Mitos atau Fakta, Wanita Hamil Berisiko Terkena Pruritus

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Mitos atau Fakta, Wanita Hamil Berisiko Terkena Pruritus

Halodoc, Jakarta – Pruritus adalah ruam kemerahan, kulit kering, dan kulit bersisik yang disertai rasa gatal. Gatal bisa terjadi pada sebagian hingga seluruh tubuh. Kebanyakan orang mengalami gatal dalam waktu singkat, tapi bagi sebagian lain, gatal bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Area tubuh yang rentan mengalami gatal adalah tangan dan kaki.

Baca Juga: Inilah 6 Faktor Picu Pruritus

Pruritus Pada Wanita Hamil Bukan Sekadar Mitos

Sebagian wanita hamil berpotensi mengidap pruritus. Penyebabnya adalah ketidakseimbangan hormon saat hamil. Pruritus pada wanita hamil dipicu oleh pruritic urticarial papules and plaques of pregnancy (terjadi di area paha dan perut), prurigo gestationis (terjadi di area tangan, kaki, dan batang tubuh), obstetric cholestasis (terjadi di area tangan, kaki, dan batang tubuh), serta obstetric cholestasis akibat kelainan pada hati. Pada kasus yang parah, pruritus pada wanita hamil bisa berdampak negatif pada perkembangan janin dalam kandungan.

1. Pruritic Urticarial Papules And Plaques Of Pregnancy

PUPP ditandai ruam dan bentol kemerahan yang disertai gatal saat hamil. Pruritus jenis ini biasanya muncul pada trimester ketiga kehamilan di area perut, lalu menyebar ke paha, pantat, dan dada. Penyebab PUPP diduga akibat perubahan sistem kekebalan tubuh wanita hamil. Ruam dan rasa gatal yang muncul dapat hilang dalam waktu 1 - 2 minggu setelah persalinan.

Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Perut Ibu Hamil Terasa Gatal

2. Prurigo Gestationis

Hanya terjadi pada sebagian kecil wanita hamil dan bisa terjadi pada usia kehamilan berapa pun. Prurigo gestationis ditandai bentol seperti gigitan nyamuk. Penyebabnya diduga akibat perubahan sistem kekebalan tubuh wanita saat hamil, sama seperti PUPP. Bentol akan hilang beberapa waktu setelah proses persalinan.

3. Folikulitis Pruritus

Folikulitis pruritus rentan terjadi pada trimester kedua dan ketiga kehamilan. Gejalanya berupa bintik kemerahan yang timbul di area perut, lengan, dada, dan punggung. Gejala biasanya sembuh 2 - 8 minggu setelah persalinan.

Mengatasi Gatal Saat Hamil Akibat Pruritus

Wanita hamil yang mengalami gatal saat hamil perlu bicara pada dokter. Tujuannya memastikan penyebab munculnya ruam kemerahan yang terasa gatal. Pengobatan nantinya disesuaikan dengan penyebab gatal. Secara umum, dokter memberikan obat oles (berupa salep, krim, atau gel) untuk meredakan gejala penyakit kulit saat hamil. Selain penggunaan obat, berikut cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa gatal saat hamil:

  • Hindari suhu panas, termasuk paparan sinar matahari, mandi air panas, dan pakai baju berbahan tebal yang bikin gerah. Pasalnya, suhu panas membuat wanita hamil rentan mengalami gatal.

  • Hindari produk pembersih pakaian yang kuat karena bisa menyebabkan kulit kering, iritasi, dan gatal. Gunakan sabun lembut yang melembapkan kulit atau sabun dengan pH seimbang.

  • Gunakan obat pereda gatal yang diresepkan dan gunakan sesuai anjuran dokter.

Baca Juga: 3 Cara Mengatasi Gatal-gatal saat Hamil

Kalau kamu mengalami gejala pruritus saat hamil, segera bicara pada dokter Halodoc tentang cara penanganan yang tepat. Kamu dapat menggunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara pada dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!