Nokturia Bisa Menjadi Pertanda Munculnya 4 Penyakit Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Nokturia Bisa Menjadi Pertanda Munculnya 4 Penyakit Ini

Halodoc, Jakarta - Buang air kecil adalah sebuah proses ketika tubuh membuang air berlebih di dalam tubuh. Seseorang mungkin akan buang air kecil sesekali pada malam hari. Namun, mungkin saja kamu mengalami buang air kecil yang berlebihan di malam hari. Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal juga dengan sebutan nokturia.

Pada malam hari, tubuh menghasilkan lebih sedikit urine yang terkonsentrasi dan keinginan buang air kecil menurun. Namun, jika kamu bangun sebanyak dua kali atau lebih pada malam hari karena ingin buang air kecil, kamu mungkin akan mengalami nokturia. 

Gangguan ini dapat disebabkan oleh beberapa penyakit. Apa saja? Berikut uraian lengkapnya!

Baca juga: Mitos atau Fakta, Lansia Cenderung Alami Nokturia

Penyakit yang Dapat Menyebabkan Nokturia

Nokturia adalah kebutuhan tubuh yang menimbulkan keinginan untuk buang air kecil pada malam hari dan terjadi lebih dari dua kali setiap malamnya. Gangguan ini dapat menyebabkan kamu tidak mendapatkan tidur yang berkualitas. Hal ini lebih sering terjadi pada seorang dewasa yang lebih tua.

Pada seseorang yang normal, tubuhnya dapat menahan buang air kecil ketika tidur selama 6 hingga 8 jam. Seseorang yang buang air kecil sekali pada malam hari adalah hal yang normal. Lalu, apabila seseorang melakukannya dua hingga tiga kali per malam, mungkin tubuhnya akan mengalami kelelahan. Apabila bangun sebanyak lima hingga enam kali, dipastikan mengalami nokturia.

Kelainan ini dapat disebabkan oleh gaya hidup hingga kondisi medis. Pada kondisi medis, penyakit yang umum menyebabkan nokturia adalah infeksi saluran kemih. Infeksi yang terjadi dapat menyebabkan sensasi terbakar dan perasaan ingin buang air kecil sepanjang hari. Penyakit lainnya yang dapat menyebabkannya adalah:

  1. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

BPH atau pembesaran prostat adalah salah satu penyakit yang dapat menyebabkan nokturia. Gangguan ini terjadi ketika sel-sel kelenjar prostat kamu berkembang biak. Ketika ini terjadi, prostat kamu mungkin menjadi sulit untuk menahan perasaan buang air kecil.

  1. Kandung Kemih yang Terlalu Aktif

Penyakit lainnya yang dapat menyebabkan nokturia adalah kandung kemih yang terlalu aktif. Hal ini dapat menyebabkan keinginan untuk buang air kecil secara tiba-tiba. Gangguan ini juga dapat terjadi pada malam hari. Selain itu, hal ini dapat memicu hilangnya urine yang tidak disengaja.

  1. Edema

Nokturia juga dapat disebabkan oleh edema. Gangguan ini dapat menyebabkan retensi cairan pada tubuh kamu. Hal ini dapat terjadi pada paha, pergelangan, dan seluruh bagian kaki kamu. Penumpukan cairan ini dapat membuat kamu mengalami nokturia.

  1. Obstructive Sleep Apnea

Kondisi ini dapat menyebabkan pernapasan berhenti tanpa sadar dalam waktu yang singkat saat tidur. Hal ini terjadi karena aliran udara pada saluran pernapasan terlalu sempit. Seseorang yang mengalami gangguan ini juga dapat terserang nokturia.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait gangguan ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Gangguan ini dapat mengganggu aktivitas kamu di siang hari, maka dari itu harus langsung diketahui hal yang menyebabkannya. Untuk memudahkan kamu bertanya pada ahli medis, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!

Baca juga: Poliuria dan Nokturia, Apa Bedanya?

Nokturia Lebih Sering Menyerang Lansia

Gangguan yang membuat seseorang lebih sering buang air kecil pada malam hari ini umumnya terjadi pada lansia. Pasalnya, semakin tua seseorang, maka elastisitas kandung kemih akan menurun. Pada akhirnya, tidak menutup kemungkinan lansia rentan mengalami gangguan pada kandung kemih. Berikut beberapa alasan yang dapat menyebabkan hal tersebut:

  • Hormon: Hormon dalam tubuh dapat memperlambat fungsi ginjal saat tidur, sehingga lebih jarang keinginan untuk buang air kecil. Dikarenakan faktor usia, produksi terhadap hormon ini lebih sedikit dan menyebabkan nokturia.

  • Sirkulasi Cairan: Ginjal berfungsi menyaring darah dan mengumpulkan sampah serta cairan yang berlebih. Ketika produksi limbah terlalu banyak, ginjal akan mengeluarkan urine lebih sering. Hal tersebut membuat pengidapnya mengalami nokturia.

Baca juga: Sering Berkemih di Malam Hari, Hati-Hati Gejala Nokturia