27 June 2017

Ketahui 4 Cara Penularan Virus Zika

Ketahui 4 Cara Penularan Virus Zika

Halodoc, Jakarta - Virus zika merupakan sebuah virus yang dapat menyebar dengan mudahnya melalui gigitan seekor nyamuk, yang mana pengidapnya akan mengalami demam tinggi. Kedengarannya memang hampir sama dengan penyakit demam berdarah yang mengakibatkan si pengidap mengalami demam tinggi, yang kemudian ditandai dengan bintik merah pada tubuh.

Virus zika sendiri pertama kali diketahui pada sekitar tahun 1950, yang terjadi di daerah khatulistiwa Afrika dan Asia. Sebagaimana virus yang menyebabkan penyakit demam berdarah (DBD), virus zika pun dibawa dan disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk ini akan membawa virus zika dengan cara mengigit dan kemudian menginfeksi yang akhirnya menyebabkan penyakit demam zika atau penyakit zika.

Berdasarkan penelitian, demam zika atau penyakit zika memiliki keterkaitan dengan demam kuning dan virus Nil Barat yang disebabkan oleh Flavivirus bawaan artropoda lain. Di tahun 2007 virus ini merebak di Mikronesia (Samudera Pasifik)dan hingga September 2016 virus zika telah melanda 72 negara.

Mari kita telaah lebih jauh mengenai cara penularan virus zika yang wajib dikatahui, agar kamu dapat melakukan pencegahan lebih dini. Berikut adalah 4 cara penularan virus zika:

1.  Melalui Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti

Cara penularan virus zika yang pertama yaitu melalui gigitan nyamuk, sama halnya dengan penyakit demam berdarah. Penyakit zika pun ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti, yang sudah terinfeksi. Nyamuk ini biasanya akan bertelur di dekat genangan air seperti ember, mangkuk, dan genangan air lainnya. Berdasarkan sifatnya, nyamuk ini lebih banyak hidup di dalam ruangan.

Untuk dapat mencegahnya, ada baiknya kamu selalu menjaga kebersihan ruangan dan juga menutup semua genangan air yang berpotensi berkembang biaknya nyamuk tersebut. Kamu juga bisa melakukan penyemprotan obat anti nyamuk, atau lotion anti nyamuk, agar tubuhmu terhindar dari gigitan nyamuk aedes aegypti.

2.  Dari ibu ke anak
Cara penularan virus zika berikutnya ialah dari ibu hamil yang dapat menularkan kepada anaknya yang masih dalam kandungan (janin). Terjangkitnya virus zika ini kepada janin dapat mengakibatkan mikrosepali dan cacat otak.  pendeteksian dini virus zika bisa menggunakan alat Real Time Polymerase Chain Reactilon (RTPCR), karena alat tersebut bisa membedakan virus dengue yang dibawa oleh nyamuk dengue maupun virus zika.

Ibu hamil yang harus dilakukan pemerikasaan virus zika adalah yang memiliki riwayat perjalanan dari area terjangkit, dan juga memiliki 2 atau lebih gejala dari infeksi virus zika. Apabila ibu hamil yang ingin atau akan melakukan bepergian ke area terjangkit virus zika, maka sebaiknya melakukan diskusi dengan dokter terlebih dahulu. Selain itu sebaiknya selama berada di area terjangkit, diharapkan melakukan perlindungan ekstra terhadap gigitan nyamuk.

3.  Berhubungan Seksual
Cara penularan virus zika juga dapat terjadi melalui hubungan hubungan intim dari orang yang sudah terinfeksi virus zika. Oleh sebab itu sebaiknya gunakan alat kontrasepsi, agar tidak terjangkit penyakit zika.

4.  Transfusi Darah
Terdapat sebuah kasus yang menerangkan bahwa cara penularan virus zika dapat dilakukan melalui transfusi darah, hal ini dijelaskan oleh otoritas kesehatan provinsi Brazil yang menjelaskan bahwa terdapat dua orang yang terinfeksi virus zika bukan melalui gigitan nyamuk. Keduanya tertular virus zika setelah melakukan transfusi darah.


Bagaimanapun cara penularan virus zika, tentunya kamu harus tetap waspada dan melakukan pencegahan terhadap virus tersebut. Melakukan pencegahan yang simpel adalah dengan cara menutup genangan air sarang berkembangnya nyamuk, dan menggunakan lotion anti nyamuk. Dan jika kamu ingin melakukan diskusi lebih lanjut mengenai penyakit ini dengan ahlinya, kini kamu sudah bisa melakukannya secara GRATIS dengan men-download aplikasi Halodoc sekarang juga ya.

BACA JUGA: Cari Tahu 7 Cara Mudah Hindari Flu