Dionicol Dry Sirup 60 ml

Rp10.100

Botol

*Harga berbeda di tiap apotik

Informasi Ini untuk Kalangan Medis


Deskripsi & Manfaat

Deskripsi & Manfaat

Deskripsi

Dionicol Dry Sirup 60 ml mengandung Thiamphenicol 125 mg/5 mL dalam sediaan sirup kering yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri seperti tifoid/demam tifoid.

Informasi terkait kandungan obat:
Thiamphenicol adalah antibiotik golongan fenikol, analog struktural dari Chloramphenicol, yang bekerja menghambat sintesis protein bakteri sehingga menghentikan pertumbuhan dan penyebaran bakteri (bersifat bakteriostatik), efektif melawan Salmonella typhi penyebab tifus dan Neisseria gonorrhoeae penyebab gonore sehingga membantu meredakan demam, lemas, dan nyeri perut pada tifus, atau keluarnya cairan dan nyeri saat berkemih pada gonore. Secara molekuler, obat ini berikatan pada subunit ribosom 50S bakteri dan menghambat enzim peptidil transferase, dengan spektrum aktivitas luas terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif termasuk Haemophilus influenzae dan beberapa bakteri anaerob. Berbeda dengan Chloramphenicol, Thiamphenicol tidak dikaitkan dengan risiko anemia aplastik (kegagalan sumsum tulang ireversibel), sehingga menjadi salah satu antibiotik fenikol yang lebih banyak digunakan di Indonesia untuk indikasi ini.

Absorpsi: Diserap dengan baik dan cepat dari saluran cerna, dengan kadar plasma puncak tercapai dalam sekitar 1-2 jam setelah pemberian oral.
Distribusi: Didistribusikan luas ke berbagai jaringan dan cairan tubuh, termasuk cairan serebrospinal, empedu, dan jaringan paru; dapat menembus plasenta dan masuk ke ASI.
Metabolisme: Mengalami metabolisme hepatik minimal (tidak seperti Chloramphenicol yang dikonjugasi glukuronat secara ekstensif), sehingga sebagian besar tetap dalam bentuk aktif.
Ekskresi: Diekskresikan terutama melalui ginjal (urine) dalam bentuk aktif tidak berubah; waktu paruh eliminasi sekitar 2-3 jam pada fungsi ginjal normal dan dapat memanjang pada gangguan fungsi ginjal.

Obat ini tergolong Obat Keras dalam penggunaannya harus sesuai anjuran dokter/resep dokter.

Dosis & Aturan Pakai

Dosis & Aturan Pakai

Dosis

5-10 mL (125-250 mg), diminum 3-4 kali sehari, disesuaikan dengan berat badan anak dan petunjuk dokter.

Dosis lazim Thiamphenicol pada anak: 30-50 mg/kgBB/hari terbagi dalam 3-4 dosis untuk infeksi umum.

Pada demam tifoid, dosis dan lama pengobatan (biasanya 10-14 hari) ditentukan oleh dokter berdasarkan berat badan anak.

Aturan Pakai

Sebelum digunakan, serbuk kering dalam botol harus dilarutkan (direkonstitusi) dengan air matang yang sudah didinginkan sampai batas tanda pada botol (hingga volume 60 mL), lalu kocok hingga serbuk larut sempurna dan tercampur rata.

Setelah dilarutkan, sirup harus dikocok terlebih dahulu setiap kali sebelum digunakan agar dosis tercampur rata.

Simpan pada suhu ruang terlindung dari cahaya matahari langsung, dan gunakan hanya dalam waktu 7-14 hari setelah dilarutkan (sesuai petunjuk pada label kemasan). Sisa sirup yang telah melewati batas waktu tersebut harus dibuang.

Gunakan sendok takar/pipet takar yang disertakan dalam kemasan, bukan sendok makan biasa, untuk memastikan dosis akurat.

Berikan sesuai jadwal (misalnya pagi, siang, sore, malam) dan habiskan seluruh pengobatan sesuai anjuran dokter meskipun gejala sudah membaik.

Informasi Keamanan

Informasi Keamanan

Kategori Kehamilan:

-

Perhatian

Dapat menyebabkan gangguan saluran cerna (mual, muntah, diare), terutama pada dosis tinggi atau penggunaan jangka panjang.

Berbeda dengan Chloramphenicol, Thiamphenicol tidak dikaitkan dengan risiko anemia aplastik (kegagalan sumsum tulang yang ireversibel). Namun, obat ini dapat menyebabkan penekanan sumsum tulang yang bersifat reversibel dan tergantung dosis (misalnya leukopenia sementara), terutama pada dosis tinggi atau penggunaan berulang/berkepanjangan. Dokter dapat memantau jumlah sel darah pada terapi yang lama atau dosis tinggi. Hindari pengulangan terapi tanpa jarak waktu yang cukup.

Gunakan dengan hati-hati pada gangguan fungsi ginjal (dosis mungkin perlu disesuaikan) dan hindari penggunaan pada trimester akhir kehamilan kecuali atas pertimbangan dokter, karena obat dapat menembus plasenta.

Menyusui: Sebaiknya dihindari kecuali atas anjuran dokter, karena obat dapat masuk ke ASI.

kontraindikasi

Hipersensitivitas terhadap Thiamphenicol atau Kloramfenikol; gangguan fungsi hati berat; riwayat gangguan sumsum tulang/hematologi berat.

Efek Samping

Umum:
Mual, muntah, diare, nyeri lambung.

Tidak umum/Kurang umum:
Leukopenia/penurunan sel darah putih sementara (reversibel setelah obat dihentikan), reaksi alergi kulit (ruam, gatal).

Jarang:
Neuropati perifer (kesemutan) pada penggunaan jangka panjang, superinfeksi/pertumbuhan jamur berlebih akibat perubahan flora normal tubuh.

Interaksi Obat

Hati hati bila digunakan bersama dengan obat yang juga dimetabolisme oleh enzim mikrosomal hati seperti : dikumarol, fenitoin, tolbutamid, fenobarbital.

Detail Produk

Detail Produk

Indikasi Umum

Infeksi bakteri yang peka terhadap Thiamphenicol, termasuk demam tifoid dan paratifoid (tifus), gonore tanpa komplikasi (kencing nanah), infeksi saluran pernapasan, dan infeksi saluran kemih.

Komposisi

Per 5 mL: Thiamphenicol 125 mg

Golongan Produk

Obat Keras (Merah)

Manufaktur

Ifars

Kemasan

Dus, Botol @ 60 ml

No. Registrasi

BPOM: DKL0609216038A1

Nomor Sertifikasi Halal:

halalID00410000102400721

BPOM (https://cekbpom.pom.go.id/) British National Formulary (BNF) 82 tidak mencantumkan Thiamphenicol sebagai monograf tersendiri (obat ini tidak beredar di pasar Inggris); rujukan utama menggunakan Martindale dan AHFS di bawah. Martindale: The Complete Drug Reference, Thirty-eighth Edition. London: Pharmaceutical Press; 2014. Bab Antibacterials, monograf Thiamphenicol. AHFS Drug Information. Bethesda (MD): American Society of Health-System Pharmacists. Monograf Chloramphenicol group (Thiamphenicol sebagai analog). Drug Information Handbook (Lexi-Drugs Online), 17th Edition. Hudson (OH): Lexi-Comp Inc; 2009. Monograf Chloramphenicol/Thiamphenicol group.

Informasi ini bersifat referensial bagi tenaga kesehatan dan tidak menggantikan penilaian atau keputusan klinis

Diperbarui: 04 Sep 2026