• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta Kelebihan Yodium Sebabkan Hipertiroidisme

Mitos atau Fakta Kelebihan Yodium Sebabkan Hipertiroidisme

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Coba tebak, kira-kira apa peran kelenjar tiroid dalam tubuh? Hormon ini ternyata punya peran vital dalam tubuh. Contohnya, mengatur suhu tubuh, mengubah makanan menjadi energi, hingga mengatur denyut jantung. Nah, sudah kebayangkan apa jadinya bila kelenjar ini bermasalah? 

Dari beragamnya penyakit yang bisa menyerang kelenjar ini, hipertiroidisme merupakan salah satu yang mesti diwaspadai. Hipertiroidisme adalah penyakit yang menyebab hormon tiroid terlalu tinggi dalam tubuh. Meningkatnya kadar hormon ini bakal menimbulkan banyak masalah. 

Pertanyaannya, apa sih yang menyebabkan hipertiroidisme? Benarkah kelebihan yodium bisa memicu kondisi ini? 

Baca juga: Kenali 5 Penyakit yang Mengintai Kelenjar Tiroid

Yodium Bukan Faktor Tunggal

Sebenarnya ada beragam hal yang bisa menyebabkan hipertiroidisme, salah satunya asupan yodium. Ternyata, konsumsi makanan yang mengandung yodium tinggi bisa memicu terjadi hipertiroidisme. Sebab yodium yang dikonsumsi terlalu banyak bisa menjadi racun bagi tubuh. 

Akan tetapi, kelebihan yodium bukanlah satu-satunya pemicu hipertiroidisme. Dalam kebanyakan kasus,  penyakit ini disebabkan oleh penyakit autoimun. Namun dalam beberapa kasus, efek samping obat-obatan juga bisa memicu terjadi hipertiroid. Selain kedua hal tersebut, ada pula faktor-faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko terjadinya hipertiroidisme. Contohnya: 

  • Penyakit graves, kekebalan tubuh menyerang sel normal.
  • Penggunaan cairan kontras pada tes pemindaian.
  • Peradangan pada kelenjar tiroid.
  • Adanya tumor jinak atau benjolan pada kelenjar tiroid.
  • Kanker tiroid.
  • Adanya tumor pada testis atau ovarium.

Baca juga: Idap Hipertiroidisme, Lakukan 3 Hal Ini untuk Menanganinya

Penurunan Berat badan Sampai Kedutan Otot

Kelenjar tiroid sendiri terletak di leher, bagian depan tengah, dan berbentuk serta seukuran dengan kupu-kupu. Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroid yang fungsinya mengatur pertumbuhan dan metabolisme tubuh. 

Nah, percepatan metabolisme akibat hipertiroidisme inilah yang bakal menimbulkan beragam gejala. Sebab hipertiroidisme bisa menimbulkan beberapa gejala pada pengidapnya. Gejala hipertiroidisme yang timbul bergantung pada kondisi tubuh dan tingkat keparahannya. 

Nah, berikut ini beberapa gejala hipertiroidisme yang mungkin dialami pengidapnya: 

  • Berat badan turun drastis,
  • Diare,
  • Mudah marah dan emosional,
  • Rambut rontok secara tidak merata,
  • Insomnia,
  • Otot menjadi lemas,
  • Konsentrasi berkurang,
  • Pembesaran kelenjar tiroid,
  • Libido menurun,
  • Siklus menstruasi tidak teratur,
  • Kemandulan,
  • Kedutan pada otot.

Bila mengalami gejala-gejala di atas, segeralah tanyakan atau temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc

Timbul Beragam Komplikasi 

Sebaiknya jangan menganggap remeh hipertiroidisme. Sebab hipertiroidisme yang dibiarkan tanpa penanganan yang tepat bakal menimbulkan beragam komplikasi. Mulai dari masalah mata, tulang mudah rapuh, kulit menjadi merah dan bengkak akibat penyakit graves, hingga masalah pada jantung. 

Dampak hipertiroid bagi tubuh juga bisa memicu terjadinya gangguan irama jantung atau atrial fibrilasi (fibrilasi atrium). Mau bukti? Simaklah jurnal di US National Library of Medicine National Institutes of Health bertajuk “Atrial Fibrillation and Hyperthyroidism”. 

Menurut ahli dalam jurnal di atas, fibrilasi atrium terjadi pada 10–15 persen pengidap hipertiroidisme. Tak cuma itu saja, Fibrilasi atrium merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada hipertiroidisme subklinis. 

Tuh, seram kan? 

Mau tahu lebih jauh mengenai penyakit di atas? Atau memiliki keluhan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc

Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hyperthyroidism (overactive thyroid).
National Library of Medicine National Institutes of Health. Diakses pada Januari 2020. Atrial Fibrillation and Hyperthyroidism.
Web MD. Diakses pada 2020. Hyperthyroidism (Overactive Thyroid).