21 March 2019

Begini Cara Merawat Anak yang Terkena Juvenile Rheumatoid Arthritis di Rumah

juvenile rheumatoid arthritis, gangguan autoimun

Halodoc, Jakarta - Juvenile Rheumatoid Arthritis (JRA) merupakan gangguan autoimun. Artinya, tubuh salah menyerang beberapa sel dan jaringan yang sehat dan kemudian memicu peradangan. Belum diketahui secara pasti mengapa tubuh bereaksi seperti itu. Namun, diperkirakan terdapat kecenderungan genetik yang mengakibatkan JRA dan faktor lingkungan seperti virus yang sering memicu reaksinya.

Sebenarnya gangguan juvenile rheumatoid arthritis (JRA) termasuk dalam salah satu jenis radang sendi atau arthritis. Memang radang sendi ini lebih sering ditemui pada orang yang telah lanjut usia. Meski masih dalam masa pertumbuhan, anak-anak ternyata juga bisa mengalami radang sendi ini.

Beberapa anak yang mengalami JRA ada yang tidak mengalami gejala dan merasakan sakit. Namun, beberapa yang lain juga ada yang sering merasa kaku, kemerahan, atau bengkak pada beberapa atau banyak persendian. Gejala ini biasanya bertambah parah pada pagi hari, sebelum mulai bergerak. Terkadang, organ internal juga dapat mengalaminya. JRA menyebabkan bengkak pada kelenjar getah bening, ruam, serta demam.

Baca juga: Juvenile Rheumatoid Arthritis Gejala dan Pengobatannya

Ada pula sebagian anak yang mengalami gejala hanya satu kali atau sesekali saja, sedangkan yang lainnya dapat mengalami gejala kronis yang tidak bisa hilang. Kasus yang kronis dan parah dapat berbahaya bagi anak-anak, karena akan mengganggu perkembangan tulang dan memperlambat pertumbuhan anak.

Pada kebanyakan kasus, ada kemungkinan untuk mengontrol gejala dengan obat dan terapis fisik. Perlu diketahui, gangguan JRA dapat muncul pada usia berapapun, tetapi beberapa di antaranya hilang ketika anak mulai besar, biasanya saat pubertas.

Pengobatan dilakukan biasanya untuk mengurangi bengkak, meredakan sakit, membantu anak menjaga gerakan persendiannya, dan mengatasi komplikasi. Dokter spesialis mungkin meresepkan obat untuk mengatasi peradangan dan memperlambat atau mencegah kerusakan persendian.

Orangtua mungkin perlu memberikan beberapa jenis obat berbeda sebelum menemukan yang paling efektif dengan paling sedikit efek sampingnya untuk Si Kecil. Disarankan pula untuk mengajak anak berolahraga atau terapi fisik untuk membantu menjaga kelenturan otot dan gerakan persendian. Berenang dan olahraga lain yang tidak berat pada persendian dapat sangat bermanfaat.

Baca juga: Ini Bedanya Gout Arthritis dan Rheumatoid Arthritis

Untuk peradangan dan rasa sakit, dokter biasanya meresepkan non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), seperti ibuprofen. Obat ini dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa sakit dengan membatasi pelepasan bahan kimia berbahaya dari sel darah putih. Dosis rendah atau tinggi mungkin diperlukan tergantung pada respon anak pada obat. Anak harus terus mengonsumsi obat sampai dokter memintanya berhenti. Jika NSAID tidak mengontrol peradangan persendian, dokter dapat meresepkan obat lain seperti methotrexate.

Selain pengobatan di atas, beberapa perawatan dengan menjalani gaya hidup rumahan yang mungkin dapat membantu mengatasi rheumatoid arthritis juga bisa dilakukan seperti:

  • Pastikan anak meminum obat sesuai resep dokter.

  • Ajak dan dorong anak untuk berolahraga.

  • Dorong anak untuk berpartisipasi dalam banyak aktivitas yang serupa seperti anak lain. Namun, selalu selipkan waktu untuk ia beristirahat.

  • Bicarakan pada guru dan perawat sekolah anak. Tanyakan tentang pelayanan sekolah untuk menolong anak.

Baca juga: 6 Cara Mengobati Penyakit Rheumatoid Arthritis

Itulah bagaimana merawat anak yang mengalami juvenile rheumatoid arthritis yang bisa kamu lakukan di rumah. Jika gejala atau penyakit yang anak alami semakin parah atau tidak kunjung sembuh, ibu bisa mengkomunikasikannya dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.