikut pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan oleh dokter:

  • Pemeriksaan darah rutin.
  • Apusan darah tepi.
  • Morfologi darah tepi.
  • Pemeriksaan sumsum tulang.

Selain itu, pengidap mungkin juga akan menjalani pemeriksaan tambahan untuk menentukan tingkat keparahan kanker darah. Setelah mendapatkan diagnosis, dokter dapat memutuskan penanganan yang paling sesuai.

Pengobatan Kanker Darah

Pengobatan bergantung pada berbagai faktor, termasuk usia, jenis kanker darah, dan penyebaran yang sudah terjadi. Beberapa penanganan yang umum diberikan oleh dokter mencakup:

1. Kemoterapi

Kemoterapi merupakan pilihan pengobatan paling umum untuk kanker. Pengobatan kemoterapi menggunakan bahan-bahan kimia untuk membunuh sel-sel kanker darah.

2. Terapi Radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar-X atau sinar energi tinggi lainnya untuk menghancurkan sel ganas dan menghentikan pertumbuhannya. Saat terapi radiasi berlangsung, pengidap berbaring dalam tempat tidur, kemudian peralatan yang besar bergerak dan mengarahkan radiasi pada bagian-bagian tertentu dari tubuh.

3. Transplantasi Sel Induk

Transplantasi sel induk atau stem cell dilakukan untuk mengganti sumsum tulang yang sudah rusak dengan sumsum yang sehat. Sel-sel induk yang digunakan bisa berasal dari tubuh sendiri atau tubuh orang lain sebagai pendonor. Kemoterapi atau radioterapi biasanya akan dilakukan sebagai langkah persiapan sebelum menjalani prosedur transplantasi ini.

4. Terapi Biologis

Terapi biologis dilakukan guna membantu sistem daya tahan tubuh pengidap kanker darah agar mampu menyerang sel ganas.

5. Terapi Target

Terapi target dapat diberikan untuk menyerang sel ganas secara khusus. Contohnya, menghentikan kerja dari protein tertentu pada sel ganas yang dapat menghambat perkembangan dari penyakit.

Komplikasi Kanker Darah

Kanker darah yang terus berkembang dan tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi serius dan bahkan mengancam nyawa. Sel-sel kanker dan protein dapat membahayakan organ di dalam tubuh dan bahkan menyebabkan kegagalan organ. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi, yaitu:

  • Patah tulang akibat kanker yang menyerang sumsum tulang.
  • Hiperkalsemia (kalsium dalam darah tinggi) akibat kerusakan tulang.
  • Gagal ginjal karena berkurangnya aliran darah.
  • Kerusakan ginjal.
  • Infeksi parah.
  • Anemia berat.
  • Kebingungan dan/atau perubahan kesadaran.

Pencegahan Kanker Darah

Sejauh ini masih belum dapat dipastikan cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker darah. Namun, kamu tetap bisa mengurangi risiko dari penyakit ini dengan cara berikut ini:

  • Tidak merokok.
  • Menerapkan pola makan dan pola hidup sehat.
  • Menggunakan alat pelindung diri jika bekerja pada lingkungan yang berisiko terjadi paparan radiasi dan senyawa kimia.

Kapan Harus ke Dokter?

Kanker darah termasuk kondisi yang sulit didiagnosis dan jika dibiarkan dapat menimbulkan komplikasi. Maka dari itu, jika kamu mengalami beberapa gejala yang disebutkan sebelumnya, ada baiknya segera memeriksakan diri. Jika benar disebabkan oleh kanker darah, penanganan cepat bisa dilakukan sehingga tingkat kesembuhan lebih tinggi.

Kamu juga bisa melakukan pemesanan untuk janji medis di rumah sakit rekanan Halodoc. Dengan download aplikasi Halodoc, pemesanan ini bisa dilakukan hanya menggunakan smartphone di tangan. Maka dari itu, segera gunakan aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
American Society of Hematology. Diakses pada 2022. Blood Cancers.
WebMD. Diakses pada 2022. I Signs of Blood Cancers.
Very Well Health. Diakses pada 2022. Symptoms of Blood Cancer.
Hematology. Diakses pada 2022. Blood Cancers.
Blood Cancer. Diakses pada 2022. Blood cancer.

Diperbarui pada 14 Mei 2022