Menyerang Anak, Ini Metode Diagnosis Flu Singapura

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Menyerang Anak, Ini Metode Diagnosis Flu Singapura

Halodoc, Jakarta – Apa yang kamu ketahui ketika mendengar penyakit bernama flu Singapura? Penyakit ini tidak seperti flu biasa, ya. Flu Singapura, yang punya nama lain Hand, Foot and Mouth Disease ini adalah infeksi virus yang sangat menular. Berbeda dengan flu biasa, flu Singapura ditandai munculnya luka di mulut dan ruam pada tangan dan kaki. Disebut flu Singapura karena penyakit ini sempat merebak di Singapura.

Baca Juga: Apakah Flu Singapura Berbahaya?

Flu Singapura disebabkan oleh coxsackievirus yang menyebar dari orang ke orang melalui kontak langsung dengan tangan yang tidak bersih. Virus ini juga dapat ditularkan melalui kontak dengan air liur, tinja, atau sekresi pernapasan orang yang terinfeksi. Flu Singapura sering menyerang anak di bawah usia 5 ketimbang orang dewasa. Flu ini rentan menyerang Si Kecil, sehingga ibu perlu waspada dengan mengenali gejala agar mudah mendiagnosisnya.

Metode untuk Mendiagnosis Flu Singapura

Sebenarnya ibu dapat dengan mudah mengenali gejala-gejala flu Singapura. Namun, bila ibu ragu-ragu, sebaiknya langsung bawa Si Kecil ke rumah sakit agar diperiksa dokter. Kalau ibu tidak ingin menunggu giliran periksa dokter terlalu lama, buat janji dengan dokter lewat aplikasi Halodoc. Melalui Halodoc, Ibu tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan lewat aplikasi.

Untuk mendiagnosis flu Singapura, dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik pada tangan, kaki, dan mulut. Melalui pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa mulut dan tubuh untuk mendeteksi apakah timbul lepuh dan ruam. Dokter juga bertanya kepada Si Kecil tentang gejala-gejala yang dirasakan. Setelah diperiksa, dokter dapat mengambil sampel usap tenggorokan atau tinja untuk pengujian virus. Pengujian bertujuan untuk mengkonfirmasi diagnosis flu Singapura.

Baca Juga: Anak Terkena Flu Singapura, Boleh Mandi atau Tidak?

Tanda dan Gejala Flu Singapura

Sebelum membawa Si Kecil ke dokter, ibu mungkin perlu mencari tanda-tanda dari flu Singapura. Gejala flu Singapura umumnya ditandai dengan hal berikut ini:

  • Muncul ruam di tangan dan kaki;

  • Adanya lepuh atau luka di lidah, gusi atau bagian dalam pipi yang cenderung berwarna kemerahan;

  • Mengalami demam;

  • Sakit tenggorokan, sehingga kehilangan nafsu makan;

  • Rewel akibat rasa ketidaknyamanan;

  • Merasa tidak enak badan (malaise).

Periode infeksi awal hingga timbulnya tanda dan gejala (periode inkubasi) adalah 3-6 hari. Demam adalah tanda awal flu Singapura yang diikuti oleh sakit tenggorokan dan terkadang menurunnya nafsu makan. Satu atau dua hari setelah demam dimulai, luka yang menyakitkan dapat timbul di bagian depan mulut atau tenggorokan. 

Baca Juga: Penanganan Flu Singapura yang Bisa Dilakukan di Rumah

Bagaimana Cara Mengobati Kondisi Ini?

Tidak ada pengobatan khusus untuk mengobati flu Singapura. Tanda dan gejala flu Singapura dapat hilang dalam 7-10 hari. Anestesi oral atau topikal dapat membantu meringankan rasa sakit pada mulut. Obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas, seperti acetaminophen atau ibuprofen dapat membantu meringankan ketidaknyamanan umum. Hindari memberikan aspirin kepada anak-anak, karena berisiko meningkatkan peluang terjadinya sindrom Reye.

Referensi:
Healthline (Diakses pada 2019). Hand, Foot, and Mouth Disease.
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Hand-foot-and-mouth disease.