09 January 2019

Mitos atau Fakta, Ibu Hamil Rentan Alami Radang Gusi

mitos atau fakta ibu hamil rentan alami radang gusi

Halodoc, Jakarta – Kehamilan membuat seorang wanita mengalami perubahan hormon yang cukup drastis. Nah, perubahan hormon inilah yang sering menjadi penyebab munculnya berbagai macam gangguan kehamilan. Enggak hanya memengaruhi kulit dan rambut ibu, nyatanya perubahan hormon saat hamil juga membuat ibu hamil rentan mengalami radang gusi lho. Simak penjelasannya di sini.

Radang gusi atau yang dikenal juga dengan istilah gingivitis adalah kondisi di mana gusi mengalami peradangan atau inflamasi. Radang gusi biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga pengidap seringkali tidak menyadari kondisi tersebut. Padahal, radang gusi yang tidak segera diobati berpotensi berkembang menjadi periodontitis, lho. Periodontitis adalah peradangan pada jaringan pengikat di dalam gusi dan tulang di sekitar gigi yang bisa mengakibatkan gigi tanggal. Karena itu, ibu hamil perlu waspada terhadap masalah kesehatan gigi yang satu ini dengan mengenali gejala radang gusi.

Baca juga: Inilah Gejala dan Pengobatan Periodontitis yang Bikin Gusi Radang

Secara umum, gejala radang gusi, antara lain:

  • Gusi bengkak

  • Gusi berubah warna menjadi merah tua

  • Gusi sering berdarah saat menyikat gigi

  • Gusi mengerut

  • Bau mulut.

Bila ibu mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan kondisi gigi dan gusi ke dokter gigi. Dengan melakukan penanganan yang tepat sedini mungkin, ibu akan terhindar dari risiko komplikasi.

Kehamilan Meningkatkan Risiko Wanita Terserang Radang Gusi

Sebenarnya, radang gusi bisa dialami oleh siapa saja. Namun, ibu hamil ternyata lebih rentan mengalami radang gusi. Hal ini karena saat hamil, kadar hormon progesteron di dalam tubuh meningkat sampai 10 kali lipat dari biasanya. Tingkat hormon progesteron yang tinggi menyebabkan aliran darah ke gusi menjadi meningkat, sehingga gusi ibu hamil menjadi rentan mengalami masalah gigi, salah satunya adalah radang gusi. Perubahan hormon yang terjadi saat pubertas juga membuat anak remaja menjadi rentan terserang radang gusi. Selain perubahan hormon, berikut faktor-faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena radang gusi:

  • Malas menyikat gigi. Menyikat gigi adalah rutinitas yang sangat penting untuk menghilangkan bakteri dan kotoran pada gigi. Bila bakteri dan sisa-sisa makanan tidak dibersihkan, maka lama-kelamaan akan terbentuk plak pada permukaan gigi kamu. Penumpukan plak inilah yang menjadi penyebab utama terjadinya radang gusi.

  • Para perokok. Kebiasaan merokok atau mengunyah tembakau akan menyebabkan jaringan gusi sulit untuk beregenerasi.

  • Menggunakan gigi palsu yang tidak pas. Hal ini tanpa sadar bisa menyebabkan bakteri dan sisa makan berkumpul di celah antara gigi palsu dan gusi.

  • Pengidap diabetes. Penyakit ini bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi.

  • Usia. Seiring bertambahnya usia seseorang, maka semakin meningkat risiko terserang radang gusi.

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu dan obat terlarang.

Dampak Radang Gusi yang Dialami Ibu Hamil Bagi Janin

Radang gusi saat hamil sebaiknya jangan dibiarkan saja. Pasalnya, infeksi bakteri dari gigi bisa menimbulkan dampak buruk bagi perkembangan janin di dalam kandungan, bahkan membahayakan nyawanya. Dampak buruk yang bisa terjadi pada janin bila sang ibu terserang radang gusi adalah keguguran, prematur, dan terlahir dengan berat badan yang rendah. Bila bakteri penyebab gingivitis masuk ke aliran darah, paru-paru, ataupun perut bayi, maka kondisi tersebut bisa menyebabkan kematian pada bayi.

Baca juga: Kebersihan Gigi Ibu Bisa Pengaruhi Kesehatan Janin, Kok Bisa?

Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Saat Hamil

Jadi, agar janin bisa terhindar dari dampak buruk akibat radang gusi yang dialami ibu hamil, berikut tips-tips yang bisa ibu lakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut:

  • Menyikat gigi minimal dua kali sehari dengan menggunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi ber-fluoride.

  • Bersihkan juga lidah dengan sikat khusus lidah untuk membersihkan bakteri dan sisa makanan dari papila lidah.

  • Setelah menyikat gigi, kumur-kumur dengan cairan pembersih bebas alkohol.

  • Gunakan dental floss untuk mengangkat sisa makanan di sela-sela gigi setelah makan.

  • Mengunyah permen karet yang mengandung xylitol dua sampai tiga kali sehari untuk mengurangi plak pada gigi.

  • Rutin mengunjungi dokter gigi untuk memeriksakan kesehatan gigi.

  • Berkumur dengan baking soda untuk membersihkan gigi dari asam yang keluar saat ibu hamil muntah akibat morning sickness.

  • Kurangi konsumsi makanan dan minuman manis.

Baca juga: Alasan Makanan Manis Bikin Gigi Bolong

Jadi faktanya, ibu hamil memang rentan mengalami radang gusi. Ibu hamil juga bisa membicarakan masalah kesehatan apa saja yang muncul selama kehamilan dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk minta saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.