• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kanker Darah

Kanker Darah

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
kanker darah - halodoc

Pengertian Kanker Darah

Kanker darah merupakan kondisi ketika sel darah menjadi abnormal. Sebagian besar kasus kanker ini berawal di sumsum tulang sebagai diproduksinya sel darah. Kanker darah sendiri terdiri dari tiga jenis, yaitu limfoma, multiple myeloma, dan leukemia. 

Berbeda dengan masalah kanker pada umumnya, kanker darah justru tidak membentuk tumor atau benjolan padat. Selain itu, gejala dari masalah kesehatan ini juga terbilang tidak spesifik dan sering kali disalahartikan sebagai gangguan medis lainnya.


Gejala Kanker Darah

Gejala kanker darah cenderung berbeda yang bergantung pada jenisnya. Sayangnya, beberapa kondisi kanker darah menjadi sulit terdiagnosis karena gejalanya yang mirip dengan kondisi medis lain, seperti flu. Meski begitu, secara umum gejala kanker darah yang ditemui, yaitu:

  • Tubuh demam dan menggigil.
  • Mual dan muntah.
  • Mengalami sembelit.
  • Sakit tenggorokan.
  • Sakit kepala.
  • Tubuh menjadi mudah lelah.
  • Suka berkeringat pada malam hari.
  • Mengalami penurunan berat badan secara drastis. 
  • Munculnya bintik berwarna merah pada kulit.
  • Sering terserang infeksi.
  • Terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening di area leher, ketiak, atau selangkangan.
  • Nyeri pada area persendian dan tulang, terutama di bagian tulang belakang atau tulang dada.
  • Sering mengalami memar dan perdarahan, misalnya mimisan.
  • Mengalami sesak napas.

Baca juga: Ini Hubungan Kanker Darah dan Sumsum Tulang


Penyebab Kanker Darah

Berdasarkan jenisnya, kanker darah terbagi menjadi tiga, yaitu:

1. Leukemia

Leukemia terjadi akibat sel-sel yang berada di sumsum tulang tidak bisa berkembang dengan normal. Jika sel darah putih normal akan mati, sel leukemia justru akan terus hidup. Sayangnya, sel tersebut tidak membantu tubuh melawan infeksi dan malah menjadi hambatan bagi perkembangan sel darah lain.

Jika tidak segera ditangani dan jumlahnya makin bertambah, sel leukemia akan memasuki aliran darah lalu menyebar ke organ tubuh lainnya. Akibatnya, sel normal di dalam tubuh pun tidak mampu berfungsi dengan optimal.

2. Limfoma

Kanker darah jenis ini menyerang limfosit, sel darah putih yang bertugas melawan infeksi sekaligus membuang zat sisa metabolisme dalam tubuh. Selain di bagian sumsum tulang, limfosit juga terdapat pada kelenjar getah bening, limpa, kelenjar timus, dan hampir pada semua bagian tubuh.

Limfoma akan mengakibatkan limfosit mengalami pertumbuhan yang tidak terkendali. Jika limfosit terinfeksi kanker, sistem imunitas tubuh akan mengalami penurunan, sehingga tubuh akan lebih rentan terserang infeksi.

3. Multiple myeloma

Ada pula multiple myeloma, jenis kanker yang menyerang plasmosit, bagian sel darah putih yang memiliki fungsi untuk memproduksi antibodi yang membantu mengatasi infeksi. Ketika proses produksi antibodi mengalami gangguan, seseorang akan menjadi lebih rentan mengalami infeksi.

Multiple myeloma terjadi ketika muncul sel plasma yang tidak normal pada sumsum tulang dan berkembang begitu cepat. Sel ini akan terus membentuk antibodi yang justru mengakibatkan terjadinya kerusakan pada organ tubuh, seperti tulang dan ginjal.

Baca juga: 5 Makanan Sehat untuk Mencegah Kanker Darah


Faktor Risiko Kanker Darah

Apa yang menjadi penyebab pasti kanker darah memang belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker darah, yaitu:

  • Pria.
  • Berusia lebih dari 55 tahun.
  • Adanya anggota keluarga yang mengidap kanker darah.
  • Memiliki gangguan sistem imunitas tubuh, seperti HIV/AIDS.
  • Sedang mengonsumsi obat imunosupresan.
  • Terinfeksi virus pylori atau Epstein-Barr.
  • Terpapar senyawa kimia, seperti pestisida.
  • Merokok.


Diagnosis Kanker Darah

Secara umum, diagnosis kanker darah membutuhkan wawancara medis dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter akan menanyakan riwayat keluhan-keluhan yang mengarah pada kanker darah.

Selain itu, dokter akan mencari tanda melalui pemeriksaan fisik, seperti kulit atau kelopak mata yang pucat akibat anemia, pembesaran kelenjar getah bening, dan sebagainya.

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan mencakup pemeriksaan darah rutin, apusan darah tepi, dan morfologi darah tepi. Pemeriksaan sumsum tulang juga dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis.

Selain itu, pengidap mungkin juga akan menjalani pemeriksaan tambahan untuk menentukan tingkat keparahan kanker darah. Setelah mendapatkan diagnosis, dokter dapat memutuskan penanganan yang paling sesuai.


Pencegahan Kanker Darah

Hingga saat ini, belum dapat dipastikan langkah apa saja yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker darah. Akan tetapi, kamu tetap bisa mengurangi risiko terserang penyakit ini dengan cara:

  • Tidak merokok.
  • Pola makan dan pola hidup sehat.
  • Menggunakan alat pelindung diri jika bekerja pada lingkungan yang berisiko terjadi paparan radiasi dan senyawa kimia.


Pengobatan Kanker Darah

Pengobatan kanker darah bergantung pada berbagai faktor, termasuk usia, jenis kanker darah, dan penyebaran yang sudah terjadi. Beberapa penanganan yang umum diberikan oleh dokter mencakup:

1. Kemoterapi

Kemoterapi merupakan pilihan pengobatan paling umum untuk kanker. Pengobatan kemoterapi menggunakan bahan-bahan kimia untuk membunuh sel-sel kanker darah.

2. Terapi Radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar-X atau sinar energi tinggi lainnya untuk menghancurkan sel ganas dan menghentikan pertumbuhannya. Saat terapi radiasi berlangsung, pengidap berbaring dalam tempat tidur, kemudian peralatan yang besar bergerak dan mengarahkan radiasi pada bagian-bagian tertentu dari tubuh.

3. Transplantasi Sel Induk

Transplantasi sel induk atau stem cell dilakukan untuk mengganti sumsum tulang yang sudah rusak dengan sumsum yang sehat. Sel-sel induk yang digunakan bisa berasal dari tubuh sendiri atau tubuh orang lain sebagai pendonor. Kemoterapi atau radioterapi biasanya akan dilakukan sebagai langkah persiapan sebelum menjalani prosedur transplantasi ini.

4. Terapi Biologis

Terapi biologis dilakukan guna membantu sistem daya tahan tubuh pengidap kanker darah agar mampu menyerang sel ganas.

5. Terapi Target

Terapi target dapat diberikan untuk menyerang sel ganas secara khusus. Contohnya, menghentikan kerja dari protein tertentu pada sel ganas yang dapat menghambat perkembangan dari penyakit.

Baca juga: Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Kanker Darah


Kapan Harus ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan di rumah sakit atau tanyakan pada dokter jika kamu merasakan adanya gejala kanker darah. Download aplikasi Halodoc agar kamu lebih mudah saat bertanya jawab dengan dokter atau membuat janji di rumah sakit terdekat. 

Referensi:
American Society of Hematology. Diakses pada 2021. Blood Cancers.
WebMD. Diakses pada 2021. I Signs of Blood Cancers.


Diperbarui pada 31 Maret 2021