Mitos atau Fakta, Puasa Bisa Mengeluarkan Racun dari Tubuh?

Mitos atau Fakta, Puasa Bisa Mengeluarkan Racun dari Tubuh?

Halodoc, Jakarta – Puasa yang dilakukan secara sehat telah terbukti memiliki manfaat kesehatan yang potensial, seperti penurunan berat badan. Namun, bila merujuk pada kemampuan untuk menghilangkan racun dari tubuh masih menjadi pro dan kontra.

Dengan kata lain, puasa mungkin memiliki manfaat kesehatan, tapi tidak memiliki dukungan ilmiah. Sejatinya, tubuh dapat mengeluarkan racun apakah seseorang berpuasa atau tidak. Faktanya, puasa memiliki risiko kesehatan karena tubuh membutuhkan cairan, energi, vitamin, dan mineral untuk detoksifikasi.

Menghindari memasukkan "racun" ke dalam tubuh seseorang pasti memiliki efek positif. Jadi, pada tingkat bahwa "puasa" berarti tidak memasukkan racun ke dalam tubuh seseorang, maka "puasa bekerja" dalam hal ini untuk mendetoksifikasi tubuh.

Baca juga: Benarkah Puasa Dapat Menurunkan Kolesterol Tinggi?

Karenanya, tubuh dapat mengeluarkan racun apakah seseorang berpuasa atau tidak, dan bahwa dasar-dasar, seperti vitamin, mineral, kalori, dan cairan sangat penting untuk proses detoksifikasi alami.

Pun begitu, bukan berarti puasa tidak memiliki manfaat positif, hanya saja gagasan bahwa berpantang makan dan/atau minum itu sendiri adalah sesuatu yang mendetoksifikasi tubuh tidak sepenuhnya benar.

Mengapa Puasa Memiliki Risiko Kesehatan?

Ketika kamu berpuasa, itu berarti kamu berisiko kehilangan bagian-bagian tubuh yang berfungsi sebagai pusat sumber daya detoksifikasi alami yang mereka butuhkan untuk menghilangkan racun, termasuk hati, paru-paru, usus besar, ginjal, kelenjar getah bening, kulit, dan lain-lain.

Baca juga: Harus Tahu, Manfaat Puasa untuk Pengidap Kolesterol Tinggi

Ini bisa menghilangkan sumber daya tubuh yang dibutuhkannya dapat menyebabkan stres, yang pada gilirannya dapat menyebabkan oksidasi sel, yang merupakan salah satu hal paling "beracun" yang dapat terjadi pada tubuh (terutama tubuh yang kekurangan antioksidan yang ditemukan dalam makanan sehat).

Apakah Puasa Memiliki Manfaat Kesehatan?

Puasa pembersihan yang meliputi diet sehat dan bukan total dapat menjadi sehat. Puasa terbatas dapat mempercepat pelepasan racun berbasis lemak melalui penurunan berat badan. Puasa juga dapat membatasi jumlah racun berbasis makanan yang memasuki sistem tubuh. Puasa dapat memiliki manfaat kesehatan mental, dan tentu saja, puasa dapat memiliki manfaat spiritual yang seringnya menjadi bagian dari praktik keagamaan

Rata-rata orang dewasa yang sehat dapat berpuasa selama sekitar dua hari dengan aman, tapi bagi mereka yang mencoba membersihkan tubuh mereka untuk tujuan kesehatan, diet sehat lebih aman daripada diet jauh lebih berisiko yang melibatkan puasa total. Tubuh manusia dapat hidup berhari-hari tanpa makanan atau air, tapi lebih dari beberapa hari tidak sehat.

Baca juga: 4 Jenis Camilan Sehat yang Dianjurkan untuk Pengidap Kolesterol Tinggi

Sebagai informasi, kata toksin secara luas mengacu pada racun lingkungan, biotoxin (racun yang berasal dari biologis), atau zat beracun berbasis makanan yang dapat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Karenanya, menjalani puasa secara sehat jauh lebih disarankan. Ini dilakukan dengan cara menghilangkan makanan olahan yang memiliki lemak padat dan tambahan gula. Cukup menghindari makanan rendah gizi berkalori tinggi ini selama beberapa hari mungkin menjadi alasan kenapa seseorang yang menjalani puasa merasa fisiknya lebih bugar.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai manfaat puasa dan risikonya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to a Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.