30 May 2019

Mitos atau Fakta, Sering Masturbasi Bisa Kena Kanker Prostat

Mitos atau Fakta, Sering Masturbasi Bisa Kena Kanker Prostat

Halodoc, Jakarta - Masalah pada sistem reproduksi sering kali membuat pria merasa cemas. Nah, dari banyaknya penyakit yang bisa menyerang sistem ini, kanker prostat merupakan kondisi yang perlu diwaspadai, sebab bisa berakibat fatal.

Prostat sendiri memiliki peran untuk membantu menghasilkan cairan yang menyuburkan dan melindungi sperma. Ketika ejakulasi, prostat akan mengeluarkan cairan ini menuju uretra. Kemudian, cairan yang dikeluarkan akan mengalir bersama dengan sperma sebagai air mani.

Baca juga: 4 Kebiasaan Ini Tingkatkan Risiko Kanker Prostat

Nah, menyoal kanker prostat ini, ada kabar yang beredar katanya mastrubasi bisa meningkatkan risiko terserang kanker prostat. Hmm, kira-kira itu fakta atau hanya mitos belaka ya?

Awasi Gejala-Gejala Kanker Prostat

Sebelum menjawab pertanyaan, kenali dulu gejala-gejala yang bisa ditimbulkan kanker prostat. Dalam beberapa kasus, kanker prostat bisa tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

Gejala kanker prostat akan timbul ketika prostat membesar atau membengkak dan mulai memengaruhi uretra. Beberapa gejala kanker prostat yang timbul, yaitu:

  • Sering berkemih, terutama saat malam hari.

  • Nyeri atau panas pada Mr P saat buang air kecil atau ejakulasi.

  • Kandung kemih terasa selalu penuh.

  • Adanya darah dalam urine atau air mani.

  • Tekanan saat mengeluarkan urine berkurang.

  • Sulit untuk menahan buang air kecil.

Dalam beberapa kasus stadium lanjut, kanker prostat sering menjalar (bermetastasis) ke tulang. Akibatnya, kondisi ini menimbulkan rasa nyeri hebat pada tulang belakang, tulang panggul, atau pangkal paha.

Awasi Penyebab Kanker Prostat

Sampai saat ini penyebab pasti dari kanker prostat masih belum diketahui pasti. Namun, pada tingkat dasar kanker prostat ini disebabkan oleh perubahan pada DNA sel prostat normal. Selain itu, kanker ini lebih sering memengaruhi pria yang berusia lanjut.

Nah, berikut beberapa faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko kanker prostat?

  • Riwayat kesehatan keluarga atau genetik.

  • Makanan, sering mengonsumsi makanan dengan kalsium tinggi.

  • Obesitas.

  • Ras, lebih sering menyerang pria dari ras Afrika-Amerika dan Karibia.

  • Lokasi, lebih sering ditemui di belahan Amerika Utara, Eropa Barat Laut, Australia, dan Kepulauan Karibia.

  • Menjalani vasektomi.

  • Penyakit menular seksual, seperti gonore atau klamidia.

  • Paparan bahan kimia.

  • Peradangan prostat.

Baca juga: Sebelum Terlambat, Kenali 3 Cara Mencegah Kanker Prostat

Masturbasi Picu Kanker Prostat, Benarkah?

Seperti yang dijelaskan di atas, biang keladi utama dari kanker prostat adalah mutasi pada DNA sel prostat. Dengan kata lain, masturbasi tak berhubungan secara langsung dengan kanker prostat. Namun, memang ada beberapa penelitian yang mengatakan bahwa laki-laki berusia di bawah 50 tahun, insidensi kanker prostat lebih tinggi ditemukan pada orang yang sering melakukan masturbasi.

Akan tetapi, sayangnya hubungan di antara kedua kondisi ini belum diketahui pasti. Sebab, ada penelitian lain yang menyebutkan lelaki di atas 50 tahun, insidensi kanker prostat lebih rendah ditemukan pada mereka yang sering melakukan masturbasi.

Nah, kesimpulannya, bukan aktivitas masturbasinya yang menyebabkan kanker. Namun, ada dugaan kalau produksi hormon androgen yang tinggi bisa meningkatkan risiko kanker prostat. Hormon androgen ini juga berperan dalam pengaturan hasrat seksual, termasuk hasrat melakukan masturbasi.

Dengan kata lain, risiko kanker prostat akan lebih tinggi pada pria yang memiliki aktivitas hormon androgen berlebih. Kondisi ini dapat ditandai dengan keinginan melakukan aktivitas seksual yang cukup tinggi, salah satunya masturbasi.

Meskipun begitu, pria yang tak sering masturbasi pun, bila dirinya memiliki hasrat seksual dan aktivitas hormon androgen yang berlebih, maka juga memiliki risiko tinggi untuk terserang kanker prostat.

Memiliki masalah dengan sistem reproduksi atau masalah seksual? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!