• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kanker Prostat

Kanker Prostat

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kanker Prostat - Halodoc

Pengertian Kanker Prostat

Kanker prostat merupakan jenis kanker yang menyerang pria dan terjadi dalam kelenjar prostat. Jenis kanker ini umumnya memiliki gejala gangguan buang air kecil. Sebagian besar pengidap kanker prostat umumnya berusia lebih dari 65 tahun. Meski begitu, kanker prostat terbilang tidak agresif dan terjadi secara perlahan.

Prostat sendiri merupakan kelenjar kecil yang berada di dasar kandung kemih. Kelenjar ini termasuk dalam sistem reproduksi dan letaknya mengelilingi saluran yang bertugas membawa urine dari kandung kemih menuju ke penis. Selain itu, kelenjar prostat juga berperan sebagai penghasil semen, yaitu suatu cairan yang keluar bersama dengan sperma saat terjadi ejakulasi.


Gejala Kanker Prostat

Kanker prostat mungkin tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Gejala baru akan timbul ketika prostat membesar atau mengalami pembengkakan dan mulai memengaruhi uretra. Jika tahap ini terjadi, biasanya gejala yang terasa, yaitu:

  • Lebih sering buang air kecil, terutama saat malam hari.
  • Nyeri atau panas pada penis saat buang air kecil atau ejakulasi.
  • Merasa kandung kemih selalu penuh.
  • Darah dalam urine atau air mani.
  • Tekanan saat mengeluarkan urine berkurang.
  • Sulit untuk menahan buang air kecil.

Kasus stadium lanjut dari kanker prostat adalah terjadi metastasis ke tulang. Akibatnya, kondisi ini menimbulkan rasa nyeri hebat pada tulang belakang, tulang panggul, atau pangkal paha.

Baca juga: Bisakah IMRT Atasi Kanker Prostat?


Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Prostat

Penyebab dari kanker prostat adalah perubahan genetik atau mutasi pada sel-sel yang berada di kelenjar prostat. Namun, penyebab terjadinya mutasi itu sendiri masih belum diketahui dengan pasti. 


Meski begitu, ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko pria mengalami kanker prostat, yaitu:

  • Usia. 
  • Mengidap obesitas.
  • Asupan serat yang tidak terpenuhi, seperti kurangnya asupan likopen dan antioksidan.
  • Terpapar bahan kimia berbahaya. 
  • Mengidap penyakit menular seksual.
  • Adanya riwayat genetik.


Diagnosis Kanker Prostat

Apabila setelah dilakukan pemeriksaan PSA atau rektal menunjukkan tanda kelainan, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan diagnosis kanker prostat benar dan akurat. Jenis pemeriksaan yang biasanya dilakukan, yaitu:

  • USG prostat. Pemeriksaan ini dilakukan dengan pengamatan kelenjar prostat menggunakan alat USG. 
  • MRI. Pemeriksaan ini dilakukan guna untuk mendeteksi adanya kelainan pada kelenjar prostat. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan gelombang radio dan magnet.
  • Biopsi prostat. Pemeriksaan ini dilakukan dengan pengambilan sampel pada jaringan kelenjar prostat. Sampel kemudian akan diamati lebih lanjut di laboratorium.

Baca juga: Peneliti Sebut Secangkir Kopi Turunkan Risiko Kanker Prostat


Pengobatan Kanker Prostat

Jika masih stadium awal, dokter biasanya akan melakukan pengamatan secara intensif. Pasalnya, penanganan yang dilakukan pada kanker prostat stadium awal justru memiliki efek samping yang lebih besar daripada manfaatnya.

Meski begitu, selama dalam pengawasan, pengidap akan menjalani biopsi dan pemeriksaan PSA secara teratur guna mendeteksi apakah terdapat tanda pertumbuhan kanker. Bila ternyata sel kanker berkembang, dokter akan merekomendasikan beberapa jenis pengobatan lainnya, seperti:

  • Operasi prostat. Operasi dilakukan dengan pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar prostat juga beberapa jaringan serta kelenjar getah bening di area sekitar yang terkena sel kanker.
  • Terapi radiasi. Terapi radiasi atau radioterapi akan dilakukan setelah operasi guna membunuh sisa sel kanker. Jenis pengobatan ini juga dilakukan untuk meringankan gejala dan menghambat proses perkembangan sel kanker pada pengidap kanker prostat stadium lanjut.
  • Terapi hormon. Pengobatan ini bisa dilakukan sebelum atau setelah terapi radiasi. Jika dilakukan sebelumnya, terapi hormon diharapkan dapat meningkatkan tingkat keberhasilan pengobatan. Sementara jika dilakukan setelah radioterapi, pengobatan tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko sel kanker muncul kembali.
  • Kemoterapi. Kemoterapi menggunakan obat untuk membantu menghilangkan sel kanker yang agresif. Obat-obatan tersebut bisa diberikan melalui infus atau tablet. Pengobatan ini dilakukan apabila kanker sudah menyebar ke organ lain.
  • Krioterapi. Metode pengobatan ini dilakukan dengan membekukan jaringan dengan cara memasukkan gas yang begitu dingin guna membunuh sel kanker.


Pencegahan Kanker Prostat

Kanker prostat tak bisa dicegah. Namun, perubahan gaya hidup sehat bisa membantu mengurangi risikonya, seperti:

  • Mengonsumsi buah dan sayur setiap hari.
  • Rutin olahraga.
  • Mempertahankan berat badan ideal.
  • Tidak merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Kelola stres dengan baik.

Baca juga: Benarkah Kanker Penis Dipicu Oleh Kanker Prostat?


Kapan Harus ke Dokter?

Kenali gejala kanker prostat dan segera lakukan pengobatan. Download aplikasi Halodoc untuk memudahkan mendapatkan penanganan langsung dari dokter spesialis atau membuat janji jika hendak berobat ke rumah sakit.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Everything You Want to Know About Prostate Cancer.
American Cancer Society. Diakses pada 2021. Prostate Cancer.
National Health Service UK. Diakses pada 2021. Health A-Z. Prostate Cancer.


Diperbarui pada 12 April 2021.