Menopause Bisa Pengaruhi Kehidupan Seks dan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Menopause Bisa Pengaruhi Kehidupan Seks dan Kesehatan

Halodoc, Jakarta – Hilangnya estrogen dan testosteron setelah menopause dapat menyebabkan perubahan pada tubuh wanita dan dorongan seksual. Wanita yang mengalami menopause dan pascamenopause jadi tidak mudah terangsang serta kurang peka terhadap sentuhan dan belaian. Hal itu bisa menyebabkan kurangnya minat pada seks.

Kadar estrogen yang lebih rendah dapat menyebabkan penurunan suplai darah ke vagina. Ini dapat memengaruhi lubrikasi vagina yang menyebabkan vagina terlalu kering untuk seks yang nyaman. Lantas bagaimana mengatasinya? Selengkapnya baca artikel ini!

Biar Seks Tetap Nyaman

Apakah menopause menurunkan gairah seks pada semua wanita? Tidak. Beberapa wanita pascamenopause mengatakan bahwa mereka mengalami peningkatan gairah seks. Itu mungkin karena kurang cemas terkait dengan rasa takut akan kehamilan. 

Selama dan setelah menopause, kekeringan pada vagina dapat diobati dengan pelumas yang larut dalam air. Jangan pernah menggunakan pelumas yang tidak larut dalam air, karena dapat melemahkan lateks, bahan yang digunakan untuk membuat kondom. 

Baca juga: Begini Siklus Menstruasi Menjelang Menopause

Kamu dan pasangan sebaiknya harus tetap menggunakan kondom sampai dokter memastikan kamu tidak lagi berovulasi serta untuk mencegah terkena PMS. Pelumas yang tidak larut dalam air juga dapat menyediakan media untuk pertumbuhan bakteri, terutama pada orang yang sistem kekebalannya telah dilemahkan oleh kemoterapi.

Penggantian estrogen dapat bekerja, tetapi diperlukan lebih banyak penelitian. Estrogen dapat membuat seks menjadi lebih nyaman karena dapat mengobati kekeringan pada vagina. Dokter juga mempelajari apakah kombinasi hormon estrogen dan pria yang disebut androgen dapat membantu meningkatkan gairah seks pada wanita.

Meskipun masalah seksual bisa menjadi sulit didiskusikan, tetapi bicarakan saja dengan dokter. Ada beberapa pilihan untuk dipertimbangkan, seperti konseling. Dokter mungkin merujuk kamu dan pasangan ke ahli kesehatan yang berspesialisasi dalam disfungsi seksual. 

Terapis dapat menyarankan konseling seksual secara individual dengan pasangan atau dalam kelompok pendukung. Jenis konseling ini bisa sangat berhasil, bahkan ketika itu dilakukan dalam jangka pendek.

Informasi selengkapnya mengenai menopause bisa kamu dapatkan di HalodocDokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa kapan dan di mana saja memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Tips Menikmati Seks Saat Menopause

Selama menopause, jika gairah seks menurun tetapi kamu berpikir konseling tidak diperlukan untuk menangani masalah ini, bisa membicarakannya dengan pasangan merupakan cara simpel mengatasi hal ini. 

Baca juga: Perempuan Perlu Tahu, 7 Faktor Penyebab Menopause Dini

Kamu masih bisa menunjukkan cinta dan kasih sayang pasangan tanpa harus berhubungan seks. Nikmati kebersamaan dengan cara berjalan-jalan, makan malam dengan cahaya lilin, ataupun saling menggosok saat mandi bareng. 

Untuk meningkatkan keintiman fisik, cobalah kiat ini:

  1. Pertimbangkan bereksperimen dengan video atau buku erotis, masturbasi, dan perubahan pada rutinitas seksual.

  2. Gunakan teknik pengalih perhatian untuk meningkatkan relaksasi dan mengurangi kecemasan. Ini dapat mencakup fantasi erotis atau nonerotis, latihan dengan mainan seks, musik, video, atau puntelevisi.

  3. Bersenang-senang dengan pemanasan, seperti pijatan sensual atau seks oral. Kegiatan ini dapat membuat kamu merasa lebih nyaman dan meningkatkan komunikasi antara kamu dan pasangan.

  4. Minimalkan rasa sakit yang mungkin kamu miliki dengan menggunakan posisi seksual yang memungkinkan wanita untuk mengontrol kedalaman penetrasi. Kamu mungkin juga ingin mandi air hangat sebelum berhubungan seks untuk membantu rileks dan menggunakan pelumas vagina bisa meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh gesekan.

  5. Beri tahu pasangan apa yang membuat kamu nyaman dan apa yang tidak.

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2019. Sex and Menopause.
Medical News Today. Diakses pada 2019. How does menopause affects drive sex?