Muncul Benjolan Merah di Kepala, Waspada Folikulitis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Muncul Benjolan Merah di Kepala, Waspada Folikulitis

Halodoc, Jakarta – Munculnya benjolan merah bernanah pada folikel rambut bukan suatu yang mustahil. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut folikulitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Benjolan yang muncul terasa gatal dan perih, meski umumnya tidak berbahaya. Pada kasus yang parah, folikulitis menyebabkan bekas luka yang sulit hilang hingga kebotakan.

Folikulitis pada folikel rambut dibagi menjadi dua, yaitu folikulitis superfisial dan folikulitis profunda. Folikulitis superfisial terbatas di dalam jaringan epidermis, biasanya terjadi akibat infeksi, cedera fisik, dan paparan bahan kimia pada kulit. Sedangkan folikulitis profunda berpotensi merusak seluruh folikel rambut hingga ke daerah subkutan. Hasilnya, infiltrat (bercak) di bagian hipodermis kulit bisa diraba dan meninggalkan jaringan parut setelah sembuh.

Baca Juga: Selain Ketombe, Ternyata Ini Penyebab Kulit Kepala Gatal

Penyebab terjadinya folikulitis seringnya karena bakteri Staphylococcus aureus. Selain infeksi bakteri, folikulitis bisa terjadi karena komplikasi jerawat, luka akibat kecelakaan atau operasi, folikel rambut tersumbat, rambut tumbuh ke dalam, serta infeksi virus dan jamur.

Apa Saja Gejala Folikulitis Selain Benjolan Merah?

Gejala utama folikulitis adalah benjolan merah seperti jerawat di tempat pertumbuhan rambut. Gejala lainnya adalah rasa gatal, nyeri, dan kemerahan pada kulit. Benjolan yang muncul bisa pecah dan mengeluarkan darah atau nanah. Kamu dianjurkan ke dokter jika benjolan membengkak, terasa hangat, dan menyebar ke area yang lain setelah dua minggu.

Seseorang berisiko tinggi mengalami gejala folikulitis jika mengidap penyakit yang menurunkan kekebalan tubuh (seperti diabetes, HIV/AIDS, kanker), memiliki jerawat yang tergolong parah, berendam dalam bak yang tidak bersih, menggunakan krim untuk jangka panjang, menggunakan pakaian yang tidak menyerap panas dan keringat, serta sering mencukur dan waxing rambut.

Perlukah Diagnosis Folikulitis?

Meski tampak jelas, benjolan merah di tempat pertumbuhan rambut perlu didiagnosis untuk mengetahui penyebab pastinya. Biasanya folikulitis didiagnosis dengan dermoskopi, yaitu pemeriksaan kulit menggunakan alat seperti mikroskop. Apabila infeksi terus berlanjut setelah pengobatan, dokter akan mengambil kulit atau rambut yang terinfeksi (biopsi) untuk diperiksa di laboratorium.

Bagaimana Folikulitis Diobati?

1. Konsumsi Obat

Infeksi folikulitis ringan diobati menggunakan antibiotik dalam bentuk krim, losion, atau gel. Antibiotik bisa diberikan dalam bentuk minum, superfisial, atau kombinasi keduanya tergantung tingkat keparahan. Folikulitis akibat infeksi jamur diobati menggunakan obat antijamur dalam bentuk krim, sampo, dan tablet.

2. Operasi

Berupa operasi kecil untuk mengeluarkan nanah dari benjolan. Tindakan ini membuat pengidap sembuh lebih cepat dan tidak meninggalkan bekas luka. Setelah operasi selesai, benjolan folikulitis bisa muncul kembali.

3. Laser

Dilakukan jika metode lain belum berhasil mengobati folikulitis. Metode laser bertujuan menghilangkan rambut secara permanen, sehingga kepadatan rambut di area tertentu berkurang.

4. Perawatan Mandiri

Perawatan mandiri membantu proses penyembuhan folikulitis ringan, di antaranya dengan:

  • Bersihkan area yang terinfeksi menggunakan air hangat dan sabun antibakteri.

  • Rendam lap atau handuk ke dalam campuran satu sendok teh garam dan dua gelas air. Kemudian tempelkan campuran tersebut di area yang terinfeksi.

  • Hindari mencukur dan menggaruk area yang terinfeksi, juga gunakan pakaian yang longgar di area yang terinfeksi.

Bisakah Folikulitis Dicegah?

Tentu bisa, caranya dengan menjaga kebersihan dan kelembapan kulit. Kamu dianjurkan tidak menggunakan pakaian yang ketat untuk mencegah gesekan kulit dan pakaian, serta berhati-hati saat beraktivitas agar tidak muncul luka yang memicu benjolan folikulitis.

Baca Juga: Kebotakan Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan

Itulah fakta folikulitis yang perlu diketahui. Kalau muncul benjolan merah di kepala, jangan ragu bicara pada dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!