• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta Alkoholik Berisiko Terkena Empiema?

Mitos atau Fakta Alkoholik Berisiko Terkena Empiema?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Empiema terjadi karena ada tumpukan nanah pada ruang pleura, yaitu area yang terletak di antara paru-paru dan permukaan bagian dalam dinding dada. Penyakit yang menyerang paru-paru ini tidak boleh dianggap sepele dan harus segera mendapat penanganan. Sebab, empiema yang tidak ditangani bisa memicu kondisi yang lebih parah, seperti infeksi jaringan paru-paru alias pneumonia. 

Nanah yang menumpuk di ruang pleura menyebabkan fungsi organ paru-paru terganggu. Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab kondisi ini terjadi. Jika dilihat dari jenisnya, empiema dibagi menjadi dua, yaitu sederhana dan kompleks. Lantas, apa saja penyebab penyakit ini bisa terjadi? Benarkah seorang alkoholik lebih berisiko mengalami empiema? 

Baca juga: 7 Penyebab Seseorang Alami Empiema

Konsumsi Alkohol Menjadi Faktor Risiko Penyakit Empiema 

Penyakit ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu empiema sederhana yang muncul pada tahap awal penyakit serta empiema kompleks yang biasanya muncul pada tahap akhir penyakit. Penumpukan nanah di ruang pleura menjadi penyebab utama penyakit empiema. Selain itu, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini, salah satunya konsumsin minuman beralkohol dalam jangka panjang. 

Risiko penyakit ini meningkat pada orang yang mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan hingga mengalami kecanduan. Orang yang kecanduan alkohol disebut sebagai alkoholik. Sejauh ini, konsumsi alkohol secara berlebihan telah terbukti bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit menyerang, terutama gangguan pada organ hati. Ternyata, konsumsi alkohol juga bisa menyerang paru-paru dan menyebabkan penyakit empiema. 

Seseorang dikatakan mengalami alkoholik sindrom jika merasa tidak bisa lagi lepas dari alkohol, bahkan konsumsi alkohol seakan sudah menjadi hal yang harus dilakukan setiap hari. Kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele, sebab konsumsi alkohol berlebih bisa merusak kesehatan tubuh secara keseluruhan. 

Selain pada alkoholik, risiko penyakit empiema juga meningkat pada orang yang mengalami malnutrisi, kebersihan gigi buruk, seizure disorder, serta pengguna alkohol dan obat-obatan tertentu. Selain itu, risiko penyakit ini juga meningkat pada orang yang tengah menjalani kemoterapi steroid, trauma multiple, serta gangguan paru primer.

Baca juga: 5 Diagnosis untuk Deteksi Empiema

Penyakit ini harus segera diobati, di antaranya dengan konsumsi obat-obatan, seperti antibiotik, thoracocentesis, dan operasi. Biasanya, prosedur operasi dilakukan untuk mengatasi kasus empiema kompleks. Operasi dilakukan dengan memasukkan sebuah pipa karat yang nantinya akan membantu mengeluarkan nanah. Empiema juga bisa ditangani dengan prosedur operasi, seperti thoracostomy, video-assisted thoracic surgery (VATS), dan dekortikasi terbuka.

Setelah didiagnosis dengan empiema, pengobatan harus segera dilakukan. Meski jarang, empiema kompleks bisa memicu komplikasi yang berbahaya, seperti sepsis yang terjadi karena sistem kekebalan tubuh bekerja terus-menerus dalam melawan infeksi. Penyakit yang menyerang paru-paru ini juga bisa memicu komplikasi pneumotoraks alias paru-paru kolaps yang bisa berakibat fatal jika tidak ditangani. 

Baca juga: Mitos atau Fakta, Pengidap Pneumonia Bisa Terkena Empiema

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit empiema dan hubungannya dengan konsumsi alkohol di aplikasi Halodoc. Kamu bisa bertanya pada dokter kapan dan di mana saja melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Medscape. Diakses pada 2019. Empyema and Abscess Pneumonia.
Healthline. Diakses pada 2019. Empyema.
Healthline. Diakses pada 2019. Alcoholism.