• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Meningitis Bisa Berakibat Fatal, Ini Alasannya

Meningitis Bisa Berakibat Fatal, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Meningitis Bisa Berakibat Fatal, Ini Alasannya

Halodoc, Jakarta - Penyakit meningitis merupakan peradangan pada meninges. Meninges adalah tiga selaput yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis bisa terjadi ketika cairan di sekitar meninges terinfeksi. Penyebab penyakit meningitis yang paling umum adalah infeksi virus dan bakteri. Adapun penyebab lainnya termasuk kanker, iritasi kimiawi, jamur, dan alergi obat. 

Beberapa penyakit meningitis virus tidak menular. Meningitis jamur, parasit, dan non-infeksi tidak menular. Meningitis virus menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh, termasuk lendir, kotoran, dan air liur. Tetesan cairan yang terinfeksi bisa menyebar saat bersin dan batuk. Itulah sebabnya meningitis perlu diwaspadai.

Baca juga: 4 Cara Mencegah Meningitis pada Anak

Alasan Penyakit Meningitis Bisa Berakibat Fatal

Perlu diketahui, meningitis bakteri adalah bentuk penyakit yang paling serius dan bisa menular, terutama jika itu meningitis meningokokus. Virus atau bakteri menyebar melalui kontak yang diperpanjang dengan orang yang terinfeksi. Tempat-tempat umum seperti sekolah, rumah sakit, merupakan lokasi yang rentan paparan penularan meningitis. 

Beberapa jenis meningitis menyebar melalui kontak orang ke orang, tapi tidak semuanya. Hal yang perlu diwaspadai dari akibat fatal penyakit meningitis, yaitu komplikasi yang diakibatkannya.

Semakin lama seseorang mengidap penyakit meningitis tanpa pengobatan, semakin besar risiko kejang dan kerusakan saraf permanen, termasuk:

  • Gangguan pendengaran (sebagian atau total).
  • Kejang berulang (epilepsi).
  • Masalah dengan memori dan konsentrasi.
  • Masalah koordinasi, gerakan dan keseimbangan.
  • Kesulitan belajar dan masalah perilaku.
  • Kehilangan penglihatan (sebagian atau total).
  • Kehilangan anggota tubuh. Amputasi terkadang diperlukan untuk menghentikan penyebaran infeksi ke seluruh tubuh dan menghilangkan jaringan yang rusak. 
  • Masalah tulang dan sendi, seperti artritis. 
  • Masalah ginjal.
  • Kematian.

Baca juga: Apakah Meningitis Dapat Menular?

Dengan pengobatan yang tepat, seseorang dengan meningitis yang parah bisa pulih dengan baik. Jika kamu mencurigai adanya gejala meningitis, segeralah hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc, bila perlu lakukan pemeriksaan. Gejala yang penyakit meningitis yang perlu dikenali, yaitu:

  • Kebingungan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mati rasa di wajah
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Leher kaku dan sulit digerakkan
  • Sakit perut atau muntah
  • Sakit kepala parah dengan mual atau muntah
  • Sakit kepala
  • Kantuk dan sulit bangun
  • Kurang nafsu makan.
  • Jarang haus.
  • Ruam kulit.

Penanganan Penyakit Meningitis Tergantung Penyebabnya

Perawatan meningitis ditentukan berdasarkan penyebab meningitis. Meningitis bakteri membutuhkan rawat inap segera. Diagnosis dan pengobatan dini akan mencegah kerusakan otak dan kematian. Meningitis bakteri diobati dengan antibiotik intravena. Tidak ada antibiotik khusus untuk penyakit meningitis. Hal itu tergantung pada bakteri yang terlibat. 

Sementara itu, meningitis jamur diobati dengan obat antijamur. Meningitis parasit mungkin hanya merawat gejala atau infeksi secara langsung. Tergantung pada penyebabnya, jenis penyakit meningitis ini bisa membaik tanpa pengobatan antibiotik.

Meningitis virus bisa sembuh dengan sendirinya, tapi beberapa penyebab meningitis virus diobati dengan obat antivirus intravena. Meningitis bisa dicegah dengan pemberian vaksin. Ada vaksin untuk beberapa jenis bakterial dan meningitis meningokokus. 

Baca juga: Ketahui Penyebab Terjadinya Meningitis

Siapa yang harus divaksinasi meningitis? Terdapat lima kelompok yang dianggap berisiko dan harus mendapatkan vaksin meningitis, di antaranya:

  • Mahasiswa baru perguruan tinggi yang tinggal di asrama dan belum divaksinasi.
  • Remaja yang berusia 11 hingga 12 tahun.
  • Orang yang bepergian ke negara di mana penyakit meningitis umum terjadi, misalnya jamaah haji.
  • Anak-anak berusia 2 tahun atau lebih yang tidak memiliki limpa atau yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Penting untuk mendapatkan meningitis, terutama bagi bayi dan balita. Cari tahu lebih lanjut mengenai jadwal vaksinasi melalui dokter, puskesmas, atau rumah sakit terdekat. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Meningitis.
Healthline. Diakses pada 2021. What Do You Want to Know About Meningitis?
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Meningitis