Pengobatan Abses Peritonsil yang Bisa Dilakukan

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Abses Peritonsil

Halodoc, Jakarta - Abses peritonsil merupakan infeksi bakteri yang mengakibatkan munculnya nanah di sekitar area tonsil (amandel). Kondisi ini merupakan komplikasi yang dapat terjadi karena adanya radang amandel yang tidak ditangani dengan baik. Gejalanya akan ditandai dengan rasa sakit pada bagian yang mengalami pembengkakan, sehingga pengidap akan mengalami kesulitan dalam menelan, berbicara, bahkan bernapas.

Baca juga: Abses Peritonsil dan Tonsilitis, Apa Bedanya? 

Pengobatan Abses Peritonsil yang Bisa Dilakukan

Jika gejala ditemukan, abses peritonsil masih dapat ditangani secara mandiri di rumah. Beberapa langkah yang dapat kamu lakukan, antara lain:

  • Jika kamu merupakan perokok aktif, berhenti merokok sekarang juga.

  • Menjaga kebersihan mulut dan gigi dengan rajin menyikat gigi dan berkumur dengan obat kumur.

  • Pergi ke dokter secara rutin sebanyak dua kali dalam setahun.

Abses peritonsil membutuhkan penanganan yang tepat. Dalam hal ini, pengidap akan membutuhkan serangkaian prosedur pemeriksaan sebelum melakukan langkah pengobatan. Beberapa pemeriksaan yang dilakukan, antara lain:

  • Pemeriksaan fisik pada mulut, tenggorokan dan leher.

  • Tes darah jika diperlukan.

  • CT scan.

  • USG.

CT scan dan USG tidak selalu dilakukan, tergantung pada kondisi pengidap. Penanganan dilakukan dengan cara mengeluarkan nanah melalui proses penyedotan menggunakan jarum, dengan membuat sayatan kecil pada area yang terkena. Namun, jika cara ini belum juga mengatasi, prosedur tonsilektomi harus dilakukan.

Tonsilektomi merupakan prosedur pengangkatan amandel yang biasanya dilakukan pada pengidap yang sering mengalami kondisi ini, atau orang yang pernah mengalami kondisi ini sebelumnya. Dalam hal ini, pengidap akan mengalami nyeri dan kesulitan ketika menelan, sehingga makanan dan minuman akan diberikan melalui cairan infus yang mengandung nutrisi dan vitamin yang diperlukan tubuh.

Baca juga: Jangan Salah, Ini Bedanya Radang Amandel dan Radang Tenggorokan

Gejala yang Ditemukan pada Pengidap Abses Peritonsil

Gejala yang ditemukan akan berbeda pada masing-masing pengidap. Biasanya, gejala akan terletak pada bagian yang terkena dan menjalar pada area belakang amandel, leher, dan dada. Gejala umum yang akan muncul, meliputi:

  • Demam dan menggigil.

  • Sakit tenggorokan pada satu sisi atau kedua sisi sekaligus.

  • Pembengkakan pada wajah dan leher.

  • Nyeri pada telinga di sisi yang sama dengan sakit tenggorokan.

  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening.

  • Kesulitan menelan dan membuka mulut.

  • Mengalami kejang pada otot rahang dan leher.

Pengidap kondisi ini akan mengalami pembengkakan pada beberapa area yang telah disebutkan. Ketika pembengkakan yang terjadi telah menghalangi saluran pernapasan, penanganan yang tepat diperlukan. Pasalnya, kondisi ini merupakan gawat darurat yang dapat membahayakan nyawa pengidapnya. 

Jika hal ini terjadi, segera temui dokter dengan membuat janji di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Jangan disepelekan, ya. Pasalnya, kehilangan nyawa merupakan komplikasi paling parah yang dapat terjadi. Jaga terus kesehatanmu dengan melakukan langkah-langkah yang tepat ketika menemukan masalah kesehatan pada dirimu.

Baca juga: Apakah Operasi Radang Amandel Berbahaya?

Faktor Risiko Terjadinya Abses Peritonsil

Faktor risiko yang menjadi pemicu dari abses peritonsil, yaitu:

  • Merokok.

  • Radang gusi, yaitu peradangan pada gusi yang ditandai oleh memerahnya gusi di sekitar akar gigi.

  • Adanya endapan kalsium pada area amandel. 

  • Tonsilitis, yaitu kondisi saat amandel mengalami peradangan atau inflamasi.

Abses peritonsil umumnya disebabkan oleh bakteri Streptococcus yang dapat dipicu oleh sejumlah faktor risiko tersebut. Bakteri ini kemudian menyebabkan infeksi pada jaringan lunak di sekitar amandel yang mengakibatkan pembengkakan pada area yang terkena.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Peritonsillar Abscess.
WebMD. Diakses pada 2019. Peritonsillar Abscess.