14 November 2018

Meningkatkan Kecerdasan Anak ADHD Sejak Dini

Cara meningkatkan kecerdasan anak ADHD

Halodoc, Jakarta - Attention-Deficit Hyperactivity Disorder, atau yang biasa disebut dengan ADHD merupakan suatu gangguan pada anak yang ditandai dengan perilaku hiperaktif, impulsif, dan kurang perhatian. ADHD merupakan gangguan jangka panjang yang sudah bisa didiagnosis pada masa kanak-kanak, tetapi gejalanya dapat berlanjut hingga remaja, bahkan dewasa.

Sejumlah gejala dalam perilaku yang muncul pada pengidap ADHD sudah dapat terlihat sejak usia dini dan biasanya akan makin jelas ketika terjadi perubahan situasi di sekitar Si Kecil. Misalnya seperti ketika sudah mulai belajar di sekolah. Kondisi ini biasanya sudah dapat terdeteksi pada usia 6-12 tahun. Gejala umum dari anak yang mengidap ADHD, antara lain:

  1. Tidak menghiraukan lawan bicara.

  2. Mudah terdistraksi.

  3. Kehilangan fokus dan mudah teralihkan.

  4. Memiliki masalah dengan ketertiban.

  5. Pelupa.

  6. Berbicara berlebihan.

  7. Tampak selalu bersemangat.

  8. Gelisah.

  9. Memiliki kesulitan dalam menunggu giliran.

  10. Berlarian atau memanjat pada situasi yang tidak sesuai.

  11. Sering mengganggu orang lain.

  12. Memberikan jawaban sebelum pertanyaan selesai.

  13. Berperilaku tanpa memikirkan konsekuensinya.

Masih belum bisa diketahui secara pasti penyebab ADHD. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa risiko seorang anak untuk mengidap kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  1. Kelahiran prematur sebelum usia kehamilan 37 minggu.

  2. Faktor genetika. Memiliki ibu, ayah, atau saudara dengan kondisi yang sama atau gangguan mental lain.

  3. Kerusakan otak yang terjadi dalam kandungan atau usia dini.

  4. Ibu yang menggunakan obat-obatan terlarang, mengonsumsi minuman keras, serta merokok selama masa kehamilan.

  5. Kelainan pada fungsi otak, atau kinerjanya yang terganggu.

  6. Terpapar racun dari lingkungan sekitar pada masa anak-anak, misalnya timah yang terdapat dalam cat.

Berikut ini merupakan beberapa cara untuk meningkatkan konsentrasi dan kecerdasan anak ADHD sejak dini:

  • Melakukan Terapi Okupasi

Terapi ini berguna untuk melatih otot-otot halus pada anak. Pada umumnya, hampir semua anak yang mengidap kondisi ADHD mengalami keterlambatan pertumbuhan motorik halus.

  • Melakukan Terapi Biomedik

Terapi biomedik ini merupakan salah satu cara yang bisa anda lakukan untuk meningkatkan konsentrasi pada anak. Melalui terapi ini, fungsi-fungsi abnormal yang ada dalam otak dibersihkan. Terapi ini bisa membuat fungsi-fungsi dalam susunan saraf dapat bekerja lebih optimal dari sebelumnya.

  • Melakukan Terapi Musik

Cara selanjutnya adalah dengan melakukan terapi musik. Dengan melakukan terapi musik ini, diharapkan anak yang mengidap kondisi ADHD dapat membantu integrasi fisik, emosi, serta psikologisnya. Apabila integrasi fisik, emosi, dan psikologisnya terkendalikan, bisa dipastikan daya ingat anak yang mengidap kondisi ini akan lebih meningkat.

  • Melakukan Intervensi Pendidikan

Terapi edukatif ini merupakan salah satu terapi yang paling banyak digunakan untuk meningkatkan konsentrasi dan kecerdasan pada anak ADHD, sehingga anak lebih konsentrasi untuk melakukan hal yang sedang dilakukannya.

  • Melakukan Terapi Fisik

Cara kelima adalah dengan melakukan terapi fisik. Maksud dari terapi fisik ini adalah pengelolaan terhadap fisik sang anak yang mengidap ADHD. Pada umumnya, seseorang yang mengidap kondisi ini akan mengalami keterlambatan pertumbuhan motorik.

Dengan terapi fisik ini, diharapkan adanya perkembangan yang positif terhadap pertumbuhan fisiknya. Jika fisiknya sudah sehat dan kuat, otomatis daya atau tingkatan konsentrasinya pun akan lebih meningkat ketika melakukan sesuatu, apalagi yang berhubungan dengan fisik.

Ibu sebaiknya memperhatikan perilaku Si Kecil sejak dini. Diskusikan dengan dokter ahli apabila ditemukan salah satu gejala ADHD pada Si Kecil. Dengan Halodoc, ibu bisa berdiskusi dengan dokter ahli seputar masalah Si Kecil di mana dan kapan pun melalui Chat atau Voice/Video Call. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!

Baca juga: