28 June 2018

Menopause, 1 dari 6 Penyebab Tubuh Alami Hot Flashes

penyebab tubuh alami hot flashes, menopause, perubahan hormon

Halodoc, Jakarta – Apakah di antara kamu ada yang pernah merasakan sensasi panas pada tubuh secara perlahan atau tiba-tiba? Mungkin kamu sedang merasakan hot flashes. Hal ini biasanya ditandai dengan wajah dan kulit tubuh (terutama leher dan dada) yang mengalami kemerahan, terasa hangat, berkeringat, dan kesemutan di jari-jari. Sayangnya, hal ini terjadi bukan karena perubahan temperatur atau cuaca lingkungan sekitar, melainkan karena kondisi di dalam tubuhmu.

Penyebab tubuh alami hot flashes ini salah satunya karena menopause. Para peneliti pun mengatakan bahwa hot flashes sebenarnya dikendalikan oleh area spesifik pada otak. Vaibhav Diwakar, seorang profesor psikiatri dan ilmu saraf dari Wayne State University mengatakan, telah ditemukan perubahan aktivitas pada otak yang menjadi awal mula terjadinya dan pemicu tubuh alami hot flashes. Ia juga mengatakan bahwa ternyata aktivitas di area tertentu dalam otak berubah, bahkan sebelum hot flashes terjadi.

Menopause atau akhir masa siklus menstruasi pada wanita seringkali memberikan gejala yang tidak menyenangkan, seperti sulit tidur, lesu, dan hot flashes. Gejala-gejala tersebut terjadi karena adanya perubahan hormon yang drastis dan terjadi sementara. Namun, menurut Beth Battaglino, RN, CEO dari Healthy Women, sebuah LSM terkait kesehatan wanita, meskipun hot flashes adalah gejala umum menopause, nyatanya kondisi ini bisa menyerang siapa saja, kapan saja, dan dengan berbagai penyebab yang berbeda. Bahkan, hot flashes juga bisa menyerang pria.

Baca juga: 5 Tanda Menopause pada Wanita yang Perlu Dikenali

Lantas faktor lain penyebab tubuh alami hot flases yakni:

  1. Kelebihan Berat Badan

Nyatanya, penumpukan lemak dalam tubuh akan membuat kerja metabolisme tubuhmu menjadi lebih lambat. Apabila hal ini terjadi, tubuh pun menjadi lambat dalam membakar lemak. Lemak sendiri ialah sumber energi yang dipakai tubuh untuk menghangatkan tubuh. Itu sebabnya, mereka yang memiliki banyak cadangan lemak akan lebih mudah merasa hangat atau kepanasan. Untuk itu, mereka yang memiliki berat badan berlebih harus mengelola berat badan dengan diet dan olahraga teratur. Sehingga, risiko hot flashes pun akan menurun.

  1. Makanan dan Minuman

Makanan tertentu seperti pedas, berkafein, atau beralkohol akan membuat sensasi kepanasan pada tubuh sehingga memicu hot flashes. Makanan pedas pun mampu merangsang ujung-ujung saraf lidah untuk mengaktifkan peningkatan suhu tubuh yang menimbulkan reaksi fisik termasuk pelebaran pembuluh darah, berkeringat, menangis, dan kulit yang berubah merah. Pada beberapa orang pun, hot flashes bisa terjadi lantaran reaksi alergi pada makanan dan minuman tertentu.

Baca juga: Bahayakah Makanan Pedas Bagi Tubuh?

  1. Suhu Kamar Terlalu Panas

Beristirahat dalam kondisi ruangan yang panas dan kering akan membuatmu kegerahan dan berkeringat di malam hari. Hal ini bisa terjadi karena kamu menambahkan selimut tebal atau baju tidur yang berbahan panas, sehingga kamu akan sering terbangun di malam hari. Solusinya, gunakan selalu baju yang nyaman dan tipis dan jangan gunakan selimut tebal untuk sementara waktu.

  1. Cemas dan Stres Berlebih

Cemas dan stres berlebih akan meningkatkan risiko hot flashes. Sebab saat sedang mengalami hal ini, hormon adrenalin tubuh akan meningkat dan menghasilkan sensasi hangat dari dalam tubuh. Hindarilah kondisi ini dengan mengembalikan suasana hatimu agar menjadi lebih baik, semisal mendengarkan musik atau meditasi.

  1. Efek Samping Obat

Mungkin tanpa disadari, kondisi kepanasan ini bisa terjadi akibat efek samping obat yang sedang kita konsumsi. Beberapa obat yang menimbulkan efek semacam ini antara lain obat antidepresi, obat kemoterapi kanker payudara, dan obat penghilang rasa sakit. Nah, jika hal ini menyiksamu, sebaiknya segera konsultasikan hal ini dengan dokter untuk mengganti dosis atau mengganti jenis obat untuk terhindar dari hot flashes.

Nah, apabila hal semacam ini terjadi padamu, ada baiknya segera mengkonsultasikannya kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Ayo, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!