21 February 2019

Jaga Kesehatan, Ini Bedanya Gout Arthritis dan Rheumatoid Arthritis

Jaga Kesehatan, Ini Bedanya Gout Arthritis dan Rheumatoid Arthritis

Halodoc, Jakarta - Arthritis rheumatoid dan asam urat atau gout arthritis termasuk dalam jenis arthritis yang memengaruhi sendi. Keduanya menimbulkan rasa sakit dan peradangan pada sendi. Tidak sedikit yang menganggap keduanya adalah hal yang sama, karena asam urat bisa menyebabkan terbentuknya nodul pada bagian tangan dan kaki seperti arthritis rheumatoid.

Baik rheumatoid arthritis maupun asam urat bisa menyerang satu orang, meski dibutuhkan dua penanganan yang berbeda. Lalu, sebenarnya apa yang membedakan rheumatoid arthritis dan asam urat ini?

Beda Arthritis Rheumatoid dan Arthritis Gout

Rheumatoid arthritis merupakan kondisi inflamasi autoimun. Gangguan sendi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat yang berada di jaringan sinovial atau lapisan sendi.

Reaksi ini menyebabkan timbulnya peradangan, rasa sakit, dan pembengkakan. Rheumatoid arthritis terjadi pada tangan, pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan kedua lutut. Jika tidak segera ditangani, serangan bengkak yang berulang ini menyebabkan kerusakan sendi.

Baca juga: Mengenal Juvenile Rheumatoid Arthritis, Gejala dan Cara Pengobatannya

Sementara itu, gout terjadi bukan karena autoimun, meski masih termasuk dalam peradangan sendi. Seseorang yang mengidap asam urat memiliki kandungan asam yang tinggi di dalam darahnya. Asam urat bisa dijumpai dalam makanan, minuman, dan obat-obatan tertentu. Asam urat dalam darah berubah menjadi kristal dan mengendap di jaringan sinovial, terutama di bagian tangan, kaki, dan siku.

Apa Penyebab Rheumatoid Arthritis dan Asam Urat?

Belum diketahui dengan penyebab seseorang mengalami rheumatoid arthritis. Namun, kondisi susunan genetik seseorang disinyalir turut berperan dalam terjadinya gangguan sendi ini.

Rheumatoid arthritis menyerang orang berusia 60 tahunan, dan sering terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria. Selain itu, orang-orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas berisiko mengalami gangguan sendi ini, terlebih jika memiliki riwayat gangguan sendi yang sama di keluarga.

Baca juga: Hindari 6 Hal Ini Agar Terhindar dari Rheumatoid Arthritis

Sementara itu, gout terjadi ketika tubuh seseorang membentuk asam urat dalam jumlah berlebih. Beberapa jenis makanan dan minuman bisa memicu terjadinya gangguan kesehatan ini meski secara tidak langsung. Namun, akar penyebab utama masalah adalah purin, yang banyak ditemukan dalam daging, sebagian besar ikan dan kerang, bahkan beberapa sayuran.

Di dalam tubuh, purin diubah menjadi asam urat. Biasanya, zat ini dikeluarkan dari tubuh melalui urine, tetapi kadar yang tinggi mengubahnya menjadi kristal tajam pada bagian persendian, menimbulkan rasa nyeri yang hebat.

Laki-laki berusia 60 tahun atau lebih cenderung lebih berisiko mengalami gout, terlebih jika mengidap kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung. Selain itu, diet tinggi daging merah, kerang, alkohol, dan soda serta orang-orang yang mengalami obesitas lebih berisiko mengalami gout.

Baca juga: Sakit Seperti Tertusuk Jarum Jadi Tanda Arthritis Gout

Itu tadi perbedaan antara arthritis rheumatoid dan arthritis gout yang perlu kamu ketahui. Jaga selalu kesehatan tubuh, minum vitamin jika diperlukan untuk menguatkan otot dan tulang. Jika kamu tidak tahu vitamin yang tepat, kamu bisa menanyakannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tentunya, kamu perlu download dulu aplikasi Halodoc di ponsel. Setelah mengetahui vitamin yang tepat, kamu juga bisa langsung membelinya lewat aplikasi ini. Yuk, biasakan hidup sehat!