16 February 2019

Diabetes Bisa Pengaruhi Munculnya Sindrom Metabolik

diabetes bisa pengaruhi munculnya sindrom metabolik

Halodoc, Jakarta – Memiliki satu jenis kondisi kesehatan saja sudah bisa menurunkan kualitas hidup seseorang. Apalagi bila mengidap beberapa jenis kondisi kesehatan sekaligus ya? Nah, itulah yang terjadi pada pengidap sindrom metabolik.

Sindrom metabolik membuat seseorang mengidap beberapa kondisi sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Katanya, mengidap diabetes bisa memicu munculnya sindrom metabolik. Benarkah? Yuk, cari tahu di sini.

Mengenal Sindrom Metabolik

Seseorang baru bisa dikatakan mengidap sindrom metabolik bila ia mengidap beberapa kondisi kesehatan sekaligus dalam waktu yang bersamaan, yaitu hipertensi (tekanan darah tinggi), hiperglikemia (kadar gula darah tinggi), hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi), dan obesitas. Tapi, bila ia hanya mengidap salah satu dari kondisi kesehatan tersebut, maka orang tersebut tidak mengidap sindrom metabolik.

Sindrom ini tidak menular, namun kondisi-kondisi kesehatan yang dialami pengidap bisa membuatnya berisiko tinggi mengalami penyakit yang serius, seperti serangan jantung dan stroke.

Kebanyakan pengidap sindrom metabolik adalah lansia. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan juga sindrom ini dapat terjadi pada anak-anak dan orang muda.

Baca juga: Fakta tentang Sindrom Metabolik yang Perlu Diketahui

Penyebab Sindrom Metabolik

Sebenarnya, penyebab sindrom metabolik yang utama adalah berat badan yang berlebihan dan tidak ditunjang dengan pola hidup yang sehat dan aktif. Kondisi tersebut juga memicu munculnya resistensi insulin pada beberapa orang.

Namun, memang benar bahwa diabetes juga bisa memengaruhi risiko seseorang terkena sindrom metabolik. Dengan kata lain, orang yang pernah mengalami diabetes gestasional (saat hamil) atau memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe-2 berisiko tinggi mengalami sindrom metabolik. Selain diabetes, berikut dua faktor lainnya yang juga meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik:

  • Usia. Seiring bertambahnya usia, semakin meningkat juga risiko seseorang mengidap sindrom metabolik.

  • Penyakit lain, seperti sindrom ovarium polikistik.

Baca juga: 3 Faktor Ini Bisa Picu Sindrom Metabolik

Gejala Sindrom Metabolik

Sebagian besar sindrom metabolik memang tidak menunjukkan gejala yang spesifik. Namun, berikut gejala-gejala yang biasanya menuntun pada kondisi sindrom tersebut:

  • Memiliki lingkar pinggang yang berada di atas batas normal, yaitu di atas 80 sentimeter untuk wanita dan 90 sentimeter  untuk pria.

  • Tekanan darah selalu berada di kisaran 140/90 milimeter merkuri (mmHg) atau lebih.

  • Memiliki kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah, yaitu kurang dari 40 miligram per desiliter untuk pria dan 50 miligram per desiliter untuk wanita.

  • Kadar trigliserida dalam darah tinggi, yaitu 150 miligram per desilter atau lebih.

  • Kadar gula darah puasa juga tinggi, yaitu 100 miligram per desiliter ke atas.

  • Mudah mengalami peradangan, seperti iritasi dan pembengkakan.

Sebaiknya kamu segera memeriksakan diri ke dokter bila mengalami gejala-gejala di atas untuk mendapatkan penanganan lebih dini. Untuk mengetahui kadar gula darah, tekanan darah, dan lain-lain, gunakan saja fitur Lab Service di aplikasi Halodoc. Petugas lab akan mendatangi rumahmu untuk membantu melakukan tes kesehatan.

Cara Menangani dan Mencegah Sindrom Metabolik

Cara yang paling efektif untuk menangani dan mencegah sindrom metabolik adalah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Berikut langkah-langkah mudah yang bisa kamu lakukan untuk menangani sindrom metabolik:

  • Berolahraga secara rutin

  • Turunkan berat badan hingga menjadi ideal

  • Berhenti merokok dan minum minuman beralkohol

  • Menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang

Baca juga: Gaya Hidup Sehat untuk Pengidap Sindrom Metabolik

Bila kondisi kesehatan kamu belum membaik setelah memperbaiki pola hidup dengan langkah-langkah tersebut, maka dokter biasanya akan memberikan obat-obatan, seperti obat untuk mengontrol kadar gula darah, kolesterol, serta tekanan darah.

Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.