• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Kebiasaan Merokok Pemicu Kehamilan Ektopik

Mitos atau Fakta, Kebiasaan Merokok Pemicu Kehamilan Ektopik

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Tidak semua wanita berbahagia atas kehamilan yang didapatnya. Pasalnya, ada beberapa yang mengalami kelainan kehamilan, seperti kehamilan ektopik atau kehamilan yang terjadi di luar kandungan atau rahim. Ketika terjadi kehamilan, seharusnya sel telur yang telah berhasil dibuahi akan menempel pada bagian tuba falopi sebelum akhirnya lepas dan menuju rahim.

Sayangnya, ada kondisi saat sel telur yang berhasil dibuahi tidak menempel pada rahim, tetapi pada organ lain disekitarnya, seringnya tuba falopi. Namun, bisa juga sel telur ini melekat pada leher rahim, indung telur, bahkan hingga rongga perut. Kondisi inilah yang disebut dengan kehamilan ektopik.

Kebiasaan Merokok Picu Kehamilan Ektopik, Mitos atau Fakta?

Sebenarnya, apa yang menyebabkan seorang wanita mengalami kehamilan ektopik? Seringnya, terjadinya kerusakan pada bagian tuba falopi menjadi penyebabnya. Akan tetapi, apa yang menjadi penyebab kehamilan ektopik sampai sekarang masih belum diketahui. 

Baca juga: Janin Ada di Luar Rahim, Apa Dampaknya?

Kerusakan pada tuba falopi sendiri bisa disebabkan karena banyak hal, termasuk cacat lahir, ketidakseimbangan hormon, perkembangan organ reproduksi yang tidak normal, peradangan yang terjadi karena infeksi atau prosedur medis tertentu, hingga faktor genetik. Lantas, bagaimana dengan merokok? 

Ternyata, ada banyak hal yang bisa meningkatkan risiko seorang wanita mengalami kehamilan ektopik. Kehamilan yang terjadi pada usia tua menjadi salah satu faktor risiko rendah. Akan tetapi, bagi wanita yang memiliki kebiasaan merokok, risiko ini akan lebih besar. Bahkan, wanita yang terbiasa merokok berisiko, hingga 20 kali lebih tinggi mengalami kehamilan ektopik. Begitu pula dengan paparan asap rokok atau perokok pasif.

Baca juga: Pilihan Penanganan untuk Mengatasi Kehamilan Ektopik

Jadi, kebiasaan merokok memang bisa memicu terjadinya kehamilan ektopik pada wanita. Bahkan, kebiasaan buruk ini juga akan berdampak negatif pada kesehatan ibu dan janin, salah satunya adalah keguguran atau berat badan lahir bayi rendah. Inilah mengapa ibu perlu menghentikan kebiasaan merokok, bahkan sebisa mungkin tidak melakukannya, baik sebelum maupun saat sedang hamil.

Jangan lupa, periksakan kondisi kehamilan secara rutin di dokter spesialis kandungan, sehingga adanya kelainan kehamilan atau janin bisa dideteksi lebih awal dan penanganannya pun bisa segera dilakukan. Agar lebih mudah, ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk tanya jawab dengan dokter kandungan atau membuat janji untuk berobat di rumah sakit terdekat.

Kenali Gejala dan Cara Mencegah Kehamilan Ektopik

Mual dan nyeri pada payudara menjadi gejala umum ketika seorang wanita mengalami kehamilan ektopik. Segera cari bantuan medis jika kamu mengalami nyeri yang sangat hebat pada perut, bahu, leher, dan panggul, mengalami pendarahan yang parah, dan merasa sakit kepala hebat, terlebih jika kamu sedang berada pada kondisi hamil. 

Baca juga: Waspada 3 Tanda-Tanda Hamil Kosong

Sementara itu, menghindari kebiasaan merokok menjadi salah satu cara terbaik untuk mencegah terjadinya kehamilan ektopik atau masalah kehamilan lainnya. Jangan lupa, hindari berganti pasangan ketika berhubungan intim dan sebaiknya gunakan alat kontrasepsi untuk mencegah terjadinya infeksi menular seksual. 

Memelihara kesehatan dengan mengatur pola hidup dan pola makan yang sehat juga menjadi cara yang baik untuk mendukung kehamilan yang sehat dan bebas masalah. Akan tetapi, tetap pastikan kamu melakukan pemeriksaan rutin ya, terlebih jika kamu memiliki siklus menstruasi yang terbilang tidak teratur dan berisiko pada berbagai masalah reproduksi.



Referensi: 
Healthline Parenthood. Diakses pada 2020. Ectopic Pregnancy.
Verywell Family. Diakses pada 2020. Ectopic Pregnancy Causes and Risk Factors.