Menyerang Tenggorokan, Ini Diagnosis Abses Perintosil

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Menyerang Tenggorokan, Ini Diagnosis Abses Perintosil

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya jangan sepelekan kondisi sakit ketika menelan atau alami penyumbatan pada bagian tenggorokan, beberapa kondisi yang dialami bisa menjadi tanda gangguan penyakit pada tenggorokan atau dikenal dengan abses peritonsil.

Baca juga: Abses Peritonsil dan Tonsilitis, Apa Bedanya?

Abses peritonsil terjadi karena infeksi bakteri yang menyebabkan munculnya nanah pada sekitar amandel atau dikenal dengan tonsil. Kondisi ini umumnya terjadi akibat penyakit tonsillitis yang tidak segera diatasi dan umum terjadi pada anak-anak atau remaja.

Ketahui Penyebab Abses Peritonsil

Bakteri penyebab abses peritonsil merupakan bakteri yang sama dengan penyebab radang tenggorokan yaitu bakteri Streptococcus. Bakteri Streptococcus memang menjadi bakteri yang sering menyerang bagian jaringan yang lunak seperti amandel atau tonsil. 

Ada beberapa faktor yang memicu seseorang alami abses peritonsil, seperti gangguan kesehatan yang menyebabkan infeksi pada gusi seperti periodontitis dan radang gusi. Tidak hanya itu, tonsillitis kronis, infeksi mononukleosis, kebiasaan merokok, leukemia limfositik kronis, dan adanya endapan kalsium atau batu pada amandel meningkatkan seseorang alami abses peritonsil. 

Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan untuk Deteksi Abses Peritonsil

Kondisi abses peritonsil dapat menyebabkan beberapa gejala pada tubuh, seperti nyeri pada bagian tenggorokan yang meliputi satu atau kedua sisi, mengalami nyeri telinga pada bagian tenggorokan yang alami abses peritonsil. Nyeri tenggorokan umumnya disertai kesulitan menelan dan sakit saat pengidap abses peritonsil membuka mulut. 

Wajah dapat mengalami pembengkakan akibat infeksi yang terjadi pada amandel. Sakit kepala yang disertai dengan demam, menggigil, dan suara parau menjadi tanda lain adanya infeksi bakteri Streptococcus pada tonsil. 

Waspada, abses peritonsil ini dapat mengakibatkan komplikasi jika tidak segera diatasi. Abses peritonsil yang pecah dan menyebabkan nanah tertelan kemudian masuk dalam paru-paru dapat sebabkan penyakit pneumonia pada pengidap abses peritonsil. Tidak ada salah lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami gejala yang menjadi tanda penyakit abses peritonsil.

Baca juga: Waspada, Abses Peritonsil Sebabkan Sulit Bernapas

Selain melihat gejala yang dialami, dokter juga melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi gejala yang dialami oleh seseorang, seperti:

  1. Pemeriksaan fisik yang meliputi pemeriksaan mulut, tenggorokan serta leher seseorang yang mengalami gejala abses peritonsil;

  2. Tes darah;

  3. CT Scan atau USG.

Pengobatan untuk Abses Peritonsil

Ketika dokter memastikan kondisi abses peritonsil yang dialami, ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. Umumnya, kondisi abses peritonsil diatasi dengan mengeluarkan nanah melalui proses aspirasi. Proses aspirasi adalah proses penyedotan nanah yang dilakukan dengan menggunakan jarum kecil. Tidak hanya itu, proses penyayatan kecil dengan pisau bedah juga dapat dilakukan untuk mengeluarkan nanah dari abses.

Baca juga: Pencegahan Abses Peritonsil yang Bisa Dilakukan

Jika kondisi ini dirasa tidak berhasil untuk mengatasi abses peritonsil, proses tonsilektomi akan dilakukan. Tonsilektomi merupakan prosedur pengangkatan amandel dan dilakukan pada pasien yang kerap alami abses peritonsil berulang ataupun tonsillitis.

Selain tindakan, penggunaan obat-obatan juga dilakukan untuk mengatasi abses peritonsil. Biasanya dokter memberikan obat penghilang rasa sakit dan antibiotik untuk mengatasi infeksi yang terjadi. Lakukan pencegahan abses peritonsil dengan beberapa cara yaitu menjaga kebersihan gigi serta mulut, dan hindari kebiasaan merokok.

 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Peritonsillar Abscess
Web MD. Diakses pada 2019. Peritonsillar Abscess