• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Menikah Baik Untuk Kesehatan Jantung, Apa Alasannya?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Menikah Baik Untuk Kesehatan Jantung, Apa Alasannya?

Menikah Baik Untuk Kesehatan Jantung, Apa Alasannya?

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 07 Maret 2022

“Penelitian menemukan bahwa orang yang menikah memiliki risiko 71 persen lebih rendah untuk terserang stroke dan penyakit jantung, dibandingkan dengan yang tidak menikah. Para peneliti pun berkesimpulan bahwa menikah benar-benar dapat membuat seseorang jauh dari penyakit mematikan dan membuatnya lebih panjang umur. Menariknya lagi, menikah juga dikabarkan bisa membuat seseorang memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi.”

Menikah Baik Untuk Kesehatan Jantung, Apa Alasannya?

Halodoc, Jakarta – Salah satu organ tubuh yang vital dan perlu senantiasa dijaga kesehatannya adalah jantung. Nah, agar dapat menjaga kesehatan organ jantung, cara yang paling efektif untuk dilakukan adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Seperti rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan yang kaya akan zat gizi. 

Selidik punya selidik ternyata ada cara lain untuk menjaga jantung tetap sehat, yaitu dengan cara menikah. Saling berbagi dan saling mendukung dengan pasangan dalam jangka panjang disebut mampu menurunkan risiko seseorang mengalami stroke dan penyakit jantung. 

Pertanyaannya, benarkah faktanya demikian? Yuk simak penjelasannya di sini! 

Menikah Baik untuk Kesehatan Jantung?

Penelitian yang dilakukan periset dari Duke University di North Carolina menyebut bahwa stroke dan penyakit jantung berkaitan dengan pilihan seseorang untuk menikah atau tidak. Penelitian tersebut menemukan bahwa orang yang memutuskan untuk menikah memiliki risiko 71 persen lebih rendah untuk terserang stroke dan penyakit jantung, dibandingkan dengan yang tidak menikah.

Para peneliti pun berkesimpulan bahwa menikah benar-benar dapat membuat seseorang jauh dari penyakit mematikan dan membuatnya lebih panjang umur. Meskipun harus mengalami sakit atau masalah kesehatan, seseorang yang memiliki pasangan biasanya akan lebih kuat karena dukungan orang terkasih. Hal ini pun tentu akan berpengaruh pada proses penyembuhan dari penyakit.

Harapan Hidup Pengidapnya Meningkat Jika Menikah

Selain mencegah penyakit jantung, menikah ternyata juga memiliki manfaat bagi orang yang memiliki riwayat penyakit ini. Pasalnya, menikah bisa membuat mereka memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi.

Hal ini merujuk pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Emory University, Atlanta, Amerika serikat. Pada penelitian tersebut, peneliti mengamati sekitar 6.000 orang yang memiliki riwayat sakit jantung koroner, serangan jantung hingga gagal jantung. Rata-rata mereka telah memasuki usia 50 tahun hingga 70 tahun.

Hasilnya, mereka yang memiliki pasangan cenderung lebih mampu untuk “menerima” dan menjalani hidup dengan baik meskipun mengidap penyakit. Hal itu karena dukungan-dukungan yang diberikan pasangan terbukti dapat membangkitkan semangat hidup seseorang.

Sebaliknya, pengidap penyakit jantung yang tidak menikah malah menunjukkan hasil yang cukup buruk. Entah tidak memiliki pasangan karena tak pernah menikah atau karena perceraian alias sudah berstatus duda atau janda. Periset menemukan kelompok yang tidak menikah memiliki risiko yang lebih tinggi untuk meninggal karena penyakit dibandingkan dengan orang yang menikah.

Meski menikah disebut memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, tapi ternyata tetap memiliki kemungkinan terburuk. Misalnya pernikahan yang banyak diisi dengan masalah, bahkan hingga perceraian malah bisa membuat kondisi kesehatan menjadi lebih buruk.

Pengidap penyakit jantung yang mengalami perceraian berisiko meninggal karena serangan jantung atau stroke hingga 41 persen lebih tinggi. Sementara pada orang yang telah lama berpisah dengan pasangan, risiko ini bisa meningkat hingga dua kali lipat.

Hal ini menunjukkan bahwa menikah bisa dijadikan pilihan yang “menyenangkan” dalam menjaga kesehatan.  Hal yang perlu digarisbawahi, menjaga kehidupan pernikahan tetap manis juga sama pentingnya, sehingga dapat menghindari risiko terserang penyakit tertentu yang tak diinginkan. 

Kebiasaan yang Juga Perlu Diterapkan 

Memang benar adanya beberapa penelitian menjelaskan kalau menikah baik untuk kesehatan jantung. Meski begitu, sebaiknya kamu juga menerapkan beberapa kebiasaan positif yang dapat menyehatkan jantung, yaitu: 

1. Rutin Berolahraga

Banyak manfaat positif dari berolahraga untuk kesehatan jantung. Misalnya seperti menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko diabetes, menjaga berat badan tetap ideal, serta mengurangi peradangan pada tubuh. 

2. Mengurangi Asupan Garam 

Asupan garam yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga membuat pembuluh darah dan jantung menjadi tegang. Akibatnya, mereka yang mengidap hipertensi berisiko terkena penyakit jantung dan stroke. 

3. Mengonsumsi Dark Chocolate

Jenis cokelat yang satu ini kaya akan kandungan flavonoid. Perlu diketahui kalau flavonoid dapat membantu mengurangi peradangan dan menurunkan risiko penyakit jantung.

4. Jangan Melewatkan Sarapan

Makan sarapan bergizi setiap hari dapat membantu kamu mempertahankan berat badan sehat. Perlu diingat bahwa berat badan yang berlebih merupakan salah satu pemicu berbagai gangguan pada jantung. 

Itulah penjelasan mengenai alasan mengapa menikah baik untuk kesehatan jantung. menurut para peneliti, seseorang yang memiliki pasangan biasanya akan lebih kuat karena dukungan orang terkasih, meski dirinya sedang mengidap penyakit tertentu. Hal ini pun tentu akan berpengaruh pada proses penyembuhan dari penyakit.

Kendati demikian, penerapan kebiasaan sehat tentunya perlu senantiasa dilakukan agar kesehatan jantung terjaga. Nah, selain beberapa kebiasaan sehat, pastikan kamu juga memenuhi segala asupan nutrisi yang tubuhmu butuhkan, melalui makanan sehat dan konsumsi suplemen kesehatan. 

Jika kamu membutuhkannya, kamu bisa cek kebutuhan vitamin dan suplemen melalui aplikasi Halodoc. Tentunya tanpa perlu keluar rumah atau mengantre lama di apotek. Jadi tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang! 

Referensi: 

PubMed.gov. Diakses pada 2022. Marital History and Survival After Stroke. 
Emory University News Center. Diakses pada 2022. Marriage: A powerful heart drug in short supply. 
American Health Association. Diakses pada 2022. A fairy tale ending: Marriage can make a difference to health.
Halodoc. Diakses pada 2022. Terapkan 7 Kebiasaan Ini untuk Kesehatan Jantung.