• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Menimbulkan Gatal dan Kemerahan, Apa Itu Biduran Akut?

Menimbulkan Gatal dan Kemerahan, Apa Itu Biduran Akut?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Menimbulkan Gatal dan Kemerahan, Apa Itu Biduran Akut?

Halodoc, Jakarta - Apa kulitmu pernah mengalami munculnya bentol berwarna kemerahan dan disertai rasa gatal? Kondisi tersebut bisa menandai masalah biduran pada kulit. Reaksi kulit yang juga disebut dengan urtikaria ini ditandai dengan munculnya bilur (luka panjang pada kulit), berwarna merah atau putih dan terasa gatal.

Bilur ini bisa saja muncul dari satu bagian tubuh atau menyebar ke bagian lainnya. Ukurannya bisa berbeda-beda, mulai dari beberapa milimeter hingga sebesar tangan. Biduran ini sendiri terdiri dari dua tipe, akut dan kronis. Mau tau lebih jauh mengenai masalah kulit ini? Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: Biduran Bisa Menular? Cari Tahu Dulu Faktanya

Akut dan Kronis, Apa Bedanya?

Seperti penjelasan di atas, biduran terdiri dari dua jenis, yaitu biduran akut dan kronis. Biduran kronis yaitu biduran yang bertahan lebih lama. Biduran ini bisa terjadi lebih dari enam minggu dan sering kambuh selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. 

Sedangkan biduran akut lain lagi ceritanya. Biduran akut muncul secara tiba-tiba, dan dapat pulih atau mereda dalam hitungan hari. Penyebab paling umum dari biduran akut contohnya makanan (kacang-kacangan, cokelat, ikan, tomat, telur, beri segar, dan susu), obat-obatan, atau infeksi tertentu. Pada beberapa kasus, biduran akut bisa disebabkan oleh gigitan serangga atau penyakit tertentu.

Lalu, bagaimana dengan gejala biduran akut dan kronis? Gejala dari kedua jenis biduran ini serupa, yaitu munculnya bentol pada kulit yang berwarna kemerahan dan disertai rasa gatal. Bentol-bentol ini bisa muncul di seluruh bagian tubuh. Pada beberapa kasus, rasa gatal dan kemerahan ini bisa semakin bertambah parah ketika pengidanya mengalami stres atau terpapar suhu panas. 

Hal yang perlu diwaspadai, dalam beberapa kasus biduran bisa menyebabkan reaksi anafilaksis yang menimbulkan lebih berat. Seperti pusing, mual, keringat dingin, hingga sesak napas. Oleh sebab itu, segera temui dokter bila biduran tak kunjung membaik dalam waktu beberapa jam atau hari, atau bila disertai keluhan lainnya seperti demam

Baca juga: Biduran Alergi atau Penyakit?

Berbagai Faktor Pemicu dari Biduran

Sebenarnya penyebab pasti dari biduran akut maupun kronis belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat beberapa hal yang diduga dapat memicu reaksi kulit ini, yaitu:

  • Reaksi alergi terhadap faktor lingkungan seperti serbuk sari, bahan kimia tertentu, tungau debu, atau gigitan serangga.
  • Infeksi, baik yang ringan seperti pilek hingga serius.
  • Alergi terhadap makanan, seperti seafood, telur, susu, atau kacang.
  • Faktor lingkungan, seperti cuaca panas maupun dingin, pajanan terhadap air tertentu, atau bahkan sinar matahari.
  • Efek samping obat-obatan, seperti antibiotik atau antiinflamasi nonsteroid.
  • Kondisi kesehatan tertentu, contohnya gangguan sistem imun, atau infeksi bakteri atau virus.
  • Memakai pakaian yang ketat dalam waktu yang terlalu lama.
  • Mengalami stres.
  • Mengonsumsi zat aditif yang ada di dalam makanan atau minuman.

Baca juga: 4 Obat Alami Ini Ampuh Atasi Biduran

Untuk mendiagnosis biduran, di tahap awal dokter biasanya melakukan wawancara medis seputar keluhan dan riwayat penyakit yang pernah dialami, hingga makanan atau aktivitas yang baru dilakukan. Biduran yang tidak ditangani bisa mengganggu aktivitas pengidapnya sehari-hari.

Bagi kamu atau terdapat anggota keluarga yang mengalami masalah kulit atau keluhan lainnya, bisa kok memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit. Maka dari itu, segera download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2021. Hives and Your Skin
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Diseases and Conditions. Hives and Angioedema.
Medscape. Diakses pada 2021. Urticaria (Hives).