• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Meningitis

Meningitis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Meningitis - Halodoc

Pengertian Meningitis

Penyakit meningitis merupakan kondisi ketika terjadi peradangan atau inflamasi pada selaput otak (meningen). Umumnya, penyebab utama meningitis adalah virus, jamur, dan bakteri. Namun, ada pula penyebab lainnya, seperti reaksi imunologi, penyakit sistematik, hingga lupus.

Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Meningitis

Penyebab penyakit meningitis secara umum adalah bakteri dan virus. Sementara untuk kondisi meningitis purulenta sendiri paling sering disebabkan oleh Meningococcus, Pneumococcus, dan Haemophilus influenzae. Lalu, penyebab utama penyakit meningitis serosa adalah Mycobacterium tuberculosis dan virus. Pneumococcus menjadi salah satu penyebab meningitis terparah dari semua jenis bakteri yang menjadi penyebab penyakit ini.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko penyakit ini adalah lingkungan dengan kebersihan yang buruk dan padat serta terjadi kontak, atau hidup serumah dengan pengidap infeksi saluran pernapasan. Risiko penularan meningitis Meningococcus akan meningkat pada lingkungan yang padat, seperti asrama atau perkemahan.

Baca juga: Vaksinasi pada Bayi, Cara agar Mencegah Infeksi Meningitis

Gejala Penyakit Meningitis

Penyakit meningitis umumnya menimbulkan beragam gejala, seperti misalnya sakit kepala dan demam. Sementara itu, gejala yang timbul pada bagian neurologis umumnya berupa kejang, gangguan sensorik, dan gangguan perilaku pada pengidap. Saat terserang meningitis, pengidap juga bisa mengalami penurunan kesadaran dan edema otak. Jika dibiarkan tanpa penanganan, bisa berujung pada herniasi otak. 

Diagnosis Penyakit Meningitis

Diagnosis penyakit meningitis dilakukan dengan pemeriksaan sampel cairan serebrospinal melalui lumbal pungsi (LP) sebelum diberikan terapi. Sebelum prosedur ini dilakukan, terlebih dahulu dokter akan merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan MRI, dan CT scan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada massa yang menekan pada otak.

Pengobatan Penyakit Meningitis

Pengobatan penyakit meningitis diberikan sesuai dengan penyebab dan etiologi. Meningitis viral umumnya bersifat self-limiting, maka diberikan terapi simtomatik dan istirahat. Jika disebabkan oleh HSV, pengobatan diberikan selama 14 hari. Terapi kortikosteroid juga direkomendasikan untuk mengurangi inflamasi.

Baca juga: Termasuk Berbahaya, Ini Cara Mendiagnosis Meningitis

Pencegahan Penyakit Meningitis

Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit meningitis adalah memberikan imunisasi pada bayi agar kekebalan tubuh dapat terbentuk. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan mengurangi kontak langsung dengan pengidap dan mengurangi tingkat kepadatan di lingkungan tempat tinggal, seperti barak, sekolah, tenda, dan kapal. Selain itu, penerapan gaya hidup sehat harus dilakukan, seperti rajin cuci tangan untuk membantu menghambat penyebaran virus, jamur, dan juga bakteri yang menyebabkan meningitis.

Tidak berbagi makanan dan minuman kepada orang lain juga seharusnya dilakukan. Selain dari berbagi makanan atau minuman, pemakaian barang yang bersifat personal, misalnya bertukar sisir, alat makan, contohnya sendok, sikat gigi, juga seharusnya tidak dilakukan.

Baca juga: Meningitis Bisa Dideteksi dengan Pemeriksaan Bakteriologi

Kapan Harus ke Dokter?

Jangan sepelekan gejala dari penyakit radang selaput otak. Segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih mendalam. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Jangan lupa untuk download aplikasi Halodoc untuk memudahkan tanya jawab dengan dokter, berobat ke rumah sakit, atau membeli obat dan vitamin melalui layanan pharmacy delivery.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Meningitis.
Medscape. Diakses pada 2021. Meningitis.

Diperbarui pada 25 Maret 2021.