• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Menopause, Wanita Bisa Alami Hiperparatiroidisme

Menopause, Wanita Bisa Alami Hiperparatiroidisme

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Hiperparatiroidisme adalah suatu kondisi di mana satu atau lebih kelenjar paratiroid menjadi terlalu aktif dan mengeluarkan terlalu banyak hormon paratiroid. Gejala sering tidak ada. Kasus yang parah mungkin memerlukan pembedahan untuk mengangkat kelenjar paratiroid.

Wanita menopause lebih cenderung mengalami hiperparatiroidisme ketimbang pria. Penurunan kadar estrogen ketika menopause menjadi penyebab terjadinya hiperparatiroidisme. Ingin tahu lebih banyak mengenai hiperparatiroidisme, selengkapnya di bawah ini!

Kenal Lebih Dekat dengan Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme adalah suatu kondisi di mana satu atau lebih kelenjar paratiroid menjadi terlalu aktif dan mengeluarkan terlalu banyak hormon paratiroid. Ini menyebabkan kadar kalsium dalam darah meningkat, yaitu suatu kondisi yang dikenal sebagai hiperkalsemia.

Kelenjar paratiroid mensekresi hormon paratiroid untuk membantu mengontrol kadar kalsium dan fosfor dalam tubuh. Biasanya ada empat kelenjar paratiroid yang terletak di perbatasan luar kelenjar tiroid, yaitu di bagian depan leher.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Wanita tentang Menopause

Perlu diketahui kalau ada dua jenis hiperparatiroidisme, yaitu primer dan sekunder. Pada hiperparatiroidisme primer, kelenjar paratiroid secara spontan menghasilkan jumlah hormon paratiroid berlebihan yang menyebabkan tingkat kalsium dalam darah meningkat.

Pada hiperparatiroidisme sekunder, aktivitas kelenjar paratiroid yang berlebihan terjadi dalam kondisi, seperti gagal ginjal di mana kadar kalsium cenderung rendah dan aktivitas berlebih paratiroid merupakan upaya bagian tubuh untuk menjaga kadar kalsium tetap normal.

Penyebab hiperparatiroidisme primer tidak sepenuhnya dipahami. Dalam kebanyakan kasus, pertumbuhan tumor jinak (nonkanker) yang disebut adenoma terbentuk pada kelenjar paratiroid tunggal dan menyebabkannya menjadi terlalu aktif. Penyebab lain adalah kondisi yang disebut hiperplasia, di mana dua atau lebih kelenjar paratiroid yang membesar.

Sekitar 100.000 orang mengembangkan hiperparatiroidisme di Amerika Serikat setiap tahunnya. Wanita yang lebih tua yang mengalami pascamenopause memiliki risiko tertinggi untuk penyakit ini.

Ingin tahu bagaimana wanita menopause bisa mengalami kondisi hiperparatiroidisme dan pencegahannya, tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa kapan dan di mana saja  memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Dalam banyak kasus, seseorang yang memiliki hiperparatiroidisme tidak memiliki gejala. Seseorang yang memiliki hiperparatiroidisme ringan mungkin memiliki beberapa gejala berikut ini:

  1. Nyeri sendi.
  2. Kelemahan otot.
  3. Kelelahan.
  4. Depresi.
  5. Kesulitan berkonsentrasi.
  6. Kehilangan selera makan.

Baca juga: Begini Siklus Menstruasi Menjelang Menopause

Sedangkan kasus hiperparatiroidisme yang lebih parah dapat menghasilkan gejala-gejala ini:

  1. Mual dan muntah.

  2. Kebingungan.

  3. Rasa haus meningkat dan keinginan buang air kecil.

  4. Fungsi ginjal berkurang, yang memengaruhi kemampuan ginjal untuk menyaring darah.

  5. Batu ginjal.

  6. Penipisan tulang (osteoporosis).

Tekanan darah tinggi juga lebih sering terjadi pada orang dengan hiperparatiroidisme

Menopause dan Ketahanan Tulang

Penurunan produksi estrogen dapat memengaruhi jumlah kalsium pada tulang. Ini dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang yang signifikan yang mengarah ke kondisi yang dikenal sebagai osteoporosis. 

Kondisi menopause juga dapat membuat seorang wanita lebih rentan terhadap patah tulang pinggul, tulang belakang, dan patah tulang lainnya. Banyak wanita mengalami kehilangan massa tulang yang dipercepat beberapa tahun pertama setelah periode menstruasi terakhir.

Menyadari hal ini sangat penting untuk untuk menjaga kesehatan tulang melalui panduan berikut ini:

  1. Konsumsilah makanan dengan banyak kalsium, seperti produk susu atau sayuran berdaun gelap.

  2. Konsumsi suplemen vitamin D bila diperlukan.

  3. Berolahraga secara teratur dan sertakan latihan beban dalam latihan rutinmu.

  4. Kurangi konsumsi alkohol.

  5. Hindari merokok.

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2019. Menopause: 11 Things Every Woman Should Know.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2019. Hyperparathyroidism.