Menjelang Persalinan, Bolehkah Ibu Hamil Puasa?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Menjelang Persalinan, Bolehkah Ibu Hamil Puasa?

Halodoc, Jakarta – Sebagian ibu hamil tetap menjalani puasa meski sudah memasuki trimester ketiga. Hal ini berarti waktu persalinan semakin dekat. Lantas, apakah boleh ibu hamil trimester ketiga berpuasa? Bagaimana aturan aman berpuasa pada trimester ketiga kehamilan? Ketahui jawabannya di sini.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Tetap Berpuasa?

Anjuran Puasa Bagi Ibu Hamil Trimester Ketiga

Selama kondisi kehamilan baik-baik saja, tidak ada larangan bagi ibu hamil untuk berpuasa. Bahkan pada ibu hamil berusia 7-9 bulan (trimester ketiga), puasa diperbolehkan asal kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Perlu diketahui berpuasa saat kehamilan trimester ketiga cenderung berisiko. Maka itu, jangan memaksakan diri.

Puasa saat hamil boleh dibatalkan jika muncul beberapa gejala fisik yang mengganggu. Misalnya menjadi lemas, dehidrasi, mudah lelah, mual, muntah, dan sakit kepala.

Penurunan berat badan, berkurangnya gerakan janin dalam kandungan, dan muncul rasa nyeri seperti kontraksi juga perlu diwaspadai ibu hamil. Apabila kondisi ini terjadi, segera batalkan puasa dan bicara dengan dokter.

Ada baiknya ibu hamil berbicara dengan dokter terlebih dahulu sebelum menjalani puasa. Ketika dokter mengatakan kondisi kehamilan baik-baik saja dan dinyatakan fit untuk berpuasa, silahkan menjalaninya. Nah, bagi ibu hamil trimester ketiga yang menjalani puasa, berikut beberapa aturan aman yang perlu dipatuhi.

1. Jaga Kesehatan Tubuh

Tiap ibu hamil memiliki kondisi fisik yang berbeda. Namun secara umum, ibu hamil pada trimester ini mengalami kecemasan menunggu momen persalinan. Pada kasus tertentu, rasa cemas meningkat seiring dengan kondisi perut kosong saat puasa. Jika ini terjadi, diperbolehkan membatalkan puasa demi kesehatan ibu dan janin.

2. Penuhi Kebutuhan Gizi

Pemenuhan gizi menjadi hal penting bagi ibu hamil. Pasalnya kekurangan gizi saat hamil berdampak negatif pada kesehatan ibu dan perkembangan janin dalam kandungan. Secara umum, kebutuhan kalori ibu hamil sekitar 285-300 kilo kalori (kkal) per hari. Asupan lain seperti protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral juga perlu dipenuhi saat menjalani puasa. Tanyakan pada dokter perihal jenis makanan dan minuman yang boleh dikonsumsi ibu saat sahur dan berbuka.

Baca Juga: 6 Tips Puasa Bagi Ibu Hamil yang Tidak Boleh Disepelekan

3. Batasi Asupan Gula

Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan agar asupan gula harian tidak lebih dari 50 gram atau setara 4-5 sendok makan. Ketentuan ini juga perlu dipatuhi ibu hamil. Pasalnya asupan gula berlebih meningkatkan risiko kenaikan berat badan, perlemakan hati, diabetes, dan dampak negatif lain yang membahayakan kondisi ibu hamil dan janin.

Baca Juga: Puasa Sehat bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Itulah aturan berpuasa aman bagi ibu hamil trimester ketiga. Hal yang perlu digaris bawahi adalah, bicara pada dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa dan batalkan jika muncul gejala fisik karena berpotensi membahayakan ibu hamil maupun janin.

Kalau ibu punya keluhan kehamilan saat berpuasa, jangan ragu berbicara pada dokter Halodoc. Ibu hanya perlu membuka aplikasi Halodoc dan masuk ke fitur Talk to A Doctor untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!