Mitos atau Fakta, Cacar Air Sebabkan Ensefalitis?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Mitos atau Fakta, Cacar Air Sebabkan Ensefalitis?

Halodoc, Jakarta - Merupakan peradangan yang terjadi pada jaringan otak, ensefalitis dapat menyebabkan gangguan saraf. Gejala gangguan saraf yang terjadi dapat berupa penurunan kesadaran, kejang, hingga gangguan gerak. Benarkah cacar air dapat menjadi penyebab ensefalitis?

Jawabannya, belum tentu. Sebab ensefalitis dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan jamur. Pada beberapa kasus, kondisi ini memang bisa disebabkan oleh virus Varicella zoster, penyebab cacar air dan herpes zoster. Namun, tidak dapat dipastikan bahwa penyakit ini dapat terjadi sebagai komplikasi dari cacar air. 

Baca juga: Ketahui Tanda Mengidap Radang Otak

Lebih jelasnya, kamu juga bisa tanya-tanya langsung dengan dokter di di aplikasi Halodoc. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung seputar ensefalitis atau gangguan kesehatan lainnya melalui Chat atau Voice/Video Call.

Sebagian besar ensefalitis disebabkan oleh infeksi virus. Infeksi ini dapat langsung menyerang otak atau disebut ensefalitis primer, tetapi juga dapat berasal dari organ tubuh lain lalu menyerang otak, atau disebut ensefalitis sekunder.

Selain virus penyebab cacar air, jenis virus yang dapat menyebabkan ensefalitis adalah:

  • Virus herpes simpleks, penyebab penyakit herpes di mulut dan herpes genital.

  • Virus Epstein-Barr, penyebab penyakit mononukleosis.

  • Virus penyebab penyakit campak (measles), gondongan (mumps), dan rubella.

  • Virus dari hewan, seperti rabies.

Selain virus, ensefalitis juga dapat disebabkan oleh bakteri atau jamur. Penyakit ini lebih rentan terjadi pada seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV atau orang yang mengonsumsi obat imunosupresif.

Baca juga: Japanese Encephalitis, Gigitan Nyamuk yang Sebabkan Radang Otak

Gejala yang Muncul Bertahap

Gejala ensefalitis biasanya muncul secara bertahap. Mulai dari yang ringan menyerupai flu, seperti demam, sakit kepala, muntah, kelelahan, dan nyeri otot. Namun, seiring perkembangannya, ensefalitis dapat menimbulkan gejala yang lebih serius, seperti:

  • Demam hingga lebih dari 39 derajat Celsius.

  • Linglung.

  • Halusinasi.

  • Emosi tidak stabil.

  • Gangguan bicara, pendengaran, atau penglihatan.

  • Kelemahan otot.

  • Kelumpuhan pada wajah atau bagian tubuh tertentu.

  • Kejang.

  • Penurunan kesadaran.

Pada bayi dan anak-anak, gejala ensefalitis yang muncul bersifat umum, sehingga sulit disadari karena menyerupai gejala penyakit lain. Gejala yang dapat muncul adalah:

  • Mual dan muntah.

  • Nafsu makan menurun.

  • Tubuh anak terlihat kaku.

  • Muncul tonjolan pada bagian ubun-ubun kepala.

  • Rewel dan sering menangis.

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan tadi, atau jika mengalami sakit kepala hebat disertai demam tinggi. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Sementara itu, bayi dan anak-anak yang diduga mengalami gejala ensefalitis sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa dokter. Penanganan ensefalitis sejak dini perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan otak lebih jauh pada anak.

Baca juga: Inilah 5 Orang yang Rentan Terkena Radang Otak

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Sebagian besar pengidap ensefalitis parah mengalami komplikasi akibat peradangan yang terjadi. Risiko komplikasi yang mungkin terjadi tergantung pada beberapa faktor. Di antaranya adalah usia, penyebab infeksi, tingkat keparahan, dan kecepatan penanganan.

Sementara itu, kerusakan otak yang disebabkan oleh ensefalitis dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan selamanya. Lokasi kerusakan pada otak juga dapat menentukan jenis komplikasi yang terjadi. Komplikasi yang dimaksud meliputi:

  • Kelumpuhan.

  • Gangguan bicara dan berbahasa.

  • Gangguan pendengaran dan penglihatan.

  • Gangguan kecemasan umum.

  • Hilang ingatan.

  • Gangguan kepribadian.

  • Epilepsi.

  • Pada kasus yang parah, pengidap dapat mengalami koma, bahkan kematian.

Referensi:

Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Encephalitis

Medical News Today (Diakses pada 2019). What is encephalitis?

WebMD (Diakses pada 2019). Understanding Encephalitis -- The Basics