• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta Kurang Vitamin D Sebabkan Penyakit Autoimun?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta Kurang Vitamin D Sebabkan Penyakit Autoimun?

Mitos atau Fakta Kurang Vitamin D Sebabkan Penyakit Autoimun?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 16 Desember 2021

“Vitamin D erat kaitannya dengan sistem kekebalan tubuh seseorang. Jika kadarnya terlalu rendah, tubuh lebih mudah terkena penyakit. Penyakit autoimun menjadi salah satu akibat yang dirasakan tubuh saat kekurangan kadar vitamin D.”

Mitos atau Fakta Kurang Vitamin D Sebabkan Penyakit Autoimun?

Halodoc, Jakarta – Autoimun menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti, karena sistem kekebalan yang seharusnya melindungi justru menyerang sel dan jaringan di dalam tubuh. Penyakit ini begitu mengancam, sehingga penyebabnya sendiri perlu diketahui dan diatasi dengan baik.

Ketimbang hipertensi dan stroke, pengidap penyakit autoimun memang tidak sebanyak kedua penyakit tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, pengidapnya bertambah akibat pola hidup tidak sehat yang dilakukan. 

Namun, benarkah kekurangan vitamin D bisa memicu penyakit ini? Yuk, simak faktanya di bawah ini. 

Kurang Vitamin D Memicu Penyakit Autoimun

Sebenarnya, sistem kekebalan tubuh seseorang berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit berbahaya. Tugasnya adalah membunuh bakteri atau virus penyebab penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Jika mengidap penyakit autoimun, kekebalan tubuh justru menjadi bumerang bagi sel dan jaringan sehat.

Kekebalan tubuh justru menganggap sel dan jaringan sehat sebagai ancaman, sehingga berbalik menyerang dan merusak, bukan melindungi. Akibatnya, muncul banyak jenis penyakit autoimun. 

Nah, salah satu kondisi yang menjadi pemicunya adalah kurangnya asupan vitamin D dalam tubuh. Dalam menunjang kekebalan tubuh, vitamin D berperan dalam mengatur perbanyakan sel T. Sel tersebut yang mengontrol proses dan fungsi sel limfosit. 

Dengan kata lain, vitamin D mendukung aktivasi imunitas antibakteri dan antivirus dalam tubuh seseorang.  Tidak susah kok untuk mendapatkan asupan vitamin D. Kamu bisa berjemur setiap hari di bawah sinar matahari di antara pukul 7 sampai 9 pagi. 

Pengidap autoimun dengan kadar vitamin D yang rendah juga dapat memicu perburukan penyakit seiring dengan berjalannya waktu. Jadi, usahakan penuhi asupannya dengan baik, ya!

Selain Kurang Vitamin D, Ini Penyebab Autoimun

Meski hingga kini belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti dari penyakit autoimun, tetapi beberapa faktor pemicu dapat meningkatkan peluang. Selain kekurangan asupan vitamin D, berikut ini beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko mengidap autoimun:

  • Memiliki riwayat penyakit autoimun dalam keluarga.
  • Aktif merokok.
  • Sudah memiliki satu penyakit autoimun.
  • Paparan racun atau zat berbahaya.
  • Berjenis kelamin wanita. Sebanyak 78 persen wanita mengidap penyakit tersebut.
  • Kegemukan atau obesitas.
  • Mengidap infeksi atau peradangan dalam tubuh.

Nah, agar terhindar dari penyakit ini, cobalah untuk selalu menerapkan pola hidup sehat dengan diet sehat, rutin berolahraga, berhenti merokok, dan atasi berbagai gangguan kesehatan yang tengah dialami. Dengan menjauhi faktor risikonya, kamu telah menurunkan persentase penyakit.

Gejala Tergantung pada Area yang Terkena

Gejala dibedakan berdasarkan area tubuh yang terkena. Berikut ini beberapa gejala tersebut:

  • Sendi dan otot. Gejala meliputi sakit dan nyeri otot, nyeri dan pembengkakan pada sendi, kelemahan otot, serta peradangan.
  • Penyakit saluran pencernaan. Gejala meliputi perut kembung, sembelit, sakit perut, refluks asam lambung, mual, sensitif terhadap makanan tertentu, dan adanya darah pada feses.
  • Penyakit kulit. Gejala meliputi ruam, gatal-gatal, mata kering, mulut kering, peradangan, rambut rontok dan kulit kering.
  • Penyakit pada sistem saraf. Gejala meliputi pusing, kecemasan dan depresi, kesulitan berpikir, kebingungan, insomnia, masalah kognitif, migrain, kesemutan, serta mati rasa.

Manfaat Vitamin D

Penyakit autoimun sangat bervariasi. Ada yang mudah diobati dan ada yang tidak. Beberapa di antaranya bahkan bisa bertahan seumur hidup. Jika memiliki gejalanya, segera buat janji temu dengan dokter di rumah sakit terdekat lewat aplikasi Halodoc, ya! Yuk, download Halodoc sekarang juga.

Referensi:

Science Daily. Diakses pada 2021. Low Levels Of Vitamin D In Patients With Autoimmune Disease May Be Result, Not Cause, Of The Disease.
Byrdie. Diakses pada 2021. Dermatologists Explain Why Vitamin D Is So Crucial for Healthy Skin.